Tujuh Jurus agar “Travelling” Bersama Teman Tak Sekadar Wacana - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OPPO

Tujuh Jurus agar “Travelling” Bersama Teman Tak Sekadar Wacana

Auzi Amazia Domasti
Kompas.com - 28/04/2017, 17:53 WIB
Thinkstock/g-stockstudio Ilustrasi travelling bersama teman

KOMPAS.com – Liburan bersama teman seharusnya bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, seru, dan tak terlupakan. Namun, semua itu akan gagal terwujud bila persiapannya tak dilakukan dengan matang.

Perbedaan preferensi lokasi liburan, misalnya, dapat menimbulkan perselisihan jika tak dirundingkan dengan baik. Contohnya, beberapa teman lebih suka ke pantai, sedangkan sebagian lainnya ingin pergi ke gunung.

Tantangan lain yang mungkin dihadapi adalah kesulitan menyesuaikan jadwal sesama teman sehingga sulit mencari waktu berlibur yang pas. Selain itu, adanya perbedaan gaya travelling satu sama lain juga dapat menjadi kendala.

Walau begitu, jangan sampai masalah tersebut membatalkan keinginan Anda berlibur bersama teman-teman. Beberapa tips berikut pun bisa dicoba untuk mematangkan persiapan liburan.

1. Tentukan jadwal

Masing-masing anggota harus meluangkan waktu bila benar-benar ingin travelling bersama. Karena itu, sebaiknya penentuan jadwal keberangkatan dan lama waktu berlibur sudah disepakati dari jauh hari sebelumnya.

Hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan bagi peserta liburan melihat jadwal liburnya atau mengajukan cuti.

Selain itu, pemilihan waktu sebaiknya juga dicocokkan dengan tempat tujuan. Perlu dicari tahu apakah lokasi tersebut bisa dikunjungi pada waktu Anda dan teman-teman berlibur atau tidak.

2. Sepakati destinasi tujuan

Hal berikutnya yang perlu dirancang dengan matang adalah penentuan tempat berlibur. Akan tetapi, Geoff Morrison—seorang penulis perjalanan wisata yang bertempat tinggal di Los Angeles—mengatakan bahwa urusan lain yang tak boleh ketinggalan adalah perencanaan aktivitas.

“Sebab, belum tentu semua teman ingin melakukan aktivitas sama meskipun tempat yang dituju sama,” ujarnya dikutip dari forbes.com, Minggu (31/7/2016).

Thinkstock/ViewApart Ilustrasi travelling bersama teman
Semua perlu didiskusikan dulu, termasuk bila tiap orang memiliki rencana aktivitas untuk satu tim seperjalanan. Meski demikian, tak berarti juga harus ada yang selalu mengalah. Hal terpenting adalah berkompromi dan putuskan yang paling memungkinkan untuk dilakukan.

Solusi lain, luangkan waktu personal untuk melakukan aktivitas yang diinginkan masing-masing. Tidak semua kegiatan harus terus-menerus dilakukan bersama.

3. Pertimbangkan preferensi setiap orang

Setiap peserta liburan biasanya memiliki keinginan yang berbeda, seperti tempat menginap, restoran, dan alat transportasi.

Contohnya, sebagian orang ingin menginap di hotel mewah, sedangkan sisanya lebih memilih hotel low budget. Begitu juga saat memilih transportasi selama perjalanan. Ada yang lebih memilih sewa mobil pribadi, dan ada juga yang lebih senang dengan transportasi umum.

Pilihan-pilihan yang berbeda kerap menimbulkan perselisihan. Untuk menyiasatinya, usahakan cari jalan tengah agar semua orang tidak merasa terbebani. 

4. Komunikasi tatap muka

Lakukan pertemuan langsung dengan semua anggota peserta liburan sebelum hari travelling tiba supaya semua tahu rencana dan kesepakatan yang sudah ada.


Thinkstock/Wavebreakmedia Ltd Ilustrasi diskusi bersama teman

Bertatap muka juga bisa mempererat hubungan sesama teman sebelum liburan dimulai. Jangan lupa untuk terbiasa membicarakan hal-hal yang mengganjal, baik sebelum maupun saat berlibur.

Komunikasi yang jelas dapat mempermudah satu sama lain untuk jujur dan terbuka sehingga terhindar dari konflik.

5. Siasati cara menabung dan kesepakatan pengeluaran bersama

“Jangan menyimpan yang tersisa setelah pengeluaran, tetapi habiskan yang tersisa setelah menyimpan,” ujar salah satu tokoh terkaya dunia, Waren Buffett.

Kutipan itu mengemuka karena di dalamnya tersirat pesan mengenai sistem menabung. Tidak disarankan menyisihkan uang dari sisa pengeluaran yang tidak terencana. Namun, ia tidak melarang orang untuk bersinggungan dengan pengeluaran tidak terencana bila sudah memenuhi kebutuhan pokok dan rencana tabungan.

Rencana perjalanan juga perlu penyisihan rutin untuk dapat diwujudkan. Solusinya, hilangkan pengeluaran tak terencana sebelum itu terpenuhi. Sedangkan untuk pengeluaran bersama dalam perjalanan harus dibahas secara terbuka. Keperluan biasanya mencakup akomodasi, makan, dan transportasi tim selama berplesir.

“Keputusan siapa yang membayar dan untuk apa harus dilakukan sebelum perjalanan dimulai,” ujar Melissa Biggs Bradley, pendiri Indagare—sebuah perusahaan perjalanan online khusus untuk destinasi kelompok—seperti dilansir dari nytimes.com, Kamis (8/9/2016).

Bradley menegaskan, siapapun harus berhati-hati. Tanpa kesepakatan, hal itu bisa menyebabkan perpecahan.

“Bisa saja salah satu teman marah dan merasa tidak perlu membayar ketika ia tidak (makan atau) meminum sesuatu yang mahal,” kata dia.

6. Berbagi tanggung jawab

Kerja sama antar satu sama lain bisa membuat perjalanan lebih mudah dan menyenangkan. Ya, perjalanan bersama akan terasa lebih sulit bila semua beban tanggung jawab dilimpahkan pada satu orang.

“Buat daftar lengkap mengenai apa saja yang diperlukan dalam perjalanan. Lalu, tetapkan tugas dan tanggung jawab pada orang-orang yang dianggap bisa melakukannya,” tulis Kristin Wong, seorang jurnalis travel pada lifehacker.com, Kamis (17/12/2015).

7. Siapkan barang bawaan bersama

Hal terakhir yang perlu dipersiapkan dengan matang adalah pengemasan barang atau packing. Persiapan packing bisa dilakukan dengan mengurutkan barang apa saja yang perlu dibawa, termasuk peralatan untuk digunakan bersama. Contohnya, bola untuk obyek bermain seluruh personel liburan.


Thinkstock/seb_ra Ilustrasi persiapan packing

Selain itu, sesama teman juga perlu saling mengingatkan barang-barang penting yang tidak boleh ketinggalan saat berkemas. Misalnya, jangan sampai lupa membawa jaket bila kebetulan tujuan destinasi adalah tempat yang dingin, obat-obatan pribadi, sunscreen, dan ponsel.

Ponsel jelas diperlukan sewaktu travelling dengan teman-teman. Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan mencari lokasi, tetapi juga mengabadikan momen liburan.

Untuk dokumentasi momen kebersamaan,saat ini sudah ada handphone yang dapat mendukung group selfie sehingga tidak perlu repot minta tolong orang lain atau membawa tongkat narsis (tongsis).

Ponsel seperti Oppo F3 Plus, misalnya, telah dilengkapi fitur double view group selfie pada kamera depan. Fitur ini memiliki bukaan lebih lebar daripada kamera depan ponsel lainnya sehingga pengguna pun tak perlu lagi berdesak-desakkan agar muat dalam satu frame di layar.

Selain itu, ponsel tersebut juga didukung fasilitas baterai tanam 4.000 mAh yang dapat memungkinkaan pengisian daya hingga 75 persen dalam waktu 30 menit dengan teknolgi VOOC Flash Charge. Pengguna pun tak perlu khawatir ponsel akan mati saat dibawa jalan-jalan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAuzi Amazia Domasti
EditorSri Noviyanti
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM