Panduan Transportasi Menjelajah Sydney, Australia - Kompas.com

Panduan Transportasi Menjelajah Sydney, Australia

Silvita Agmasari
Kompas.com - 18/05/2017, 14:10 WIB
KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Opera House, Sydney

SYDNEY, KOMPAS.com - Ingin merasakan sensasi ala Eropa tetapi hanya punya waktu yang singkat? Kota Sydney di New South Wales, Asutralia, jelas dapat menjadi pilihan. Sebab kota pertama tempat kapten James Cook mendarat di benua Australia ini dibangun dengan nuansa ala Eropa.

Selain gaya bangunan mirip Eropa, Sydney sendiri memiliki banyak tempat wisata dan festival yang terkenal. Salah satunya adalah Vivid Sydney, festival tahunan dengan pancaran cahaya lampu membentuk konfigurasi gambar di bangunan ikonik Sydney. Vivid Sydney berhasil menjadi festival yang menyedot banyak wisatawan berkunjung ke Sydney tiap tahunnya.

Untuk berkunjung ke Sydney dari Indonesia tidak sulit. Ada penerbangan langsung dari Jakarta menuju Sydney menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Qantas yang memakan waktu perjalanan tujuh jam. Harga rata-rata sekali penerbangan dari Jakarta menuju Sydney adalah Rp 7 juta, tergantung musim.

Sampai di Bandar Udara Sydney, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menumpang kereta menuju pusat kota dengan lama perjalanan 13 menit. Luas area Kota Sydney sendiri tak begitu besar, hanya 25 kilometer sehingga membuat pelancong di Sydney tak kewalahan soal arah.

Moda transportasi umum untuk berkeliling kota di Sydney juga sangat maksimal. Tiga transportasi andalan warga lokal Sydney adalah bus, kereta, dan kapal. Untuk mengakses transportasi umum di Sydney dapat menggunakan Opal Card. Ini adalah kartu integrasi transportasi dari pemerintah negara bagian New South Wales.

Opal Card dapat dibeli di minimarket, supermarket, kantor pos, dan kios penjual koran. Opal Card juga tersedia untuk sekali perjalanan, apabila ingin mencoba transportasi di Sydney yang dihargai mulai empat dollar Australia atau Rp 40.000. Perlu dicatat jika waktu keberangkatan transportasi umum di Australia sangat tepat waktu, oleh karena itu ada baiknya menyesuaikan waktu perjalanan Anda.  

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X