Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hola Barcelona!

Kompas.com - 02/10/2014, 18:16 WIB

KOTA terbesar kedua di Spanyol setelah Madrid ini mendapat julukan kota paling gaya di Eropa setelah Paris dan Milan. Barcelona, kota modern dengan sentuhan tradisional ala Mediterania. 

Menikmati Sore di La Rambla 

Tempat pertama yang ingin saya kunjungi di Barcelona adalah La Rambla. Ini adalah tempat yang wajib Anda kunjungi karena merupakan jalan yang sangat terkenal di Spanyol, bahkan Eropa. Suasana La Rambla sangat ramai, dipenuhi orang-orang yang berjalan-jalan menikmati hangatnya mentari. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam lho. Karena Juni sudah masuk waktu musim panas, matahari biasanya terbenam sekitar pukul 9 malam. 

Banyak pemandangan menarik di sini. Salah satunya aksi performer jalanan. Mereka mengecat tubuhnya dengan cat warna-warni, ada yang  putih, hitam bahkan warna emas dan perak dengan pakaian yang eksentrik. Mata saya tertuju pada seorang yang tubuhnya diberi warna hijau dengan pakaian seperti gurita dengan banyak tangan-tangan sedang berfoto dengan gaya mencengkeram seorang pengunjung. Usai berfoto, dia melemparkan koin euro ke topi yang ada di depan gurita hijau tadi.

Saya melanjutkan jalan-jalan di La Rambla. Semakin malam, suasana jalan makin ramai. Ada kios-kios bunga juga di area La Rambla, juga restoran dan kafe-kafe yang menunya terpampang di papan depan masing-masing restoran. Di ujung selatan La Rambla terlihat tugu Mirador de Colom yaitu tugu yang  menjulang setinggi 50 meter yang dibangun sebagai penghargaan kepada Christopher Colombus, penemu benua Amerika. 

Gereja Gaudi Yang Monumental

Ini adalah salah satu landmark Barcelona. Gereja ini masih dalam proses pembangunan yang baru akan selesai tahun 2025. Konstruksi  gereja telah dimulai pada tahun 1882 dan pembangunannya masih terus berlangsung hingga kini. Gereja Katolik Roma ini aslinya dirancang oleh Antoni Gaudi (1852-1926). 

Selama lebih dari 40 tahun, Gaudi bekerja untuk proyek ini. Setelah wafatnya Gaudi pada tahun 1926 karena tertabrak trem di Gran Via, proyek ini diteruskan. Gaudi sendiri dimakamkan di ruang bawah tanah Sagrada Familia. Pembangunan gereja ini sempat terhenti karena pecahnya perang saudara di Spanyol pada tahun 1935. Proyek ini kemudian dilanjutkan pada tahun 1950-an hingga kini.

Pengunjung bisa masuk untuk melihat desain interior dan arsitektur bangunan yang megah ini dengan membeli tiket 8 euro. Untuk bisa naik untuk melihat panorama dari atas bangunan harus membeli tiket tambahah seharga 2 euro. Sebuah lift akan membawa Anda ke puncak menara. Dari atas Anda dapat menyaksikan pemandangan yang indah kota Barcelona.

Barcelona dari Puncak Tibidabo

Lokasinya terletak di pegunungan Barcelona dan menawarkan pemandangan spektakuler kota. Untuk mencapai tempat ini, Anda harus menggunakan metro ke Tibidado Station, kemudian dilanjutkan dengan Tramvia Blau dan trem untuk sampai ke gunung.

Dari sini terlihat betapa indahnya kota Barcelona di bawah sana. Gereja Gaudi tampak seperti miniatur dari atas sini. Tidak jauh dari gereja terdapat area bermain, Parc d‘ Atraccions Tibidabo dan museum d’automats del Tibidabo. Turun dari Tibidado, saya  makan di restoran dengan menu Paellas mix, yang mirip nasi kuning, tepatnya sih mirip risotto karena meski mirip nasi tetapi penyajiannya agak sedikit mirip risotto yang dsajikan di hot plate seperti penggorengan kecil dengan campuran 2 paha ayam kecil, 2 kerang hijau, 1 scalop. 

Pantai Barcelona

Barcelona terkenal akan pantainya yang eksotis. Di sini terdapat bangunan miring L’estel Ferit yang dibangun oleh Rebecca Horn. Sejauh mata memandang, tampak pengunjung yang sedang berjemur dan bermain di pantai. Semua perempuan baik yang tua, muda sampai anak-anak menggunakan bikini, bahkan ada yang topless.

Pemandangan di pantai ini membuat saya tersenyum. Bagaimana tidak, baru di sini saya melihat penjual donat yang tampan. Ia menjunjung sekeranjang donat di atas kepalanya. Ada juga laki-laki yang datang menghampiri saya untuk menawarkan barang dagangannya yang ada di dalam ember yang berisi air. Ternyata laki-laki ini menjual kelapa tua dalam bentuk yang sudah dipotong, kalau di Jakarta ibaratnya penjual buah potong. Tidak lama terdengar suara sirine yang kira-kira memberi peringatan bagi para pengunjung untuk tidak berenang melampaui batas yang telah ditetapkan. Peringatan disiarkan dalam 4 bahasa, bahasa Spanyol, Perancis, Italy dan Arab.

 

Shutterstock Kastil di Barcelona, Spanyol, bernama Castell de Montjuic

Kastil Barcelona

Tempat terakhir yang saya kunjungi di Barcelona adalah Castell de Montjuic atau populer dengan nama Kastil Barcelona. Suara saksofon terdengar dengan syahdunya, dimainkan oleh pengamen jalanan di depan kastil. Kastil dikelilingi pagar beton atau benteng yang tebal dan tinggi, jarak antara pagar dan kastil sangat jauh, kurang lebih 200 meter.

Dengan menggunakan bis dari halte tempat saya turun, perjalanan saya lanjutkan ke Espania. Di Espania terdapat banyak gedung-gedung modern seperti hotel del Catalunya, juga peninggalan gedung-gedung bersejarah. Pusat kota Barcelona terdapat disini, ada gedung Palau de Congressos (gedung MPR/DPR), Torre de Calatrava (tiang tinggi berwarna putih yang ujungnya terdapat aksen lengkung yang pada tahun 1992 digunakan untuk api olimpiade, didisain oleh Buxade), Anella Olimpica (gedung olimpiade), Estadi Olimpic (stadion olimpiad ).

Mata saya langsung tertuju ke gedung super megah di atas sana, Museu Nacional d’Art de Catalunya (MNAC). Untuk menuju ke atas, selain tangga disediakan eskalator juga, lumayanlah buat mengurangi lelah karena terlalu banyak berjalan kaki. Sudah berada di pertengahan, ada Font Magica de Montjuic, air mancur yang populer di Barcelona. Air mancur ini hanya beraksi di malam Sabtu dan Minggu, dan hari nasional Spanyol.

Pertunjukan Air Mancur

Tempat lain yang saya kunjungi adalah Arc de Triomf. Bangunan ini berbentuk gapura dengan beberapa patung malaikat bersayap di atasnya. Gapura raksasa ini dibangun pada tahun 1888.  Suasana pada malam itu begitu ramai, suara petasan terdengar beberapa kali. Semua orang terlihat bergembira pada hari Sant Joan yang dirayakan setiap tanggal 23 Juni. Perayaan dengan menyalakan kembang api dan petasan biasanya dilakukan pada saat matahari terbenam pada tanggal 23 Juni dan berakhir saat matahari bersinar pada tanggal 24 Juni.

Puas jalan-jalan di perkotaan Espania tadi siang, sore ini saya berjalan di gang-gang kecil yang di kanan kirinya terdapat bangunan-bangunan tinggi. Saya banyak menjumpai bangunan bersejarah seperti gereja Catedral, Museum Picasso, Barbier Muller Museum, Palau de la Generalitat, tugu perdamaian hak azasi manusia dan banyak lagi bangunan-bangunan bersejarah yang tidak bisa saya ingat satu persatu.

Tepat pukul 9.40 malam, saya memenuhi janji saya untuk menyaksikan pertunjukan air mancur di Font Magica de Montjuic. Saya merasa beruntung bisa menyaksikan pertunjukan ini karena sangat unik dan spektakuler, mengombinasikan antara air dan sinar laser. Penonton yang menyaksikan aksi air mancur ini berdecak kagum. Suasana malam ini begitu ramai, di luar dugaan saya. Semua orang sepertinya turun ke jalan, belum lagi bunyi petasan dari yang berukuran kecil sampai yang raksasa terus menerus diletuskan di beberapa jalan. Juga kembang api yang banyak dinyalakan oleh orang-orang di sekitar area tersebut. Adios Barcelona!

(Sri Hartini/ Equita Maulidya)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Travel Tips
Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Travel Update
5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com