Berwisata ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan Halaman 1 - Kompas.com

Berwisata ke Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Kompas.com - 15/03/2017, 19:12 WIB
KOMPAS/ANGGER PUTRANTO Suasana halaman belakang rumah dinas Bupati Banyuwangi atau yang biasa disebut Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (7/2/2017). Di sana, sekat yang memisahkan pejabat publik dengan warga dihilangkan, dan diubah dengan ruang terbuka hijau yang sangat asri.

PENDOPO Kabupaten Banyuwangi bertransformasi. Ruang yang dulu hanya diperuntukkan sebagai rumah tinggal para bupati, kini menjadi ruang publik, tempat diskusi, bedah buku, dan menjadi tempat berwisata baru.

”Mau keliling pendopo Mas? Mari saya antar berkeliling. Tapi, isi buku tamu dulu, ya,” kata Sofia, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pendopo Sabha Swagata Blambangan, dengan ramah.

Senyum Sofia mengembang saat menyambut pengunjung. Meski hanya ada satu orang yang bertamu saat itu, ia terus menemani dan menerangkan detail tentang bangunan pendopo dan sejarahnya layaknya pemandu wisata.

Sofia mengenalkan sudut-sudut kompleks Pendopo Sabha Swagata Blambangan, rumah dinas Bupati Banyuwangi yang kini terbuka untuk umum. Suasana asri dan sejuk langsung terasa saat pengunjung masuk.

(BACA: Petugas Kebersihan Rumah Bupati Banyuwangi Dilatih Jadi Pemandu Wisata)

Luas pendopo itu 2 hektar, dengan rumput yang rapi di bagian depan. Pagarnya rendah dan pintu gerbangnya selalu terbuka.

Bangunan paling depan adalah pendopo itu sendiri. Sebuah ruang terbuka dengan balok kayu sebagai soko guru. Lantainya masih berupa tegel abu-abu model lama. Lantai itu pernah diganti dengan granit, tetapi kemudian dikembalikan lagi ke aslinya.

Di belakangnya berdiri bangunan utama yang jadi rumah tinggal bagi Bupati Banyuwangi. Bangunan bergaya kolonial itu punya teras depan dan belakang yang disebut pringgitan.

Biasanya, tamu dijamu di tempat itu. Bupati sendiri memilih tinggal di rumah pribadinya. Bangunan itu telah jadi rumah bagi para Bupati Banyuwangi sejak 1771.

(BACA: Banyuwangi Festival 2017, dari Pecel Pitik sampai Batik)

Bagian belakang adalah ruang terbuka hijau. Warga menyebutnya sebagai bukit Teletubbies, bukit kecil. Bukit itu sebenarnya merupakan bangunan kamar tamu dan kantor serta ruang pertemuan.

Arsitek Adi Purnomo yang membangun bangunan itu menamainya green house. Atap dan dinding yang dilapisi tanah berumput membuat ruangan tetap sejuk kendati tidak menggunakan pendingin ruangan.

Kamar-kamar di dalam green house mengandalkan matahari sebagai sumber cahaya. Di beberapa titik, langit-langit ruangan ditutup dengan kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan tersebut.

Renovasi kompleks pendopo itu dilakukan pada tahun 2012 dan selesai pada tahun 2013. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memilih konsep hijau dan terbuka dalam merenovasi kompleks itu.

Page:
EditorI Made Asdhiana
Komentar