Banyuwangi Ethno Carnival Digelar Akhir Pekan Ini - Kompas.com

Banyuwangi Ethno Carnival Digelar Akhir Pekan Ini

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 08/11/2016, 20:09 WIB
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM Tiga anak muda dari Banyuwangi Ethno Carnival, yaitu Olivia Gunawan (17), Ni Luh Ratih Widanti (18), dan Moh Budi Sugiarto (21), dalam pameran bursa pariwisata Fitur di Madrid, Spanyol, yang berlangsung 20-24 Januari 2016 terus memukau pengunjung dan media-media dari sejumlah negara asing.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Banyuwangi Ethno Carnival 2016 akan digelar Sabtu (12/11/2016) mendatang. Sebanyak 156 model akan membawakan kostum sesuai dengan tema "The Legend of Sritanjung Sidopekso" dan melakukan parade di jalan kota Banyuwangi sepanjang dua kilometer.

Dijadwalkan Puteri Pariwisata 2016 Dhika Faradhiba dan runer up I dan II Putri Indonesia 2016 juga turut berparade dengan membawakan kostum barong dan gandrung.

"Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar secara tematik tiap tahunnya dengan berpijak pada budaya lokal. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat gandrung, barong using, seblang, adat kemanten using tahun ini yang kami persembahkan adalah kisah legenda asal mula Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada KompasTravel.

(BACA: Sejarah Cangkir Kuno di Festival Ngopi Sepuluh Ewu)

Menurut Anas, parade ini sengaja digelar dalam bentuk karnaval kontemporer untuk menjembatani tradisi dan budaya moderen.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda kepada KompasTravel, Selasa (8/11/2016) mengatakan, tema BEC 2016 “The Legend of Sritanjung Sidopekso” diambil dari tokoh-tokoh yang ada pada legenda asal usul nama Banyuwangi yaitu Putri Sritanjung, Patih Sidopekso dan Raja Blambangan Prabu Sulah Hadi Kromo.

"Nanti akan ada fragmen yang menceritakan legenda tentang Putri Sritanjung, Patih Sidopekso serta Prabu Sulah Hadi Kromo yang menceritakan legenda asal usul nama Banyuwangi," jelasnya.

(BACA: Ke Banyuwangi, Konjen AS Makan di Rumah Apung)

Bramuda mengatakan, BEC 2016 akan diselenggarakan di Jalan Veteran, Banyuwangi serta area seputar Taman Blambangan. Sebanyak 156 model akan memeragakan busana modifikasi tiga tokoh sentral dalam legenda, Putri Sritanjung, Patih Sidopekso dan Raja Blambangan Prabu Sulah Hadi Kromo.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Banyuwangi Ethno Carnival 2014 yang mengambil tema 'The Mystic Dance of Seblang Banyuwangi'.
Pada perhelatan BEC nanti, sosok Sritanjung akan ditampilkan dalam kostum seorang putri lengkap dengan selendang dan mahkota yang dihiasi untaian bunga melati. Sedangkan Patih Sidopekso dalam BEC akan ditampilkan sebagai seorang patih kerajaan yang kuat dan tangguh dengan kostum didominasi warna merah hitam.

Untuk kostum Prabu Sulah Hadi Kromo didesain dalam busana kebesaran berupa jubah kerajaan yang dilengkapi dengan mahkota dengan dominasi warna biru.

“Meskipun semua busana para tokoh legenda didesain dengan modifikasi dan penambahan ornamen namun ada pakem yang tidak boleh diubah sebagai ciri khas dari masing-masing tokoh," kata Bramuda.

Ia mengatakan Banyuwangi Ethno Carnival adalah salah satu parade fashion termegah Banyuwangi. "Sudah banyak tamu dari luar kota yang dijadwalkan untuk datang karena memang banyak yang ingin datang ke acara fashion ini," tambah Bramuda.

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM