Asal Usul Keju Ternyata dari Arab - Kompas.com

Asal Usul Keju Ternyata dari Arab

Silvita Agmasari
Kompas.com - 14/12/2016, 07:04 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Negara Barat, khususnya negara di benua Eropa terkenal sebagai penghasil keju terbaik dunia. Namun jangan salah, ternyata keju yang identik sebagai makanan dari Barat ternyata dibuat di Timur, tepatnya di Arab. 

Lewat siaran pers yang KompasTravel terima dari Centre National Interprofessionnel de lÉconomie Laitiere (CNIEL) dan European Unio dalam acara promosi Open Your Taste with European Cheese, di kafe Beau, Jakarta, Selasa (13/12/2016), dituliskan jika keju awal mulanya ditemukan oleh orang Arab. 

"Keju dibuat dengan proses artisan kuno dan dikisahkan jika keju sebenarnya dibuat secara tak sengaja oleh pedagang Arab," tulis siaran pers tersebut. Lebih lanjut diceritakan jika pedagang Arab tersebut menuangkan cairan susu ke kantung perut domba. Ia kemudian berkelana melewati gurun pasir.

(BACA: Inilah Keju Terbaik di Dunia...)

Pada malam hari saat pedagang tersebut memeriksa keadaan susunya, ia menemukan susu tersebut tak lagi sama. Ada dadih dan cairan yang terpisah yang disebabkan oleh rennit, enzim yang ditemukan di perut hewan mamalia. Suhu panas di siang hari juga membantu proses pembuatan keju ini. 

Akhirnya cara pembuatan keju ini menyebar sampai ke Eropa oleh Kerajaan Romawi. Di zaman abad pertengahan, biarawan mulai bereksperimen membuat keju dengan berbagai jenis yang berbeda.

Hingga saat ini, diketahui masyarakat benua Eropa adalah konsumen keju terbanyak di dunia. Berbagai eksperimen dilakukan hingga menghasilkan varian keju yang sangat banyak. Di Perancis sendiri ada 1.200 jenis keju.

PenulisSilvita Agmasari
EditorI Made Asdhiana
Komentar