Air Terjun Kembar Batu Barae Andalan Wisata di Sinjai - Kompas.com

Air Terjun Kembar Batu Barae Andalan Wisata di Sinjai

Kontributor Bone, Abdul Haq
Kompas.com - 30/03/2014, 18:03 WIB
KOMPAS.COM/ABDUL HAQ Salah seorang pengunjung tengah mengamati pesona air terjun kembar di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Sabtu, (29/3/2014).
SINJAI, KOMPAS.com - Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan terdapat air terjun kembar yang menjadi andalan wisata daerah tersebut. Rimbunan bunga serta kesejukan alamnya membuat pengunjung betah berlama-lama. Sayangnya sejumah infrastruktur di kawasan ini sudah lapuk dimakan usia.

Air terjun Batu Barae terletak di perbatasan dua desa yakni Desa Batu Belerang dan Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Air terjun ini memiliki ketinggian 20 meter dan berjarak 50 meter antar-kedua air terjun tersebut. Untuk menuju air terjun kembar ini. Harus ditempuh dengan jarak 40 meter dari ibu kota kabupaten setempat. Tarif masuk lokasi juga terbilang sangat murah yakni hanya Rp 2.500 per orang.

Selain harus menapaki ratusan anak tangga, juga terdapat berbagai jenis bunga. Umumnya pengunjung terpesona dengan kesejukan alam serta keindahan air terjun kembar ini. "Mungkin karena sejuk dan masih sangat alami, jadi kita lupa waktu pulang," kata Rahmi, Sabtu (29/3/2014) yang datang berkunjung dengan beberapa rekannya.

Sayangnya beberapa fasilitas di air terjun ini butuh perbaikan lantaran sudah lapuk dimakan usia. Seperti batu anak tangga yang sudah tak utuh serta besi pegangan yang sudah keropos dan 5 gasebo yang sudah nyaris ambruk.

Meski demikian, obyek wisata ini hanya ramai dikunjungi saat hari libur atau akhir pekan. "Nanti ramai kalau hari libur tapi kalau hari biasa sepi sekali," tutur Bongka (70) penjaga air terjun Batu Barae.

Secara adminstrasi, air terjun ini dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Kebudayaan, dan Kepariwisataan Kabupaten Sinjai dan diakui merupakan aset Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun lalu, air terjun ini mampi menambah PAD sebanyak Rp 6 juta per tahun yang diambil dari retribusi pengunjung. "Memang menjadi ikon pariwisata tapi belum ada anggaran yang cukup untuk melakukan perbaikan fasilitas di sana," kata Yassin Amin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Kebudayaan, dan Kepariwisataan Kabupaten Sinjai.

PenulisKontributor Bone, Abdul Haq
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM