Rabu, 29 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Mata Najwa
  • #Najwa Shihab
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma

Turis Kapal Pesiar Kunjungi Nusa Penida

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Jalak Bali (Leucopsar rotschildi) berada di pepohonan Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (27/4/2013). Pulau Nusa Penida kini menjadi tempat konservasi jalak bali yang merupakan satwa dilindungi.
NUSA PENIDA, KOMPAS.com - Sebagian besar wisatawan mancanegara (wisman) yang datang dengan menggunakan kapal pesiar National Geographic IV Orion ke Nusa Penida memanfaatkan waktunya untuk rekreasi melihat dari dekat pengembangbiakan Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) yang lokasinya terpisah dengan daratan Bali.

"Mereka juga tertarik melihat penangkaran burung langka di sebelah barat Pura Penataran Ped tepatnya di Banjar Bodong," ujar Direktur Friends of the National Parks Foundation (FNPF), I Gede Nyoman Bayu Wirayuda yang mengantar wisatawan tersebut, Selasa (21/10/2014).

Kapal Pesiar National Geographic IV Orion yang mengangkut sekitar 200 wisman merapat di dermaga Pelabuhan Nusa Penida, sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Bali, namun masuk wilayah Kabupaten Klungkung.

Rombongan wisatawan tersebut sebelum meninggalkan Nusa Penida untuk melanjutkan pelayaran menuju Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat membeli oleh-oleh khas Nusa Penida yakni kerajinan kain rangrang.

"Tidak elok rasanya kalau tidak membawa oleh-oleh khas Nusa Penida," ujar Susi, wisatawan asal Inggris.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Hasil Tenunan
Hampir sebagian besar rombongan tertarik dan membeli kerajinan kain rangrang. Seorang pedagang kain rangrang I Wayan Pedoman mengatakan, kerajinan kain rangrang menjadi tren di kalangan artis maupun birokrat.

Menurut Wayan, kapal pesiar yang baru pertama kali datang ke Nusa Penida akan sangat membantu mempromosikan kerajinan tersebut.

"Warga Pejukutan dan sekitarnya di Nusa Penida menjadikan proses pembuatan kain rangrang sebagai tumpuan hidup," katanya.
Editor : I Made Asdhiana
Sumber: Antara,