Obyek Wisata Kaldera Bromo Kembali Dibuka Secara Terbatas - Kompas.com

Obyek Wisata Kaldera Bromo Kembali Dibuka Secara Terbatas

Kompas.com - 28/02/2016, 08:12 WIB
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Wisatawan menyaksikan erupsi Gunung Bromo dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/12/2015). Walaupun masih bisa melihat dari jarak di luar 2,5 kilometer dari Gunung Bromo dan melihat matahari terbit, terkait status Siaga Gunung Bromo membuat wisatawan yang berkunjung turun drastis hingga 90 persen.
PROBOLINGGO, KOMPAS.com -Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kembali obyek wisata kaldera Gunung Bromo secara terbatas, setelah status gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu diturunkan menjadi waspada.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi pembukaan wisata Bromo yang dihadiri sebanyak 10 multipihak yang terkait, maka kawasan kaldera Bromo dibuka secara terbatas mulai hari ini pukul 13.00 WIB," kata Kepala Balai TNBTS Ayu Dewi Utari saat dihubungi dari Probolinggo, Jatim, Sabtu (27/2/2016).

(Baca: Probolinggo Tawarkan Paket Wisata Erupsi Bromo)

Status Gunung Bromo yang berada di perbatasan empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) pada 26 Februari 2016 pukul 13.00 WIB karena aktivitas gunung api tersebut menurun baik secara visual maupun seismik.

"Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan penurunan status menjadi waspada, maka masyarakat dan wisatawan dapat beraktivitas di kaldera Tengger atau lautan pasir berbisik, namun tidak diperkenankan menuju ke kawah Bromo," tuturnya.

Ia mengatakan dalam rangka konservasi ekosistem kawasan Gunung Bromo dan menghormati ritual "Wulan Kepitu" masyarakat Tengger, serta pembenahan jalur wisata, maka kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Tengger Laut Pasir sejak 27 Februari hingga 11 Maret 2016.

"Kegiatan selamatan budaya Tengger juga akan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2016 dan dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti seluruh pihak terkait dari empat pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo," paparnya.

(Baca: Jangan Takut Berlibur ke Gunung Bromo)

Ayu menjelaskan pembukaan kawasan wisata Bromo secara penuh dilaksanakan pada 12 Maret 2016 yakni kendaraan bermotor dapat memasuki kawasan Tengger Laut Pasir dengan menaati peraturan yang berlaku.

"Kami akan memberlakukan pengaturan jalur kendaraan bermotor, jalur kuda, dan jalur pejalan kaki, sehingga kami imbau wisatawan yang menggunakan jalur-jalur tersebut mematuhinya," ujarnya.

Sementara Kepala Sub-Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Hendra Gunawan mengatakan status Gunung Bromo diturunkan dari siaga menjadi waspada, setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas gunung api tersebut.

"Dengan penurunan status Gunung Bromo pada level II, maka jarak aman juga dipersempit menjadi 1 kilometer dari puncak kawah. Pada saat siaga, jarak aman sekitar 2,5 kilometer dari puncak," katanya. (Antara/Zumrotun Solichah)

EditorNi Luh Made Pertiwi F
SumberAntara
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM