Kopi Paling Siap untuk Pengembangan Agrowisata di Dataran Tinggi Gayo - Kompas.com

Kopi Paling Siap untuk Pengembangan Agrowisata di Dataran Tinggi Gayo

Kontributor Takengon, Iwan Bahagia
Kompas.com - 21/07/2016, 13:03 WIB
KOMPAS.com/Iwan Bahagia Seorang warga negara asing sedang memotret proses peracikan kopi Gayo di salah satu Coffee Shop di Takengon, Aceh Tengah.

TAKENGON, KOMPAS.com - Kegiatan Lokakarya Agrowisata Berbasis Komunitas Kopi digelar di Takengon, Aceh Tengah, Rabu (20/7/2016). Kegiatan yang berlangsung sehari itu dibuka oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin.

Peserta lokakarya terdiri dari beberapa pejabat SKPA dan S KPK terkait dari 4 kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Selatan. Selain itu peserta lokakarya berasal dari sektor swasta, pegiat kopi, serta pengurus forum kopi dan Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo.

Lokakarya yang difasilitasi Bappeda Aceh ini, menurut panitia penyelenggara, Aswar ditujukan untuk mempromosikan agrowisata kopi di Dataran Tinggi Gayo.

"Melalui Lokakarya Agrowisata Kopi diharapkan ada kesepahaman di antara pemangku kepentingan dalam mengelola dan mengembangkan kawasan agrowisata kopi," kata Aswar.

Lokakarya diisi dengan beberapa materi di antaranya strategi dan kebijakan pengembangan pariwisata Aceh dengan nara sumber Kadis Budaya dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi. Kemudian best practice pengelolaan dan pengembangan Agrowisata berbasis komunitas oleh Made Suarnata, seorang pegiat wisata ekologi berbasis desa.

Selain itu, para peserta lokakarya mendapatkan materi tentang tantangan pengembangan Agrowisata Kopi Gayo yang dibawakan oleh praktisi lokal, Zaini.

Sementara Bupati Nasaruddin mengatakan lokakarya yang digagas sangat tepat untuk merumuskan model dan strategi pengembangan potensi kopi gayo sebagai obyek agrowisata utama di Provinsi Aceh.

"Saat ini kopi adalah yang paling siap untuk pengembangan agrowisata," ujar Nasaruddin.

Kesiapan tersebut, menurut Nasaruddin, karena akses untuk menjangkau wilayah tengah Aceh saat ini sudah relatif lebih lancar, baik melalui jalan darat maupun jalur udara yang beberapa waktu ke depan akan rutin beroperasional pesawat berbadan sedang.

Nasaruddin menegaskan pihaknya fokus untuk membenahi infrastruktur jalan perkebunan kopi yang diharapkan tidak hanya memudahkan pengangkutan produksi tapi juga bernilai wisata.

"Jadi ke depan sektor kopi bukan hanya tentang produksi, namun juga nilai tambah ekonomis dari agrowisata," kata Nasaruddin.

PenulisKontributor Takengon, Iwan Bahagia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X