Selasa, 28 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

4 Jenis Keju di Dunia, Apa Saja?

Huffingtonpost.com/Tingvollost Keju biru Kraftkar dari Tingvollost, produsen keju asal Norwegia, yang didaulat sebagai keju terbaik di dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keju adalah salah satu makanan paling terkenal di dunia. Masing-masing negara memiliki keju versi sendiri dengan rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda. Jumlah keju di dunia mencapai ribuan. Di Perancis saja, keju memiliki 1.200 ragam. 

Bahan dan cara pengolahan yang berbeda dapat menghasilkan keju yang berbeda pula. Namun secara garis besar, keju dibagi menjadi empat varian.

BACA JUGA: Inilah Keju Terbaik di Dunia...

Hal itu dipaparkan dalam kampanye Open Your Taste with European Cheese dari Centre National Interprofessionnel de lÉconomie Laitiere (CNIEL) yang didukung European Union di Beau, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Berikut daftarnya:

1. Keju lembek (soft)

Keju lembek adalah varian paling terkenal, serta disukai banyak orang. Seperti namanya, tekstur keju ini terbilang lembek dan meleleh ketika didiamkan di suhu ruang. Oleh karena itu keju lembut seringkali disantap bersama biskuit sebagai camilan.

Keju lembek terbilang tak tahan lama atau berusia pendek dibanding keju yang memiliki tekstur lebih keras. Jenis keju lembek contohnya adalah brie, camembert, mozzarella, dan reblochon.

2. Keju semi lembek

Keju semi lembek seringkali dijadikan makanan penutup. Keju jenis ini juga dapat disimpan di dalam kulkas tanpa menghilangkan rasa aslinya. Rasa keju semi lembek juga beragam, dari lembut sampai keju dengan aroma yang menusuk.

Contoh jenis keju semi lembek adalah raclette, gouda, abondance, dan morbier. 

3. Keju keras

Keju keras memiliki tekstur yang padat dengan aroma lembut sampai menusuk. Proses penyimpanan keju keras umumnya dilakukan dalam waktu bertahun-tahun, bukan hitungan bulan. Keju keras umumnya menggunakan susu berkualitas tinggi.

Beberapa jenis keju keras adalah emmental, parmigiana, beaufort, mimolette, dan tomme de savoie.

4. Blue cheese

Blue chesse adalah keju yang dari penampakannya memiliki 'urat' bewarna biru. Garis-garis biru tersebut sebenarnya adalah Penicillium Roqueforti, jenis spora yang aman untuk dikonsumsi. Blue cheese diketahui pertama kali dibuat oleh sebuah pabrik di New South Wales, Australia dan Gippsland pada tahun 1930 dan 1940-an.

Penulis: Silvita Agmasari
Editor : Sri Anindiati Nursastri