Menyesapi Keheningan Pahlawan Perang Malaysia - Kompas.com

Menyesapi Keheningan Pahlawan Perang Malaysia

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 22/08/2015, 15:02 WIB
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Ornamen-ornamen para pahlawan di Tugu Peringatan di kawasan Tugu Negara, Kuala Lumpur Malaysia, Kamis, (13/8/2015). Ukiran pahlawan tersebut merupakan arca tembaga yang diukir pada tahun 1966 oleh Felix de Weldon.
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Dalam membela negara dari serangan musuh, selalu prajurit yang menjadi korban perang. Entah itu terluka ataupun tewas dibunuh musuh. Semua yang dilakukan demi tugas negara yaitu mengamankan dan menjaga martabat negara. Untuk mengenang jasa-jasa para prajurit, dibuat satu tempat peringatan berbentuk tugu ataupun taman.

Itupun yang dilakukan oleh Malaysia dalam mengenang jasa-jasa para pejuangnya. KompasTravel sempat mengunjungi sebuah tempat untuk mengenang para pahlawan Malaysia bersama awak media dan perwakilan Malaysia Tourism Board. Tempat tersebut bernama Tugu Negara.

Sesaat mulai memasuki pelataran, sebuah tugu berdiri tegak. Terik matahari membakar kulit, seperti para pahlawan berjuang di tengah medan perang. Di badan tugu, bertuliskan "Untuk Mengingati Jasa Pahlawan-Pahlawan Yang Gugor" dan juga tertulis dalam bahasa Inggris yaitu "To Our Glorius Dead". Di bawah tulisan bahasa Inggris tersebut terdapat angka "1914-1918, 1939-1945, 1948-1960".

"Prajurit-prajurit tersebut berasal dari negara-negara yang berada di bawah Persemakmuran Inggris," kata pemandu wisata dari Malaysia Tourism Board, Jeevan kepada KompasTravel di sela-sela mengunjungi Tugu Negara.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Para wisatawan mengunjungi obyek wisata Tugu Negara di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (13/8/2015) siang. Tugu Negara merupakan tempat untuk mengenang para pahlawan Malaysia yang gugur dalam berperang menjaga ancaman kedaulatan negara.
Tugu Negara sendiri berada di tengah kolam dengan air yang memancur di sekelilingnya. Terdapat dua jembatan kecil yang menghubungkan pelataran untuk mendekat ke badan tugu. Di badan tugu, juga terdapat ukiran-ukiran nama-nama pahlawan yang gugur setiap periode perang.

Sebuah keramik berisi informasi Tugu Negara yang terpasang menunjukkan sejarah berdirinya tempat mengenang ini. "Pembuatan Tugu Negara ini diusulkan Y.T.M Tuanku Abdul Rahman Putra Alhaj, Perdana Menteri Malaysia pada tahun 1963 untuk memperingati semua pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kedaulatan negara termasuk mereka yang terdahulu," begitu kalimat tertulis di keramik tersebut.

Tugu Negara memiliki luas yaitu kira-kira 48.562 meter persegi dengan pembagian lima tempat yaitu Tugu Negara, Kolam Air Pancur, Astaka, Tugu Peringatan, dan Taman Tambahan. Untuk Tugu Peringatan sendiri, menurut Jeevan, melambangkan kemenangan tentara dalam menghadapi musuh.

Tugu Peringatan di kawasan Tugu Negara merupakan arca tembaga yang diukir pada tahun 1966 oleh Felix de Weldon. Ia adalah maestro pengukir dari monumen Iwo Jima di Washington.

Pada arca tersebut terlihat tujuh prajurit yang menunjukkan ekspresi berbeda. Satu prajurit dalam ukiran tugu tersebut memegang bendera Malaysia. Sementara dua orang prajurit memegang senapan seperti siap meluncurkan peluru ke arah musuh. Tiga orang terjatuh di tengah dan depan para prajurit yang sedang berjuang. Mereka berbalut warna hitam legam dengan warna bendera Malaysia di ujung mengarah ke langit.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Plat-plat lambang batalyon tentara-tentara dari negara Persemakmuran Inggris yang ikut berperang bersama Malaysia tertempel di plafon sebuah bangunan di kawasan Tugu Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (13/8/2015).
Tugu Peringatan tersebut juga dikelilingi kolam air mancur. Wisatawan dapat mendekat ke arah tugu dan mengambil foto. Berbeda dengan tugu negara, pelataran Tugu Peringatan memiliki tempat yang luas.

Dari dekat Tugu Peringatan dapat terlihat, gedung-gedung yang seperti berlomba-lomba mendekat ke horizon. Namun, warna hijau dari pohon-pohon, sekejap memberikan rasa sejuk yang pada siang hari ini terasa panas karena sengatan matahari.

Sebelumnya, ketika mendekat ke Tugu Negara, KompasTravel sempat melewati bangunan beratap dengan tiga kubah berwarna emas. Di bagian plafon bangunan, tertempel berbagai macam plat-plat dengan desain yang bervariasi.

Jeevan mengatakan plat-plat itu merupakan simbol-simbol batalyon tentara-tentara negara Persemakmuran Inggris yang ikut berperang. Plat-plat itu memiliki ragam warna yang menarik pandangan mata ketika menghadap ke atas.

Tugu Negara beralamat di 109 Jalan Ampang, 50450 Kuala Lumpur, Malaysia. Tugu Negara terletak berdekatan dengan Taman Tasik dan bersebelahan dengan Jalan Parlimen. Wisatawan tidak dipungut biaya jika mengunjungi obyek wisata ini. Sebuah pengalaman untuk melihat sekilas tempat napak tilas para pahlawan Malaysia. Tak ada kegiatan lain selain menyesapi sisa-sisa perjuangan prajurit Malaysia yang terpatri dalam bentuk tugu, ukiran, plat, dan pertanda lain.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Close Ads X