Rabu, 26 November 2014

Travel / News

Menparekraf: KTT APEC, "The Real MICE" di Bali

Kamis, 22 Agustus 2013 | 17:48 WIB
TRIBUN/TAUFAN WIJAYA Pertunjukan tari kecak di Uluwatu, Bali, Kamis (6/6/2013). Tari kecak yang dimainkan tiap hari di pura ini bisa menyedot hampir seribu penonton.
DENPASAR, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan para pengusaha dan pemangku kepentingan pariwisata harus mengetahui kegiatan-kegiatan berskala internasional di Bali.

"Saya harapkan para pengusaha dan pemangku kepentingan pariwisata harus tahu kegiatan internasional, bahkan yang paling dekat adalah kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC)," kata Mari pada acara pada Rapat Kerja I Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (22/8/2013).

Menparekraf mengatakan para pengusaha dan komponen pariwisata perlu mengetahui kegiatan terbesar, yaitu KTT APEC tersebut yang merupakan meeting, incentive, conference, dan exhibition (MICE) yang terbesar di Bali.

"Saya anggap KTT APEC kali ini merupakan ’The Real MICE’ di Bali karena jumlah kepala negara yang hadir cukup banyak. Tentu saja mereka adalah pengambil kebijakan di negaranya masing," ujarnya.

Mari mengatakan KTT APEC menjadi spesial MICE di Bali karena kehadiran para pengambil kebijakan tersebut, jumlah peserta yang sangat banyak dan juga kehadiran para kepala negara yang juga banyak pada saat bersamaan.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Wisatawan menikmati sore di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (22/6/2013). Keindahan wisata pantai di sejumlah kawasan di Bali seperti Kuta, Seminyak, Jimbaran, Nusa Dua dan Tanjung Benoa masih menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Menurut dia, saat KTT APEC itulah harus menjadi momentum jualan produk bagi pariwisata Bali. "Jangan sampai apa yang dipromosikan tidak sesuai dengan kenyataan ada. Ini sangat berbahaya bagi Bali. Para tamu tersebut tidak akan kembali lagi ke Bali karena apa yang dipromosikan tidak sama dengan yang dialami sendiri di lapangan," ujarnya.

Menparekraf mengharapkan agar para pelaku pariwisata di Bali menggunakan momentum ini sebaik-baiknya untuk mempromosikan Bali menjadi destinasi yang mahal, terbaik dan menimbulkan kesan mendalam.

Sementara itu, Gubernur Bali Mangku Pastika menginginkan Promosi Pariwisata Bali ke depan dapat dilakukan secara terintegrasi. Artinya promosi pariwisata yang dilakukan, baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dan kota serta pihak swasta dapat dilakukan dengan bersama-sama.

"Dalam melakukan promosi pariwisata harus terintegrasi, sehingga akan menyentuh sasaran dan harapan. Termasuk juga produk pariwisata yang dipromosikan harus jelas sehingga bisa ditentukan seperti apa pola dan model promosinya ke depan," katanya.

Pastika mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu sektor untuk mensejahterakan masyarakat Bali dan Indonesia.

Dia mengatakan dengan kegiatan rapat kerja BPPD Bali tersebut diharapkan dapat menghasilkan rencana yang strategis dalam rangka promosi pariwisata. "Jangan semua wara-wiri keluar negeri tetapi hasilnya tidak jelas. Setiap rupiah anggaran yang dipakai untuk promosi ini harus benar-benar dipertanggungjawabkan," kata Pastika.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Bocah mengenakan topeng dan baju adat Bali saat menyambut pelari BII Maybank Bali Marathon 2013 di Desa Saba, Kelurahan Belahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu (16/6/2013).
Oleh karena itu, lanjut Pastika, pola dan produk yang dipromosikan harus jelas dan benar. Jangan sampai terjadi produk yang ditawarkan tidak sesuai kenyataan.

"Saya yakin promosi Bali diuntungkan dengan adanya kegiatan-kegiatan internasional yang diselenggarakan di Bali. Bayangkan ada 5.000 peserta yang akan datang untuk mengikuti KTT APEC. Belum lagi kegiatan ’Miss World’ yang akan diliput sekitar 3.000 wartawan dari seluruh dunia," katanya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: Antara