Minggu, 20 April 2014

News / Travel

Kuliner Betawi Tempo Dulu Hadir Kembali

Sabtu, 15 Juni 2013 | 10:07 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Menjelang ulang tahun Jakarta, beberapa restoran telah menyiapkan promo dengan menu-menu spesial bertemakan Betawi. Salah satunya adalah Cafe Sirih yang berada di Millennium Hotel Sirih, Jakarta.

Promo kuliner Betawi tersebut diberi tajuk "Batavia Food Festival" dan berlangsung pada 17 sampai 22 Juni 2013. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 20 menu khas Betawi yang akan disajikan.

"Menu-menu Betawi ini akan berganti-ganti setiap harinya, jadi tamu tidak bosan. Total kami siapkan sekitar 20 menu dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup," tutur Director of Food and Beverage Millennium Hotel Sirih, Yudiawan, di Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Menurut Yudiawan, menu Betawi yang ditampilkan adalah kuliner Betawi otentik dan Betawi peranakan. Sebagai kuliner Betawi peranakan tempo dulu, pengaruh masakan Tionghoa kental terasa, misalnya untuk menu seperti lontong cap gomeh.

Nah, menu yang patut dicoba adalah ayam gulung ngohiong betawi dan ikan gabus pucung. Kedua menu ini sudah susah untuk ditemukan di Jakarta.

Mulai saja dengan hidangan pembuka seperti gado-gado betawi, asinan betawi, soto betawi, dan sop kambing. Dengan nasi uduk khas Betawi, lauknya bisa berupa semur daging, ayam sampyok, kakap merah sayur krecek, sampai ikan kembung pesmol.

"Habis itu, ada dessert (hidangan penutup) seperti kue-kue Betawi. Ciri khasnya camilan Betawi serba manis," ungkap Yudiawan.

Aneka camilan tradisional tersebut seperti kue cucur, kembang goyang, selendang mayang, dan kue pancong. Camilan-camilan ini mungkin masih bisa ditemui di pedagang kaki lima di Jakarta walau bisa dibilang jarang.

Namun, rindukah Anda pada buah kecapi? Ya, masuk dalam daftar hidangan penutup adalah buah kecapi segar yang sudah susah ditemukan di Jakarta. Ada pula kue akar kelapa, dodol betawi, kue ongol-ongol, sampai sengkulun. Semuanya sudah jarang beredar.

Ingin mencicipi kuliner Betawi tempo dulu yang sudah mulai langka? Anda bisa menikmatinya dengan konsep prasmanan "all you can eat" seharga Rp 150.000 (++) untuk makan siang  dan Rp 165.000 (++) untuk makan malam. Setiap harinya juga ada live cooking pembuatan soto mi dan bir peletok.


Penulis: Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana