Dukung HPN 2017, Kemenpar Gelar Pameran di Ambon - Kompas.com

Dukung HPN 2017, Kemenpar Gelar Pameran di Ambon

Kompas.com - 31/01/2017, 07:20 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Pers Nasional (HPN) yang akan dilaksanakan di Ambon tanggal 4-10 Februari 2017.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan mendukung acara tersebut dengan menggelar dua pameran sekaligus pada 5 hingga 9 Februari 2017 di Lokasi HPN tepatnya Lapangan Merdeka, Ambon, Maluku.

”Kami akan menggelar dua pameran dengan tema yang berbeda. Poin utamanya adalah mendukung pekaksanaan Hari Pers Nasional agar semakin bermanfaat bagi semua pihak dan memiliki value yang tinggi untuk pariwisata Indonesia. Karena ini adalah acara besar, yang juga pasti akan berdampak besar,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti dalam siaran pers, Senin (30/1/2017).

(BACA: Monumen Pembaptisan Pertama Orang Olilit di Saumlaki, Maluku)

Esthy menjelaskan, kedua tersebut hasil kerja dari Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara dan Asdep Segmen Bisnis Pemerintah Kemenpar.

Pameran pertama, Kemenpar akan mempersiapkan booth menarik dengan ukuran 3 x 12 meter dan mengusung tema Pameran Summa Orientale 500 Tahun Perjalanan Jalur Rempah.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan mancanegara menikmati liburan di Banda Neira, Maluku, Selasa (7/4/2015).
”Tema ini sangat legendaris di Ambon dan sudah sangat mengakar yakni Jalur Rempah. Kita akan mengangkat Jalur Rempah ini sebagai daya tarik pariwisata. Tujuannya untuk mengetahui secara singkat sejarah perdagangan rempah di Indonesia dan tentunya untuk memperkenalkan potensi pariwisata di Maluku,” ujarnya.

(BACA: Pantai Ora Serasa di Maladewa)

Untuk isi pameran, lanjut Esthy, nantinya akan diisi peta pelayaran jalur rempah, Patung Portugis, Image Biota Laut, Perjanjian Breda, Dokumentasi Rempah-Rempah Maluku dan Video Jalur Rempah.

Untuk pameran yang kedua disiapkan booth 3 x 6 meter di tempat dan waktu yang sama. Pameran tersebut rencananya akan mengusung branding tanah air terkait 10 Bali Baru.

Ke-10 Bali Baru itu adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

”Selain terus mempromosikan 10 Bali Baru, kami akan menggenjot optimalisasi target pasar wisata jalur rempah di HPN ini. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa negara kita memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang telah mendunia," katanya.

KOMPAS.com / RONNY ADOLOF BUOL Sepasang turis asing berfoto dengan latar belakang Gunung Bromo dan Gunung Batok di Bukit Kingkong.
"Salah satu kekayaan itu adalah rempah-rempah yang tidak dimiliki bangsa lain. Sejarah peradaban bangsa Indonesia pada masa lalu telah mencatat bahwa rempah telah menjadi bagian penting dalam pembentukan peradaban dunia. Ini yang ingin kami angkat untuk Pariwisata Indonesia,” tambah Esthy. (*)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM