Noken, Oleh-oleh Khas Papua Favorit Turis - Kompas.com

Noken, Oleh-oleh Khas Papua Favorit Turis

Kompas.com - 10/08/2016, 19:03 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Warga menyelesaikan pembuatan noken (tas dari Papua) dari tali sagu di Sanggar Kelompok Gescu Cepes, Kampung Jasiw, Distrik Atsy, Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (18/8/2013). Hasil kerajinan anyaman khas Asmat itu dijual Rp 500.000 per tas.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Noken, tas tangan rajutan khas Papua menjadi salah satu hasil kerajinan yang paling banyak dicari dan dibeli oleh turis asing dan lokal ketika berkunjung ke Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua.

Ayu, pengelola toko Papua Art yang menyuguhkan kerajinan tangan di kompleks Pasat Hamadi, Kelurahan Hamadi, di Kota Jayapura, Rabu (10/8/2016), membenarkan hal itu.

"Biasanya pengunjung atau turis lokal dan asing membeli noken sebagai 'oleh-oleh' buat sanak keluarga," katanya di tengah kesibukan membersihkan dagangannya.

Menurut dia, noken mempunyai banyak ciri khas atau jenis dan kegunaannya, tergantung dari daerah mana yang ingin dicari. Misalnya, noken dari Asmat yang mempunyai ciri khas bulu burung kasuari atau bulu burung elang atau ayam.

Sementara noken dari daerah Mepago, yang meliputi Kabupaten Nabire, Dogiyai, Intan Jaya dan Deyai rata-rata terbuat dari kulit anggrek yang harganya sampai jutaan rupiah.

"Kalau noken dari Lapago atau daerah Jayawijaya itu terbuat dari akar atau kulit pohon dan daun pandan hutan. Bahkan yang banyak beredar itu terbuat dari benang yang dirajut hampir sama dengan noken dari PNG terbuat dari benang wol," kata Ayu.

Senada dengan dia, rekannya Nasrulah, mengaku bahwa ukiran Asmat, koteka dan lukisan kulit kayu juga banyak dipesan oleh pelanggan ataupun pengunjung yang datang untuk membeli langsung.

"Kalau harga untuk ukiran Asmat mulai dari Rp100 ribu hingga jutaan rupiah. Kalau koteka mulai Rp50 ribu hingga seratusan ribu. Sementara lukisan kayu mulai Rp150 ribu hingga jutaan rupiah," kata Nasrulah.

Sedangkan pengelola Dani Art, Syarif mengaku ikat kepala burung Cenderawasih yang paling banyak dipesan oleh turis ataupun pelanggan.

"Harganya mulai Rp350 ribu hingga Rp2 jutaan. Rata-rata dipesan untuk menyambut tamu atau ada acara adat dan juga ada yang dijadikan buah tangan," katanya.

Tempat penjualan kerajinan tangan khas Papua yang terletak di Kompleks Pasar Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, berjarak kurang lebih 6-8 kilometer dari pusat kota.

Dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, berjarak kurang lebih 45 kilometer. (Antara/Alfian Rumagit)

EditorNi Luh Made Pertiwi F
SumberANTARA
Komentar