Thai Airways dan Malaysia Tertarik Garap Pariwisata Indonesia - Kompas.com

Thai Airways dan Malaysia Tertarik Garap Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 20/02/2017, 17:12 WIB
KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN Candi Borobudur

BANGKOK, KOMPAS.com - Pameran Pariwisata Thai International Travel Fair (TITF) 2017 yang berlangsung 15-19 Februari 2017 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand, membawa berkah bagi pariwisata Indonesia.

Dalam pameran yang dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara itu disambangi oleh pelaku pariwisata Thailand dan Malaysia yang ternyata punya rencana besar untuk Indonesia.

Booth Indonesia yang menggunakan desain kapal Phinisi itu disambangi oleh Thai Airways. Maskapai milik Thailand itu dalam waktu dekat berjanji akan menambah kursi dan penerbangan ke Indonesia.

(BACA: Rahasia Sukses Thailand Gaet Wisman Terbanyak di Asia Tenggara)

”Yang pertama kami akan menambah jumlah kursi dengan mengganti pesawat yang lebih besar karena jumlah penumpang pesawat kami semakin hari semakin meningkat ke Indonesia bahkan hingga 90 persen. Kami juga sangat terkejut, bahkan bukan hanya dari Thailand, namun juga dari Eropa dengan paket yang kami siapkan mengunjungi Indonesia. Ini akan segera kami realisasikan,” ujar Administrative Assistant Package Tour Promotion and Sales Group Thai Airways, Panida Indrambarya saat menyambangi Booth Wonderful Indonesia sebagaimana disampaikan dalam rilis Kemenpar kepada KompasTravel, Senin (20/2/2017).

Panida di meja tamu disambut oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Pinisi yang dioperasikan Plataran di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timir, Selasa (19/1/2016).
Lebih lanjut Panida mengatakan, pihaknya bahkan ada rencana membuka penerbangan langsung ke kota lain di Indonesia selain Jakarta.

”Jika perkembangan di sini semakin signifikan, tidak menutup kemungkinan kami akan menambah penerbangan lagi ke kota lain,” kata wanita berambut pendek tersebut.

(BACA: Liburan Antimainstream di Thailand, Pergilah ke Udon Thani)

Dalam pameran tersebut, kabar menarik datang dari Kementerian Pariwisata Malaysia. Kendati negara tetangga itu pesaing Indonesia dalam meraih kunjungan wisman, namun Malaysia punya niatan bersinergi dalam dunia pariwisata yang akan dieksekusi kerja samanya satu atau dua bulan ke depan.

”Kita akan ajak Indonesia dan Thailand untuk bekerja sama segitiga untuk pariwisata, minimal langkah konkretnya adalah membuat paket wisata untuk ketiga negara ini. Semoga Indonesia menyambut niat dan strategi ini untuk pariwisata di Asia Tenggara,” ujar Deputy Director Malaysia Tourism Mazreena Mohd Yusof.

Rizki Handayani menyambut positif niatan dua negara tersebut. Untuk Thai Airways, menurut Rizki, merupakan kabar yang menggembirakan di tengah target meraup wisman dari Thailand.

”Seperti yang sering diutarakan oleh Menteri Arief Yahya, Thailand juga merupakan salah satu kolam yang banyak ikannya. Nah, apa yang dilakukan Thai Airways merupakan salah satu pendukung yang penting untuk membawa wisman ke Indonesia,” ujar Rizki.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).
Rizki berjanji akan berjuang terhadap Thai Airways dan maskapai-maskapai lainnya untuk membawa wisatawan Thailand dan wisman lainnya yang melakukan penerbangan hub dengan Thailand untuk terbang langsung bukan hanya ke Jakarta saja.

”Apalagi jika nanti ada penerbangan langsung ke Bali ataupun ke Yogyakarta di mana di situ ada Borobudur, maka akan semakin banyak wisman datang tanah air, karena dengan penerbangan langsung ke kota selain Jakarta, membuka peluang wisman untuk datang dengan biaya murah dan pilihan banyak destinasi,” ujarnya.

Terkait kerja sama dengan Kementerian Pariwisata Malaysia, Rizki akan melakukan langkah konkret dengan segera melaksanakan pertemuan antara Indonesia- Malaysia dan Thailand untuk berkoordinasi membentuk kerja sama seperti apa dan regulasi yang bagaimana dalam membuat paket wisata bersama. (*)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X