Sumbar Promosi Wisata Halal dan Kuliner di Norwegia - Kompas.com

Sumbar Promosi Wisata Halal dan Kuliner di Norwegia

Kompas.com - 12/01/2017, 10:16 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Suasana senja di Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Jam Gadang hingga kini menjadi ikon sekaligus tujuan wisata di Bukittinggi.

LONDON, KOMPAS.com - Indonesia akan mempromosikan Provinsi Sumatera Barat sebagai destinasi wisata peraih World's Best Halal Destination dan Halal Culinary 2016 di Reiselivsmessen 2017, salah satu pameran terbesar di Nordik di Oslo, Norwegia 13-15 Januari.

"Pelantun lagu Nasi Padang, Audun Kvitland, dan tim penari serta kuliner Sumatera Barat akan terjun untuk memeriahkan program kesenian di Reiselivsmessen," kata Pelaksana Fungsi KBRI Oslo, Dilla Trianti kepada Antara London, Kamis (12/1/2017).

(BACA: Pesona Seni dan Budaya Sumbar Memukau Masyarakat Orlando)

PT Garuda Indonesia, yang juga menyabet World's Best Airline for Halal Travellers 2016 di Dubai turut mensponsori pameran kali ini.

Dubes RI untuk Kerajaan Norwegia di Oslo, Yuwono A Putranto, menjelaskan KBRI Oslo menangkap peluang untuk memperkenalkan Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari destinasi wisata kepada publik Norwegia.

KOMPAS/RINI KUSTIASIH Ngarai Sianok di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, merupakan salah satu jalur yang disukai komunitas pesepeda. Jalur yang berkelok-kelok dan pemandangan alamnya yang indah itu membuat jalur ini sering dilintasi para pesepeda. Foto diambil pada 27 April 2014.
"Selagi masih hangat-hangatnya memperoleh penghargaan World Halal Tourism Awards 2016, kita melihat pentingnya memperkuat upaya promosi Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.

(BACA: Apa Bedanya Nasi Pauh dengan Nasi Padang?)

Menurut Yuwono, partisipasi KBRI Oslo merupakan hasil dari dukungan dan kerja sama banyak pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pariwisata RI.

Informasi yang diperoleh dari panitia Reiselivsmessen, pameran tahun ini diperkirakan akan diikuti sekitar 400 peserta yang memamerkan lebih dari 120 negara tujuan destinasi wisata.

Selama tiga hari, diharapkan sekitar 45.000 pengunjung dari Norwegia dan negara-negara Nordik akan hadir.

(BACA: Indonesia Menangi 12 Kategori World Halal Tourism Award 2016)

Anjungan Indonesia akan menempati area seluas 30 meter persegi dan terletak di posisi strategis, bersebelahan dengan panggung utama pameran.

KOMPAS/RIZA FATHONI Randang Itam Kayu Bakar.
Indonesia juga diharapkan akan memperoleh perhatian besar karena peran utama yang diberikan oleh panitia untuk penampilan kesenian dan kuliner Provinsi Sumatera Barat.

Selain Provinsi Sumatera Barat, anjungan Indonesia juga akan mempromosikan destinasi wisata alam dan wisata bahari seperti dari Provinsi NTT khususnya Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Aceh, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baleka Resort & Spa dan Risata Resort Bali memberikan sembilan vocer paket akomodasi dan tur di Bali bagi pengunjung anjungan Indonesia yang memenangkan kompetisi.

Misi pariwisata Provinsi Sumatera Barat ke Norwegia ini akan dipimpin Gubernur Sumatera Barat. Memanfaatkan kunjungan Gubernur Sumbar, KBRI Oslo juga sedang mempersiapkan sejumlah pertemuan dengan mitra terkait di Norwegia guna mengangkat peluang investasi.

SENDY ADITYA SAPUTRA Peserta Tour de Singkarak (TdS) 2014 disambut dengan tarian khas Minang sebelum memasuki Istano Basa Pagaruyung, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (9/6/2014).
Dubes Yuwono menjelaskan beberapa perusahaan besar Norwegia di bidang energi, perikanan dan pariwisata telah dihubungi KBRI Oslo untuk misi investasi Sumatera Barat ini.

KBRI Oslo juga akan mempertemukan Gubernur Sumbar bersama tim terpadunya, dengan beberapa kementerian dan lembaga kunci Norwegia guna memperkuat dukungan dan kerja sama teknis di sektor-sektor terkait.

Reiselivsmessen merupakan pameran wisata tahunan di Norwegia yang diselenggarakan tiap tahun pada bulan Januari.

Diharapkan dalam pameran ini pengunjung mempertimbangkan tujuan mereka akan berwisata untuk liburan musim panas (Juni-Agustus) dan musim dingin (November-Desember).

Masyarakat Norwegia memiliki tradisi berwisata yang tinggi dan memiliki spending yang besar.

Ahmad Arif/KOMPAS Suasana Desa Adat Wunga, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, pekan lalu. Desa yang berada di atas bukit kapur dan ada banyak kubur batu tua itu dipercaya warga Sumba sebagai kampung pertama nenek moyang mereka. Studi genetika menemukan, Wunga memiliki keragaman genetik paling lengkap di seluruh Sumba sehingga diduga orang Sumba berasal dari desa itu.
Dalam setahun, rata-rata untuk berlibur adalah 30 hari. Mereka pun mendapatkan tunjangan berlibur tiap tahun.

Potensi inilah yang membuat KBRI Oslo terus melakukan berbagai promosi wisata, guna mendorong peningkatan wisatawan asal Norwegia berkunjung ke Indonesia.

EditorI Made Asdhiana
SumberANTARA
Komentar