Wisata Sehari di Puncak Bebas Macet, Ini "Itinerary" dan Trik Rahasianya - Kompas.com

Wisata Sehari di Puncak Bebas Macet, Ini "Itinerary" dan Trik Rahasianya

Muhammad Irzal A
Kompas.com - 08/05/2016, 13:06 WIB
KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Suasana kawasan wisata venice, barisan gedung bernuansa eropa dan aliran sungai kecil membawa suasana pengunjung ke Venesia.

BOGOR, KOMPAS.com - Berwisata ke daerah sekitar puncak Bogor hingga Kabupaten Cianjur menurut sebagian orang kerap memakan waktu lama, apalagi kalau bukan macet halangannya.

KompasTravel mencoba dalam satu hari mengunjungi berbagai obyek wisata juga berwisata kuliner dari Taman Safari, Cisarua hingga Taman Bunga Nusantara, Cianjur.

Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Cisarua, Puncak, hingga Kabupaten Cianjur kerap membuat wisatawan jengkel berwisata kesana di akhir pekan, apalagi saat “long weekend” 5-8 Mei 2016 ini.

Padahal dengan waktu yang tepat, Anda bisa menjelajahi berbagai wisata di kawasan tersebut tanpa terjebak macet parah, bahkan hanya membutuhkan waku kurang dari satu hari.

Awal liburan panjang akhir pekan, Kamis (5/5/2016) KompasTravel mencoba menjelajahi berbagai wisata mulai Taman Safari Indonesia, Puncak Pas atau Bukit Kebun Teh, Taman Bunga Nusantara, Little Venice, hingga mencicipi kuliner khas Sate Maranggi di Kabupaten Cianjur.

Berikut itenerary wisata yang bisa Anda coba lengkap dengan panduan waktu dan jalur yang digunakan.

Persiapkan diri Anda mulai pagi hari, berangkat menggunakan motor dari Jakarta bisa dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, jika menggunakan mobil disarankan lebih awal. Jarak dari tempat Anda memulai bisa disesuaikan, yang terpenting bisa sampai di petu keluar tol Ciawi atau Simpang Tiga Gadog, Kecamatan Ciawi, Bogor sebelum pukul 07.30 WIB.

Pada waktu tersebut saat musim liburan biasanya diberlakukan buka tutup jalur, tetapi dibuka untuk tujuan Puncak dan ditutup untuk tujuan Jakarta. Menggunakan mobil bisa padat merayap, tetapi tetap jalan, sedangkan motor akan bebas melenggang di jalanan kosong yang baru dibuka satu arah.

Memandang Indahnya perkebunan teh di Puncak Pass

Setelah tancap gas menaiki jalur puncak, Anda akan sampai di Puncak Pass, melewati Masjid Atta'awun akan sedikit tersendat, pasalnya di sini jalur akan menyempit dan berpapasan dengan jalur lawan arah yang sedang di tutup.

Anda bisa menepi sebentar di pelataran Puncak Pass, sekedar memandang indahnya kota Bogor dari ketinggian. Atau menaiki bukit yang ada di sebelah kiri Puncak Pass, selain berfoto, indahnya kebun teh di sana akan menyegarkan pikiran anda sejenak.

Tak perlu berlama-lama, jika jam sudah menunjukan pukul 08.30 WIB, Anda harus segera malanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu kawasan Wisata Kota Bunga.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Wahana perahu gondola mempercantik kawasan Little Venice, dibuat semirip mungkin dengan Venesia.
Berfoto dengan suasana ala Venesia di Little Venice

Tak terlalu lama dari Puncak Pass, sekitar 200 meter pertigaan Ciloto Anda mengambil arah kiri ke Kota Bunga atau jika terlihat padat bisa ambil alternatif lainnya.

Yaitu sekitar 30 menit dari Puncak Pass melewati pasar dan Istana Cipanas, ambil arah kiri setelah Pasar Cipanas atau setelah istana. Dari sana hanya 25 menit menuju kawasan Wisata Kota Bunga.

Jika Anda sudah melihat banyak taman-taman yang berjualan aneka bunga hias, atau sayur mayur segar dijajakan, maka sudah memasuki kawasan Kota Bunga.

Siap-siap di sebelah kiri Anda terdapat kompleks villa besar bertuliskan “Kota Bunga Puncak”, masuk lah ke sana mengkuti arah petunjuk jalan ke Little Venice.

Sesaimpainya di sana, suasana Venesia akan langsung terasa di gerbang masuknya. Dengan Rp 20.000 per orang, Anda bisa mengeksplor bangunan-bangunan yang unik dan lucu, mirip di Venesia, Italia.

Terdapat sungai yang membelah antara dua kompleks bangunan berarsitektur Eropa. Anda juga dapat menikmati berbagai wahana seperti Gondola atau perahu yang didayung mengarungi sungai kecil tersebut, lalu kapal Missisipi, Perahu Bebek, Sepeda Air, dan masih banyak lagi dengan rata-rata menambah tiket sekitar Rp 20.000.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Salah satu zona taman Perancis, bentuk geometris dan pangkasan perdu pendek yang merupakan ciri khas utama taman Perancis.
Berkeliling menikmati indahnya bunga berbagai negara di Taman Bunga Nusantara

Mengunjungi kawasan Wisata Kota Bunga, belum “afdhol” jika tidak mengunjungi Taman Bunga Nusantara yang masih berdekatan dengan Little Venice. Taman Bunga Nusantara berjarak sekitar empat kilometer dari keluar Little Venice, tepatnya di Jalan Mariwati Kilometer 7 Desa Kawungluwuk, Sukaresmi Cianjur.

Dengan tiket masuk Rp 30.000 Anda bisa bebas menikmati indahnya berbagai bunga dari macam-macam daerah dan negara. Taman Bunga ini menghadirkan zona-zona bunga daerah seperti taman Bali, taman Jepang, taman Perancis, hingga jenis bunga tertentu seperti taman Dahlia. Anda bisa lebih mengenal jenis-jenis bunga yang belum pernah dilihat.

Selain itu taman seluas seluas 23 hektar ini juga menyuguhkan wahana permainan yang lengkap, terdapat kereta untuk berkeliling yaitu Dotto Train dan Garden Tram. Selain itu Anda bisa mencoba wahana Labyrinth, Air Mancur Musikal, Go-Kart, ATV Race, Bumper Boat, dan masih banyak lagi.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Sate Maranggi Sari Asih yang beroprasi 24 jam, masih menggunakan cara tradisional untuk memasaknya. Tepatnya berada di Jalan Raya Pacet, Cipendawa, Kabupaten Cianjur.
Menyantap kuliner tradisional Sate Maranggi

Lelah berpetualang di Taman Bunga hingga menjelang sore hari, Anda tidak boleh lupa santap siang. Keluar dari Taman Bunga Tersebut melewati jalur Desa Cibodas, atau lebih dikenal Jalur Pacet. Jalur tersebut lebih dekat dengan Kota Cianjur, sekitar 45 menit dari Taman Bunga Nusantara.

Dari jalur tersebut Anda akan keluar di pertigaan Pacet, tepat di situlah terdapat sate Maranggi khas Cianjur yang tersohor. Ialah Sate Maranggi Sari Asih, tepatnya setelah pertigaan Jalan Raya Pacet, Cipendawa, Kabupaten Cianjur.

Sate Maranggi d isini, sudah tak perlu diragukan lagi cita rasanya, mobil dan motor berpelat F dari Bogor, B dari Jakarta, dan D dari Bandung pun kerap memenuhi parkiran hingga bahu jalan raya.

Anda dapat memesan dengan dua pilihan menu, yaitu sate maranggi tanpa lemak dan menggunakan lemak. Untuk menyantapnya bisa menggunakan nasi, atau ketan bakar sebagai pendamping khas sate maranggi.

Satu tusuk sate meranggi tanpa lemak dihargai Rp 3.500, sedangkan untuk yang menggunakan lemak cukup Rp. 2500. KompasTravel pun mencicipi satu porsi campur sate maranggi bersama satu balok ketan bakar.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Atraksi fire dance yang diadakan Taman Safari Indonesia, Ciawi , Bogor. Pertunjukan tersebut hanya dipersembahkan bagi wisataran yang mengunjungi program Safari Night.
Tantang adrenalin Anda di Safari Night, Taman Safari Cisarua Bogor

Saat perut terasa kenyang biasanya kerap menunda perjalanan atau bersantai lebih lama. Namun, waktu semakin sore, dan masih ada satu tempat lagi yang menyuguhkan suasana berbeda dengan biasanya, yaitu Safari Night.

KompasTravel memilih Safari Night di akhir karena pertunjukan ini hanya ada di liburan hari besar dan akhir pekan saja, lokasinya yang searah dengan jalan pulang pun dirasa pas untuk menutup petualangan “one day trip” kali ini.

Sebelum pukul 16.00 WIB Anda sudah harus bersiap tancap gas kembali ke jalur Puncak, karena menjelang maghrib biasanya jalur pulang ke Jakarta mulai dibuka. Dengan estimasi waktu yang tepat anda akan terhindar dari terkuncinya kendaraan di jalur buka-tutup puncak.

Safari Night akan dimulai sejak pukul 18.30, biasanya antrean kendaraan yang masuk gerbang Taman Safari Ciawi Bogor ini sudah memadati sejak menjelang maghrib. Jangan khawatir, dalam satu hari wisata ini bisa dinikmati 10 hingga 13 kilometer dengan berkeliling di area satwa.

Perbedaan wisata Safari Night ini dengan Safari di siang hari ialah, pengunjung tidak bisa menggunakan kenadaran pribadi, harus menggunakan kereta wisata terbuka, karena menggunakan jalur khusus malam hari.

Lalu tidak diperkenankan mengambil foto menggunakan blitz kamera dan memberi makan, karena akan mengganggu binatang, lalu terdapat zona khusus malam hari yang memberikan Anda sensasi ketegangan tersendiri.

Setelah berkeliling Anda dapat berfoto langsung dengan bayi binatang yang ada di Baby Zoo. Lalu mengunjungi teater terbuka tempat pertunjukan binatag pukul 22.15 WIB, dan Fire Dance khas Safari Night pukul 22.45.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal A
EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM