"Iluka"... Tips Mencicil Trip Singkat di Gold Coast! - Kompas.com

"Iluka"... Tips Mencicil Trip Singkat di Gold Coast!

Latief
Kompas.com - 13/05/2016, 21:04 WIB
M LATIEF/KOMPAS.com Dalam bahasa Aborigin, iluka berarti 'dekat dengan air'. Untuk urusan traveling atau berwisata, 'dekat dengan air' di Gold Coast, Queensland, Australia, bisa berarti banyak.

KOMPAS.com - Iluka! Itulah salam pertama ketika menginjakkan kaki di Gold Coast, Queensland, Australia. Dalam bahasa Aborigin, iluka berarti 'dekat dengan laut'.

Untuk urusan traveling atau berwisata, 'dekat dengan laut' di Gold Coast ini bisa berarti banyak. Pertama, wisatawan bisa menikmati bermacam gaya piknik yang aktifitasnya berhubungan dengan laut, pantai, sungai, laut atau kanal dan semuanya yang erat dengan air.

Kedua, rata-rata semua tempat wisata di darat pun pasti dihubungkan dengan air laut. Karena memang, Gold Coast sangat menjual laut, pantai, dan sungai dalam beragam bentuk atraksi wisatanya, terutama kegiatan luar ruang (outdoor activity).

Tapi, kalau Anda bingung menentukan pilihan, Kompas.com menawarkan tip mencicil trip Anda di daerah yang luas dan kaya akan pantai berpasir keemasan ini. Simak berikut trik menjelajah Gold Coast yang dimulai dari city tour Anda dalam sehari saat pertama bertandang:

M LATIEF/KOMPAS.com Wisatawan bisa menikmati pandangan luas ke sekeliling lantai 77 Sky Point, Gold Coast, Queensland, Australia. Laut, pantai "surga surfing", sungai dan kanal-kanal terhampar luas di antara pencakar langit.
1. Sky Point

Berdiri tegak setinggi 230 meter di bibir pantai Surfers Paradise, gedung tertinggi di Australia ini cocok untuk dijadikan tujuan pertama setiba di Gold Coast. Dari lantai pertamanya, hanya dalam dua menit "lift" akan ngebut membawa naik ke lantai 77.

Makan siang di restoran ini cukup enak. Wisatawan tak perlu khawatir urusan pilihan makanan. Dari salad terbaik, daging atau seafood ukuran jumbo tersedia di sini. Bahkan, bagi wisatawan muslim bisa memilih menu halal. 

Sambil menunggu pesanan tiba, wisatawan bisa menikmati pandangan ke sekeliling lantai 77 ini. Laut, pantai "surga surfing", sungai dan kanal-kanal terhampar luas di antara pencakar langit. Semua pemandangan itu seolah berebutan minta dinikmati lebih dulu oleh mata. Plus, bonusnya langit yang biru nian!

M LATIEF/KOMPAS.com Pelabuhan perahu layar sewaan ini bisa disambangi di Sea World Drive Main Beach. Khusus penumpang sebanyak enam sampai delapan orang, wisatawan bisa menyewa electric boat.
2. Berlayar

Usai makan siang dan menjelajahi pemandangan kota, acara piknik berikut yang cocok dilakukan adalah berlayar (sailing cruises) menggunakan perahu layar tradisional atau catamaran mewah, atau perahu modern bertenaga listrik.

Pilihannya memang banyak bagi wisatawan berkelompok, baik keluarga maupun grup. Pelabuhan perahu layar sewaan ini bisa disambangi di Sea World Drive Main Beach. 

Khusus penumpang sebanyak enam sampai delapan orang, wisatawan bisa menyewa electric boat. Harganya variatif, mulai pelayaran selama satu jam dengan perahu jenis duffy snug classic seharga 165 dollar Australia sampai pelayaran lima jam seharga 835 dollar Australia dengan duffy 22 feet luxury. Yang terakhir inilah yang biasa disebut "limousine on the water".

M LATIEF/KOMPAS.com Tak perlu langsung menjajal nikmatnya surfing, terutama para pemula. Sekadar leyeh-leyeh di pantai bisa dijadikan pilihan utama, mengingat dua aktifitas sebelumnya sudah cukup menguras waktu, dan mungkin juga tenaga.
3. Surfers Paradise

Kata "Surfers Paradise" bukan semata kiasan "surga surfing", tapi memang ada gerbang besar bertuliskan "Surfers Paradise". Di pantai inilah ramai orang berselancar menunggangi ombak, baik dari kalangan profesional maupun pemula.

Tak perlu langsung menjajal nikmatnya surfing, terutama para pemula. Sekadar leyeh-leyeh di pantai bisa dijadikan pilihan utama, mengingat dua aktifitas sebelumnya sudah cukup menguras waktu, dan mungkin juga tenaga. Sisakan waktu untuk besok hari untuk belajar berani menaklukkan ombak di sini.

Selepas bersantai, acara selanjutnya bisa diarahkan untuk berburu tempat makan malam atau berbelanja sembari menuju perjalanan kembali ke hotel. Hanya sepelemparan batu dari gerbang pantai hingga sejauh mata memandang tampak berderet toko dan kedai makanan atau kopi sebagai teman penikmat lelah wisatawan selama seharian.

Selamat piknik, iluka!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisLatief
EditorLatief
Komentar

Close Ads X