Sabtu, 1 November 2014

News / Travel

Manfaat Sail Komodo 2013 untuk Jangka Panjang

Rabu, 22 Mei 2013 | 14:03 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, HA Haris mengatakan, manfaat Sail Komodo 2013 tidak bisa langsung dirasakan oleh masyarakat daerah ini, tetapi untuk jangka panjang.

"Hasil dan manfaat dari Sail Komodo 2013 ini tidak bisa langsung diperoleh. Hasilnya baru akan dirasakan setelah pelaksanaan kegiatan ini," kata Haris di Kupang, Rabu (22/5/2013), terkait manfaat yang bisa diperoleh dari pelaksanaan Sail Komodo 2013.

Haris mengatakan, manfaat yang paling penting bagi daerah ini adalah para peserta Sail Komodo 2013 akan menjadi corong untuk mempromosikan berbagai potensi wisata di provinsi kepulauan itu ke negara masing-masing.

Dengan demikian, maka seluruh potensi parwisata di NTT akan menjadi titik singgah bagi para wisatawan dari berbagai negara di dunia di masa yang akan datang. "Kita ingin menjadikan NTT sebagai destinasi wisata dunia baru bagi para petualangan dan Sail Komodo 2013 adalah momentum untuk mencapai keinginan itu," katanya.

Karena itu, dalam berbagai kesempatan, lanjut Haris, pihaknya selalu menekankan kepada pemerintah dan rakyat daerah ini untuk memberikan rasa nyaman dan kesan yang baik bagi setiap peserta Sail Komodo yang akan mengunjungi 21 kabupaten/kota di NTT pada Agustus 2013.

Kesan yang baik ini perlu ditunjukkan agar setelah para peserta Sail Komodo 2013 ini kembali ke negara asal, dapat menceritakan kembali kesan yang baik ini kepada sanak saudara dan teman-teman di negara masing-masing.

"Artinya, NTT yang kaya dengan potensi pariwisata ini saja tidak cukup, tetapi bagaimana keramahan masyarakat NTT untuk menerima kehadiran wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam NTT," katanya.

"Jika wisatawan merasa tidak nyaman berada di NTT, maka pariwisata daerah ini tidak bisa berkembang seperti daerah lain di Indonesia," tambahnya.

Mengenai kesiapan sarana dan prasarana penunjang, Haris mengatakan saat ini sedang dibangun prasarana penunjang seperti perluasan pelabuhan udara dan laut, serta pembangunan jalan yang menghubungkan satu destinasi dengan destinasi lain. "Prasarana penunjang ini dibangun oleh instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum," katanya.

Haris menambahkan, pelabuhan udara di Labuan Bajo sudah diperpanjang dan bisa didarati pesawat Fokker 50 serta fasilitas ruang tunggu sudah dibangun dengan baik. "Begitupun jalan raya dan pelabuhan laut sudah diperluas, sehingga kapal-kapal pesiar yang mengangkut wisatawan bisa sandar," katanya.


Editor : I Made Asdhiana
Sumber: