Selasa, 28 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

Ombak Bono Potensial Jadi Magnet Pariwisata Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebutkan bahwa destinasi wisata Ombak Bono kini mendapat kawasan pariwisata ekonomi khusus sebagai magnet wisata yang ada di daerah setempat.

"Kemarin itu bapak menteri pariwisata sudah me-launching wisata Riau. Beliau sudah mengeksposnya kemana-mana, dan Bono mendapat kawasan ekonomi pariwisata khusus untuk dikembangkan oleh pemerintah pusat," ujar Arsyadjuliandi Rachman di gedung aula darma wanita, Pekanbaru, Kamis (2/6/2016).

Sebelumnya, pada Jumat (27/5/2016) yang lalu Menteri Pariwisata Arief Yahya meluncurkan potensi pariwisata Riau di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Gubernur Riau berharap Ombak Bono menjadi magnet pariwisata Riau untuk mendorong destinasi-destinasi yang lainnya. Anggaran untuk memulai infrastruktur dalam memajukan pariwisata sudah disediakan, akan tetapi akan dimulai secara bertahap untuk membangunnya.

"Untuk perbaikan jalan menuju Bono sudah kita mulai, hanya memang masih terdapat beberapa kilometer ditemui jalan bertanah," kata Arsyadjuliandi Rachman.

Pemprov Riau tidak menargetkan adanya investor besar yang langsung masuk, tetapi akan dilakukan secara bertahap. "Yang pasti investor sudah mulai melirik. Kalau menargetkan investor besar langsung ya tidak mungkin. Karena kalau soal angka-angka orang akan berpikir," ucapnya lagi.

Namun, lanjut Arsyadjuliandi Rachman, pemerintah kabupaten/kota sudah membangun homestay-homestay di tempat wisata, dan itu juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian.

Sebelumnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, Fahmizal Usman mengatakan bahwa gelombang Bono yang hanya terdapat Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan kian diminati oleh turis asing terutama bagi para peselancar dunia.

"Kita terus mencari dan gali potensi-potensi wisata di daerah seperti wisata Ombak Bono. Kita akan terus kembangkan dan gaungkan sampai ke mancanegara," kata Fahmizal Usman.

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: ANTARA,