Wisata Halal Jamin Kenyamanan Pelancong - Kompas.com

Wisata Halal Jamin Kenyamanan Pelancong

Kompas.com - 22/04/2017, 20:05 WIB
KOMPAS/ISMAIL ZAKARIA Dua wisatawan asal Pekanbaru, Riau, menikmati pemandangan dari puncak Janjang Seribu, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (25/4/2015). Potensi wisata, baik alam maupun budaya, yang sangat besar menjadi sektor penting dalam menunjang pembangunan Bukittinggi. Sektor tersebut menyumbang sekitar 62 persen bagi pendapatan asli daerah kota yang terkenal dengan ikon Jam Gadang ini.

BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya mengatakan wisata halal adalah konsep pariwisata yang menjamin kenyamanan bagi para pengunjung.

"Halal itu salah satunya dicerminkan dari kebersihan. Itulah kenapa wisata halal menjadi tujuan wisatawan mancanegara saat ini karena terjamin kebersihan dan kenyamanannya," kata Raseno Arya usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertema Produk Halal dan Baik Menunjang Pariwisata Halal Indonesia di Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (22/4/2017).

(BACA: 10 Kuliner Halal yang Wajib Dicicipi di Manado)

Ia mencontohkan, kebersihan dan kenyamanan itu seperti terdapat pada sarana pendukung pariwisata seperti taksi, hotel, dan restoran.

"Misalnya fasilitas seperti toilet dan taksi, wisatawan akan lihat kebersihannya, berbau asap rokok atau tidak. Hal ini tidak boleh luput dari perhatian karena dalam wisata halal kebersihan harus terjamin," katanya.

Sebagai dukungan memperkuat pengembangan wisata halal, Raseno menyebutkan Kemenpar mengeluarkan kebijakan perlunya sertifikasi halal pada hotel, restoran, dan pemandu wisata.

(BACA: Al Meroz, Hotel Halal Pertama di Bangkok Resmi Dibuka)

Menurutnya, sertifikasi halal pada tiga hal itu saat ini menjadi faktor penarik wisatawan agar datang berkunjung.

KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA Musik tradisional Suku Sasak, Lombok ikut memeriahkan parade budaya NTB di Mataram, Kamis (18/8/2016).
"Di luar negeri sedang menjadi tren adanya label halal di hotel dan restoran. Langkah ini juga harus diterapkan agar tidak ada lagi keraguan bagi wisatawan terhadap jaminan keamanan fasilitas atau produk yang tersedia," katanya.

Wakil Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia, Osmena Gunawan mengatakan tantangan sekarang dalam mengembangkan wisata halal yakni bagaimana membuktikan bahwa komponen yang ada dalam pariwisata betul-betul halal.

Ia menilai tidak sulit menerapkan wisata halal di Indonesia dan Sumbar khususnya, karena sudah didukung masyarakat yang ramah dan murah senyum. "Tinggal bagaimana dukungan dari komponen yang ada untuk mengurus sertifikasi halal," kata Osmena Gunawan.

EditorI Made Asdhiana
SumberANTARA
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM