Minggu, 24 Agustus 2014

Travel / News

Solu Bolon Sampai Paralayang Ramaikan Festival Danau Toba

Minggu, 28 Juli 2013 | 08:28 WIB
KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. ILUSTRASI - Wisatawan domestik di Menara Pandang Tele melihat panorama Danau Toba dari ketinggian. Menara ini berada di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara,
JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Danau Toba 2013 akan menampilkan potensi budaya, alam, dan olahraga yang ada di kawasan Danau Toba. Festival ini akan berlangsung di Pulau Samosir pada 8-14 September 2013.

Ada 11 jenis kegiatan yang telah disiapkan untuk Festival Danau Toba 2013. Ada lomba Solu Bolon, para layang, marlange (berenang), upacara tradisi, Karnavall Sigale-gale, Lake Toba’s World Drum Festival, lomba paduan suara dan solo, pameran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, permainan tradisi, dan workshop budaya.

“Solu Bolon itu adalah sebuah kegiatan tradisi batak semacam dragon boat," ujar Bupati Samosir Mangindar Simbolon, saat peluncuran Festival Danau Toba 2013 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (26/7/2013) malam.

Mangindar menjelaskan perahu yang digunakan terbuat dari fiber glass dengan ornamen batak. Olahraga ini, lanjutnya, menunjukkan kebersamaan dan sinergitas. Sementara untuk paralayang akan dikonsepkan secara berbeda.

“Menurut para ahli yang kita bawa ke Samosir, ini merupakan lokasi paralayang terbaik di dunia," kata Mangindar.

Nantinya, tambah Mangindar, akan ada dua tempat pendaratan yang digunakan, yaitu pendaratan di atas permukaan Danau Toba dan pendaratan di atas tanah. Olahraga ini akan diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri yang sudah memiliki sertifikat paralayang.

Ikon olah raga yang terkahir adalah marlange atau berenang. Kompetisi renang ini tentulah bukan sekadar renang biasa. Peserta akan melakukan eksibisi renang keliling Pulau Samosir sepanjang 120 km secara estafet.

“Samosir  akan menjadi tempat uji nyalinya para perenang dunia. Kalau belum berani  berenang mengelilingi Samosir, jangan mengaku perenang dunia," canda Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di kesempatan yang sama.

Selain ikon olahraga, akan ada juga ikon budaya yang ditampilkan dalam Festival Danau Toba 2013. Ada Karnaval Sigale-gale, Lake Toba’s Drum Festival, dan upacara tradisi yang merupakan acara puncak.

“Sigale-gale ini satu-satunya yang ada di Samosir dan itu sudah menjadi ikon pariwisata”, kata Mangindar.

Untuk Festival Danau Toba 2013, akan diadakan kreasi Sigale-gale. Masyarakat kawasan Danau Toba akan membawa berbagai variasi Sigale-gale dalam bentuk karnaval.

Ikon budaya lainnya, menurut Mangindar, adalah Lake Toba’s Drum Festival. Festival ini merupakan upaya memperkenalkan tradisi drum (gondang) Toba pada dunia internasional dengan kemasan tradisional dan kontemporer. Gondang juga akan dipadukan bersama-sama dengan jenis drum lainnya (rhythm drum).  

“Hanya ada 3 negara yang mempunyai gendang melodi. Yang pertama Afrika, Myanmar, dan satu lagi di Batak," kata Sapta.

Untuk acara puncak, telah disiapkan 7 rangkaian upacara. Salah satunya adalah Sulang-sulang Hariapon, sebuah tradisi batak tentang menghargai orang tua.

“Festival ini tidak ada di dunia lain. Spektakuler. Toba always spektakuler," kata Sapta.
Penulis: Tri Wahyuni
Editor : Ni Luh Made Pertiwi F