Wagub Jatim Dukung Pengembangan Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru - Kompas.com

Wagub Jatim Dukung Pengembangan Pariwisata Bromo-Tengger-Semeru

Kompas.com - 23/09/2015, 08:26 WIB
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Warga suku Tengger membawa sesaji untuk dilarung ke kawah Gunung Bromo pada puncak upacara adat Kasada, di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/8/2014). Kegiatan yang berlangsung setahun sekali ini harus dilaksanakan meski bau belerang dari kawah gunung menyengat.
SURABAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendukung upaya pembuatan kerangka kerja terperinci sebagai landasan pengembangan pariwisata di kawasan yang termasuk dalam Gunung Bromo-Tengger-Semeru.

"Kami melihat bahwa pengembangan pariwisata di kawasan Bromo-Tengger-Semeru harus membutuhkan tata kelola detinasi pariwisata yang terpadu dan terintegrasi," ujarnya usai menerima perwakilan Kementerian Pariwisata di kantornya, Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (21/9/2015).

Untuk mewujudkannya, maka perlu ada penekanan pelestarian alam dan budaya, serta keterlibatan para pihak yang berkepentingan dalam kegiatan pariwisata.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, sangat dibutuhkan pembuatan kerangka kerja terperinci (blueprint) agar tata kelola dan strategi antara pemangku kebijakan tentang kepariwisataan bisa sejalan.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Sejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000.
"Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota harus samakan strategi dulu, jangan sampai pusat arahnya ke kiri, provinsi ke kanan, kabupaten ke timur," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu.

Pembuatan kerangka kerja terperinci, lanjut Gus Ipul, menjadi semacam "kitab suci" kepariwisataan bagi pemerintah sehingga pembangunan kawasan BTS pada 10-20 tahun mendatang tetap konsisten dan mengacu pada strategi pembangunan yang terdapat pada kitab tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan, wakil gubernur memerintahkan Kepala Dinas Pariwisata Jatim Jarianto segera menyiapkan pembuatan kerangka kerja terperinci tersebut.

"Nanti pada 2016 dianggarkan membuat blueprint sebagai pegangan. Pembahasan juga harus detil, mulai desainnya, siapa mengerjakan apa, termasuk sumber daya manusia, investor, dan pelaku pariwisatanya," katanya.

KOMPAS/DEFRI WERDIONO Danau Ranu Kumbolo yang berada di jalur pendakian ke Puncak Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seolah menjadi magnet tersendiri bagi para pendaki. Tampak puluhan tenda milik pencinta alam memenuhi salah satu sisi danau, Rabu (5/6/2013) pagi.
Ia juga menjelaskan banyak kepentingan yang didapat dengan membuat kerangka kerja terperinci, yakni mendukung terbentuknya Forum Tata Kelola Pariwisata BTS, menciptakan sektor industri kreatif dan lapangan usaha baru.

"Dengan demikian maka perekonomian masyarakat setempat juga ikut terangkat," kata mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut.

Sementara itu, Asisten Deputi Tata kelola Destinasi Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata Oneng Setya Harini mengaku perlunya pegangan pasti untuk membangun destinasi wisata Bromo-Tengger-Semeru. "Apalagi wisata Bromo-Tengger-Semeru termasuk dalam Top 10 destinasi pariwisata di Indonesia," katanya.

EditorI Made Asdhiana
SumberAntara
Komentar