Artotel Sanur, Pilihan Menginap di Bali untuk Turis Berjiwa Seni - Kompas.com

Artotel Sanur, Pilihan Menginap di Bali untuk Turis Berjiwa Seni

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 19/10/2016, 20:08 WIB
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Kamar Artotel Sanur, Denpasar, Bali bertipe Studio 30.

DENPASAR, KOMPAS.com - Liburan ke kawasan Sanur di Kota Denpasar bisa jadi alternatif destinasi wisata selain Kuta atau Ubud. Suasana yang tak terlalu ramai dan punya variasi obyek wisata adalah beberapa keunggulan dari Sanur.

Tak hanya itu, di Sanur juga terdapat penginapan yang berkonsep beda. Adalah Artotel Sanur yang menghadirkan konsep hotel dengan balutan seni kontemporer nan modern di interior bangunan maupun eksterior hotel.

Begitu masuk di area lobi hotel, mata Anda akan memandang dengan karya-karya seniman seperti Kuncir Sathya Viku (Bali), Arnis Muhammad (Aceh) dan Rio Simatupamg (Palu). Sementara, di tangga lobi berdiri sebuah seni instalasi menyambut.

"Karya-karya kita di Artotel Sanur lebih ke kontemporer. Di Sanur kita lebih berani lagi. Kalau di Jakarta atau Surabaya, kita cuma main grafiti dan stiker karena hemat budget. Dalam artian seniman hanya buat di format A3 lalu kita scan, kita sebarkan. Di sini kita ada instalasi. Di lantai satu instalasi, lantai empat ada instalasi juga. Di lantai dua semua beda-beda karyanya," kata Corporate Art Manager Artotel Indonesia, Safrie Effendi kepada KompasTravel di Artotel Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (15/10/2016) lalu.

Secara penyiapan interior dan eksterior hotel, Safrie mengatakan bekerja sama dengan lima seniman yang berdomisili di Bali. Adapun lima seniman lokal berbakat di bidang seni kontemporer itu, yaitu Ines Katamso, Natisa Jones, Kemal Ezedine, I Made Wiguna Valasara, dan Pintor Sirait.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Seni instalasi bermakna ombak di area Artspace Artotel Sanur.
"Kita di sini mau berikan pengalaman kepada tamu hotel. Pas check-in, kan suka lama mengantre jadi bisa menunggu dulu lihat-lihat di artspace (ruang pameran). Jadi bisa mendapatkan pengalaman sebelum masuk kamar. Saat masuk kamar ada karya seni lagi," jelasnya.

General Manager Artotel Sanur, Goya A. Mahmud menjelaskan pada awalnya sempat ragu dengan konsep Artotel yang kental dengan anak muda. Namun, setelah penelitian, area Sanur ini butuh konsep hotel yang beda.

"Sanur ini kan banyak hotel-hotel lama. Tapi kita punya sentuhan yang modern. Secara Sanur ini pasarnya lebih ke Eropa, mereka ke Sanur karena alasan seni dan budaya. Beda dengan Kuta. Secara konsep, Artotel Sanur mengambil tema layang-layang. Karena Sanur terkenal dengan Festival Layang-Layang. Desainnya hotelnya dibuat dengan ada unsur layang-layang," kata Goya saat sesi tanya jawab dengan wartawan peserta Media Fam Trip Artotel.

Ia menyebutkan konsep layang-layang terepresentasikan di setiap sudut hotel seperti di bagian dinding kayu yang berbentuk trapesium. Selain, di dalam kamar juga terdapat seni-seni instalasi maupun wallpaper yang berhubungan dengan layang-layang.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana restoran Roca di pelataran Artotel Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (15/10/2016). Hotel dengan arsitektur modern itu dikombinasikan dengan pesona budaya lokal Bali yakni tradisi dan budaya layang-layang tradisional khas Sanur melalui ornamen-ornamen berkarakter layang-layang di setiap sudut bangunan dan interior hotel.
Seperti di kamar bertipe Studio 30 yang KompasTravel tempati, di bagian dinding terpanjang instalasi awan berwarna putih. Lantai dan dinding didominasi warna coklat dengan beberapa bagian bermotif trapesium.

Di dalam ruang kamar tersedia TV layar datar 49 inci, Safe Deposit Box, mesin pembuat kopi Dolce Gusto, dan koneksi internet Wi-Fi secara cuma-cuma. Beberapa kamar juga memiliki balkon dengan pemandangan laut atau kawasan sanur.

Artotel sendiri memiliki tiga tipe kamar yakni Studio 30, Studio 40, dan Studio 55 dengan karya artistik yang berbeda. Artotel juga menghadirkan fasilitas resepsionis 24 jam, restoran & bar Roca yang menyajikan pilihan makanan Indonesia dan Barat, ruang pertemuan, Meetspace, dengan kapasitas hingga 100 orang.

Tersedia pula kolam renang di lantai paling atas dan Bart (bar at The rooftop), koneksi Wi-Fi dengan kecepatan maksimal secara cuma-cuma di semua area hotel, serta tidak ketinggalan Artspace yang berfungsi sebagai galeri seni khas Artotel.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM