Rabu, 29 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Mata Najwa
  • #Najwa Shihab
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma

Kopi Arab yang Anomali

Kompas.com/Silvita Agmasari Kopi arab yang rasanya seperti minuman herbal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Minuman kopi pada umumnya bewarna agak kehitaman, dengan harum khas biji kopi yang disangrai dengan tingkat kematangan tertentu.

Ketika diseruput minuman kopi tersebut akan menimbulkan rasa pahit yang nikmat.

Tentu saja dari penampakan, wangi, dan rasa, minuman kopi tak asing bagi masyarakat Indonesia. Namun kopi arab adalah kopi yang berbeda. Kopi ini anomali, tak seperti kopi pada umumnya.

"Sudah pernah coba kopi arab sebelumnya?" kata pramusaji Omarez Cafe & Restaurant, Abdul Halim saat KompasTravel berkunjung ke restoran yang terkenal dengan hidangan Timur Tengah ini, Jumat (3/3/2017).

Abdul menggambarkan kepada saya yang belum pernah mencoba kopi arab ini, rasanya seperti jamu, minuman tradisional khas Indonesia.

(BACA: Parfum sampai Daging Kambing, Oleh-oleh Khas Kampung Arab Pekojan)

Perbandingan rasa kopi dan jamu oleh Abdul tersebut jelas hal yang aneh. Apa iya kopi rasanya bisa seperti minuman herbal.

"Minum kopinya sambil makan kurma," katanya sembari menunjuk mangkuk besi cantik khas Timur Tengah.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Kopi arab yang rasanya seperti minuman herbal.
Teko kopinya juga tak kalah cantik, berbahan besi dengan desain khas Timur Tengah dengan corong bebek yang panjang, tiga cawan kecil dari kristal disiapkan untuk meminum kopi arab.

Ketika saya tuang kopi tersebut betapa terkejutnya saya. "Lho kopinya kok begini warnanya?" ceplos saya.

Warnanya bukan hitam atau cokelat tua sepeti kopi pada umumnya. Warnanya cokelat muda keruh, mirip warna jamu beras kencur.

Makin penasaran, akhir saya minum kopi tersebut. Sekali teguk saya langsung menggigit kurma di tangan sebelah kiri. "Pahit!"

Pahitnya kopi arab tak sama dengan kopi pada umumnya. Supervisor Omarez Cafe & Restaurant, Happy Kurniawati menjelaskan jika kopi arab ini menggunakan biji kopi yang tak disangrai, dicampur kapulaga dan cengkeh.

Tak heran rasa kopi arab ini tak mirip kopi biasa, justru lebih mirip minuman herbal. Begitu pula dengan harumnya, sama sekali tak tercium wangi kopi.

Sejujurnya saya tak sanggup minum kopi arab tanpa diselingi kurma kering yang manisnya legit. Apalagi aturan meminum kopi arab yang benar adalah tak boleh dicampur gula.

"Saya juga awalnya tak sanggup minum itu mba, baunya begitu, tetapi itu baik buat kesehatan, buat daya tahan tubuh. Jarang sakit kalau minum itu," kata Abdul yang pernah bekerja di Arab Saudi.

Ia mengatakan kopi arab yang memiliki nama asli gahwa, sangat disukai oleh orang Timur Tengah.

"Mereka (tamu Timur Tengah) biasanya pesan gahwa sama teh arab. Justru mereka sangat jarang minum kopi hitam kayak kita, paling capuccino," kata Abdul.

Harga satu teko ukuran kecil kopi arab dihargai Rp 64.000 di Omarez Cafe & Restaurant. Kopi ini jelas cocok bagi Anda yang ingin mengeksplor rasa kopi dari berbagai belahan dunia.

Namun sebelum mencoba kopi arab, ada baiknya hilangkan jauh-jauh ekspetasi akan meminum segelas kopi yang biasa Anda minum.

Penulis: Silvita Agmasari
Editor : I Made Asdhiana
TAG: