Tour de Lombok Mandalika Jadi Kalender Tetap Pariwisata - Kompas.com

Tour de Lombok Mandalika Jadi Kalender Tetap Pariwisata

Kompas.com - 03/03/2017, 07:58 WIB
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Panorama Pantai Kuta, kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/6/2016). Kawasan pesisir Mandalika berpotensi menjadi salah satu kawasan ekonomi khusus pariwisata yang dikembangkan untuk tujuan wisata unggulan Indonesia. Meski demikian, tantangan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal serta penataan kelestarian lingkungan dari dampak pembangunan perlu diperhatikan.

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Faozal memastikan ajang balap sepeda "Tour de Lombok Mandalika" masuk menjadi kalender tetap pariwisata yang diselenggarakan setiap tahun di daerah itu.

"Kita akan buat peraturan gubernurnya dulu, sehingga kalau sudah ada maka siapa pun yang menjadi gubernur, kepala dinas pariwisata, penyelenggaraan 'Tour de Lombok Mandalika' akan tetap dilaksanakan setiap tahunnya," katanya.

Saat menyampaikan hal tersebut, Mohammad Faozal di dampingi Ketua ISSI NTB Husnul Faozi, Ketua KONI NTB Andy Hadianto, dan Direktur Konstruksi dan Operasi PT ITDC Ngurah Wirawan di Mataram Kamis (2/3/2017).

Ia menuturkan, penyelenggaraan Tour de Lombok Mandalika sangat penting artinya bagi NTB terutama dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah itu sehingga ajang tersebut bisa dilaksanakan setiap tahun.

Oleh karenanya, lanjut Faozal, dibutuhkan sebuah aturan apakah itu peraturan gubernur (Pergub) dan peraturan lainnya yang bisa memastikan perlombaan tersebut bisa diselenggarakan.

"Pergub atau Perda diperlukan agar ajang bertarap internasional itu, tidak hanya satu kali diselenggarakan, namun bisa seterusnya dilaksanakan," tegasnya.

Untuk diketahui, ajang balap sepeda Tour de Lombok Mandalika digelar 13-16 April 2017. Kegiatan ini diikuti 17 tim dari dalam negeri dan luar negeri, yakni lima tim dalam negeri dan 12 tim luar negeri.

Tim yang akan berlomba ajang balap sepeda Tour de Lombok Mandalika itu, seperti negara di Eropa, China, Malaysia, Australia, Kuwait, Laos, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Singapura, dan Iran.

"Nanti satu tim itu terdiri dari tujuh orang, lima yang berlomba, dua cadangan," ujarnya.

Faozal menyebutkan, ada empat etape yang ditempuh para pembalap Tour de Lombok Mandalika. Di antaranya, etape pertama Kota Mataram-Kuta, Lombok Tengah sejauh 126 Km, Pelabuhan Bangsal-Senaru sejauh 113 km di di Kabupaten Lombok Utara.

KOMPAS/KHAERUL ANWAR Pantai Tebing, Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tebing pasir itu adalah monumen letusan dahsyat Gunung Rinjani Tua atau Samalas tahun 1257.
Kemudian Kuta Lombok Tengah sampai Sembalun Lombok Timur sejauh 115 Km dan etape IV di kota Mataram.

"Khusus kota Mataram itu jalur sprint race di jalur ketiga, enam, dan sembilan," tuturnya.

Para pebalap yang ikut serta Tour de Lombok Mandalika merupakan pebalap yang juga ikut di Tour de Bangkok. "Jadi pelaksanaan Tour de Lombok Mandalika usai Tour de Bangkok berakhir," kata Faozal.

Menurutnya, total hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang mencapai Rp 800 juta. "Hadiah yang akan diberikan kepada pebalap itu, uang dan piagam di setiap etape dan finis," tambah Faozal.

******

KompasTravel menghimpun 48 destinasi di seluruh Indonesia yang cocok dengan preferensi traveling Anda. Mulai dari indahnya wilayah barat Indonesia yakni Provinsi Aceh, hingga eksotisme kawasan timur Nusantara yakni Raja Ampat dan Papua.

Inilah Visual Interaktif Kompas (VIK) Vakansi Indonesia: http://vik.kompas.com/vakansi/

VIK Vakansi Indonesia adalah panduan lengkap untuk destinasi traveling Anda selanjutnya. KompasTravel juga menyediakan semua informasi yang Anda butuhkan, mulai dari how to get there, where to stay, what to do, what to eat, dan what to buy. Opsi transportasi dan akomodasi hadir dalam dua jenis, yakni koper dan ransel.

EditorI Made Asdhiana
SumberANTARA

Komentar