Selasa, 28 Maret 2017

Travel

TAG
  • #Bromo
  • #Ridho Rhoma
  • #Pramuka
  • #Adinda Thomas

Mengantar Tukik ke Laut Sawu

KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA Warga Lembata mendengarkan pengarahan petugas sebelum melepas tukik ke laut di Pantai Loang, Kecamatan Nagawutung, Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Manuk juga mengajak generasi muda terutama anak-anak sekolah agar tidak membiasakan diri mengonsumsi telur atau daging penyu.

”Daging dan telur penyu harus menjadi makanan haram bagi masyarakat Lembata,” ujar Manuk.

Destinasi wisata baru

”Seluruh masyarakat Lembata juga harus berkomitmen menjaga dan melindungi penyu. Suatu ketika, Loang akan menjadi destinasi wisata baru khusus penyu di Lembata,” kata Manuk.

Putra Lembata ini mengajak para siswa agar peduli lingkungan. Ia mengatakan, masa depan keanekaragaman hayati termasuk biota laut di Lembata ada di tangan generasi muda.

Paulus Igo Wuwur (34), nelayan sekaligus anggota Gempita, mengatakan, dirinya telah menyosialisasikan kepada nelayan di Loang, Lamalera, Lewoleba, dan sekitarnya untuk tidak menangkap penyu. Sosialisasi ini telah dilakukan sejak April 2016.

Nelayan pun segera melepas penyu dari jenis apa pun jika tidak sengaja menangkapnya.

Sebagian besar nelayan juga mulai sadar bahwa daging penyu tidak memiliki nilai ekonomis yang tinggi di masyarakat. Kulit penyu punya nilai ekonomis, tetapi kelestarian penyu perlu dijaga.

Mery Sareng (15), siswa salah satu SMA di Lewoleba yang ikut dalam pelepasan dan sosialisasi penyu di Pantai Loang, berjanji mengajak teman-teman di sekolahnya agar mengunjungi pusat penangkaran telur penyu. ”Tak kenal dengan penyu maka kita takkan sayang,” kata Mery, tersenyum. (KORNELIS KEWA AMA)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 15 Maret 2017, di halaman 24 dengan judul "Mengantar Tukik ke Laut Sawu".

Page:

Editor : I Made Asdhiana
TAG: