Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin - Kompas.com

Menyeruput Kopi di Garasi Mobil Ali Sadikin

Silvita Agmasari
Kompas.com - 14/02/2017, 08:55 WIB
Kompas.com/Silvita Agmasari Kedai Bang Ali, cafe di bagasi mobil rumah Ali Sadikin
JAKARTA, KOMPAS.com — Dari depan, tampak rumah mewah berukuran besar dengan tembok berwarna kuning gading. Pintu samping rumah yang terletak di Jalan Jati Murni Nomor 6, Jati Padang, Jakarta Selatan, itu terbuka lebar.
 
Papan bergambar seorang pria tersenyum lebar seakan menyapa untuk masuk. Papan tulisan tersebut bertuliskan "Kedai Bang Ali". Namun, sebelum ada papan itu, masyarakat Jati Padang menyebut rumah itu rumah Bang Ali Sadikin. 
 
"Rumah ini memang rumah Bang Ali, rumahnya ada dua. Rumah pertama di daerah Menteng, dekat dengan bioskop Metropole, rumah yang itu seperti rumah dinasnya. Kalau rumah yang ini rumah hari tuanya, rumah istirahat Bang Ali," kata Yasser, anak Ali Sadikin. 
 
 
Ali Sadikin adalah sosok Gubernur Jakarta paling terkenal yang menjabat dari tahun 1966-1977. Sosok beliau tak pernah lepas dari kontroversi.
 
Kebijakan gubernur berdarah Sunda yang akrab disapa Bang Ali ini sering ditentang meski akhirnya kini ia dikenal sebagai gubernur paling sukses membangun Jakarta. 
 
Kompas.com/Silvita Agmasari Kedai Bang Ali, cafe di bagasi mobil rumah Ali Sadikin.
Mampir ke rumah Bang Ali menjadi pilihan tepat untuk bernostalgia zaman keemasan Bang Ali sembari menyeruput secangkir kopi buatan Yasser. 
 
"Kedai Bang Ali ini baru buka empat bulan, kami (Yasser, Maikel, Aga, Cindy, dan Vino) membuka ini berlima. Orang sekitar sini memang tahunya ini rumah Bang Ali. Jadi, kami mau meningkatkan lagi awareness orang tentang Bang Ali," kata Yasser. 
 
Maikel, rekan Yasser, mengatakan, kedai kopi ini juga untuk mengingatkan kembali sosok Bang Ali yang mulai dilupakan.
 
"Kadang ada tamu yang tanya Bang Ali itu siapa? Tetapi, ada yang malah foto-foto di sana (tembok yang dipajang foto-foto Bang Ali) biasanya yang sudah berumur," kata Maikel. 
 
Kedai Kopi Bang Ali sendiri memiliki konsep "merakyat" dengan menyediakan hidangan dengan harga bersahabat. Di media sosial Instagram, Kedai Bang Ali menyebut khalayak sebagai rakyat. 
 
Kompas.com/Silvita Agmasari Cappucino dan nasi bakar di Kedai Bang Ali.
KompasTravel berkesempatan mencicipi cappucino dan nasi bakar di Kedai Bang Ali. Hanya dengan harga Rp 20.000, KompasTravel dapat menikmati cappucino dari biji kopi campuran asal Malabar, Bali, dan Toraja.
 
Rasa dan tampilan cappucino ini bahkan lebih baik dibanding rasa cappucino di kedai kopi dalam mal.
 
"Walau di garasi, kami pakai mesin kopi yang serius. Kami mau memperkenalkan ke orang banyak kalau dengan harga segini bisa dapat kopi berkualitas," kata Yasser. 
 
Nasi bakar di Kedai Bang Ali juga patut dicoba. Dengan harga Rp 15.000, nasi bakar dengan isian abon ikan roa dan teri menjadi teman pas untuk minum kopi dan mengobrol bersama sahabat. 
 
Karena masih terbilang baru, dekorasi di Kedai Bang Ali masih belum sempurna.
 
"Rencananya mau kami tempel quote dari Bang Ali di tembok," kata Yasser.
 
Ada bagian tembok yang memperlihatkan barang memorabilia Bang Ali, seperti potret fotonya dari masa kecil sampai tua, kamera kuno, dan buku-buku biografi Bang Ali.
 
"Kita berharap tamu yang datang ke sini mendapat kehangatannya beliau," kata Yasser. 
 
Kedai Bang Ali buka pukul 10.00-20.00 untuk hari Senin sampai Kamis dan Sabtu, hari Jumat buka pukul 10.00-21.00.
 
Kabar baiknya pada momen Valentine, tanggal 14-18 Februari, Kedai Bang Ali memberi promo beli satu cangkir kopi hangat gratis satu cangkir kopi hangat.
 
Pada tanggal 15 Februari saat pilkada, promo potongan harga sebesar 50 persen diberikan untuk tamu yang menunjukkan jari tercelup tinta, tanda ikut serta dalam pesta demokrasi. 
 

PenulisSilvita Agmasari
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X