Hari Ini Seribu Gandrung Menari di Pantai Banyuwangi - Kompas.com

Hari Ini Seribu Gandrung Menari di Pantai Banyuwangi

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 17/09/2016, 06:15 WIB
KOMPAS/ADI SUCIPTO Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melestarikan gandrung dimulai dengan memperkenalkan tari tersebut kepada khalayak. Sebanyak 1.053 pasang penari gandrung dilibatkan dalam Paju Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2013).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Seribu penari Gandrung akan menari pada Festival Gandrung Sewu yang akan digelar di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/9/2016). Untuk tahun 2016, tari kolosal yang digelar setiap tahun ini mengambil tema "Seblang Lukinto".

Tari kolosal yang sudah masuk tahun kelima ini mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajah Belanda pada tahun 1776-1810 dan merupakan kelanjutan tema tahun sebelumnya yaitu "Podho Nonton" yang menampilkan teatrikal tentang perjuangan rakyat Banyuwangi yang dipimpin Rempeg Jogopati dalam melawan penjajahan VOC.

Saat itu, tarian diakhiri dengan kisah perlawanan para pejuang hingga titik akhirnya. “Jika tahun lalu mengisahkan kekalahan prajurit Blambangan, namun tahun ini berbeda. Tema ini akan mengisahkan kebangkitan sisa-sisa prajurit Rempeg Jogopati untuk kembali mengangkat senjata melawan penjajah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi,  MY Bramuda kepada KompasTravel, Jumat (16/9/2016).

Arti nama "Seblang Lukinto", menurut Bramuda, "seb" artinya meneng (diam), dan "lang" diambil dari kata langgeng artinya selawase atau selamanya.

Sedangkan "Lukinto" merupakan kata dari bahasa Sansekerta yang artinya “dirahasiakan”. Jika keduanya digabungkan maknanya menjadi rencana yang harus dirahasiakan selamanya.

“Pada saat tokoh penggerak perlawanan terhadap penjajah, Rempeg Jogopati jatuh, prajuritnya tercerai berai di beberapa wilayah di Banyuwangi. Sehingga upaya mereka untuk melawan VOC terhenti. Untuk mengumpulkan kembali pasukan yang terpisah-pisah itu, orang-orang yang merupakan bekas prajurit Rempeg Jogopati membentuk kelompok seni. Mereka menyanyikan tembang 'Seblang Lukinto' secara berkeliling atau mengamen," kata Bramuda.

BUDIOSING SETIANTO Penari Gandrung Banyuwangi
Pertunjukan ini akan terasa berbeda dari perhelatan Gandrung Sewu sebelumnya yang banyak menyuguhkan fragmen teatrikal dam pata penari akan menyanyikan gending Seblang Lukinto sebagai wujud perintah untuk mulai bersatu melawan penjajah.

"Gandrung Sewu sudah menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi dan tentunya penampilannya akan berbeda setiap tahunnya. Semua masyarakat bisa menonton langsung di Pantai Boom Banyuwangi dengan latar belakang Selat Bali," tambah Bamuda.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis "Take Me Anywhere 2". Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam.

Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Mau Liburan Gratis di Yogyakarta? Ikuti Kuis "Take Me Anywhere 2"

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM