Samosir Berupaya Menjadi Tujuan Wisata Lingkungan Inovatif - Kompas.com

Samosir Berupaya Menjadi Tujuan Wisata Lingkungan Inovatif

Kompas.com - 26/08/2014, 15:18 WIB
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Anggota tim Ekspedisi Cincin Api Kompas mendokumentasikan kawasan rumah adat Batak di Huta Bolon, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011).
PANGURURAN, KOMPAS.com - Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, akan terus berkreasi melakukan pembaruan untuk menggali dan memperkenalkan hal-hal baru tentang seni budaya serta situs atau artefak sejarah etnis Batak dalam kawasan wisata berbasis lingkungan.

"Wisata lingkungan inovatif mengandung makna bahwa pemerintah setempat akan terus berkreasi mengadakan pembaharuan sesuai tantangan dengan menggali dan memperkenalkan hal-hal baru tentang seni budaya di daerah ini," kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di Pangururan, Sumatera Utara, Senin (25/8/2014).

Mangindar mengatakan, Kabupaten Samosir memiliki visi pengembangan wisata yang mempertimbangkan dampak sosial ekonomi dan lingkungan di masa kini dan masa mendatang dengan memperhatikan kebutuhan pengunjung (wisatawan), industri pariwisata, lingkungan sekitar dan masyarakat sebagai tuan rumah.

Mantan Kadis Kehutanan Kabutan Toba Samosir ini memaparkan, arah pengembangan destinasi pariwisata lingkungan di wilayah itu adalah pariwisata berkelanjutan melalui upaya terpadu dan terorganisasi untuk mengembangkan kualitas hidup.

BARRY KUSUMA Kampung Siallagan di Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Hal tersebut hanya dapat dicapai melalui pengaturan, penyediaan pengembangan, pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya alam dan budaya secara ekologis, sekaligus layak secara ekonomi juga adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.

Mangindar menjelaskan dalam rangka mewujudkan visi dimaksud, pemerintah setempat telah menyusun misi untuk memantapkan good governance dengan dukungan SDM berkualitas serta prasarana dan sarana memadai sesuai standar yang ditentukan.

Di samping itu, ekonomi kerakyatan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan dan terkendali akan terus dikembangkan. Selain itu, kondisi kondusif daerah juga akan ditingkatkan dengan mendorong pelaksanaan demokrasi dan penegakan hukum dengan mengembangkan jejaring yang sinergis.

"Infrastruktur dan konservasi alam yang andal berdasarkan tata ruang yang mantap untuk mendukung industri pariwisata berbasis lingkungan dan budaya juga akan terus ditingkatkan," katanya.

Mangindar menjelaskan dalam upaya meningkatkan promosi pariwisata di kabupaten yang memiliki tagline "Samosir Negeri Indah Kepingan Surga" ini, pihaknya terus menggelar berbagai kegiatan yang dijadikan sebagai kegiatan tetap yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir.

BARRY KUSUMA Penenun kain Ulos di Desa Suhi Suhi, Pulau Samosir, Sumatera Utara.
Berbagai kegiatan yang diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Samosir serta keindahan dan keunikan Danau Toba hingga mancanegara.

Menurut Bupati, kegiatan berskala nasional dan internasional yang terus digaungkan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memajukan industri pariwisata.

Mangindar memaparkan, Kabupaten Samosir mencakup sembilan kecamatan yang merupakan jantung Danau Toba dan memiliki ragam pesona wisata yang strategis untuk dikembangkan. "Kami punya visi untuk menjadikan Samosir sebagai kabupaten pariwisata. Semua program pembangunan akan dilakukan untuk mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan sebagai salah satu keunggulan," tambah Mangindar.

EditorI Made Asdhiana
SumberAntara
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM