Panduan Transportasi sampai Parkir di Kebun Raya Bogor - Kompas.com

Panduan Transportasi sampai Parkir di Kebun Raya Bogor

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 18/05/2017, 20:09 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun.

BOGOR, KOMPAS.com - Wisatawan yang pertama kali menyambangi Kebun Raya Bogor (KRB) di Bogor, Jawa Barat, besar kemungkinan akan kebingungan. Kebun Raya ini sangat luas, pintu gerbangnya banyak, serta alur transportasi kini sudah searah sehingga mengubah jalur kendaraan umum.

Jangan panik, KompasTravel menghimpun panduan transportasi bagi Anda yang ingin mengunjungi Kebun Raya Bogor. Dari transportasi umum sampai lokasi parkir kendaraan pribadi, berikut daftarnya.

1. Dari Stasiun Bogor

Jika Anda menggunakan transportasi kereta, setelah keluar stasiun, bisa memilih untuk berjalan kaki ataupun menggunakan angkot. Jika berjalan kaki, Anda hanya perlu berjalan sekitar satu kilometer menuju gerbang terdekat.

Berjalanlah menelusuri trotoar ke arah KRB atau Istana Bogor. Sesampainya di persimpangan Jalan Juanda, tepat di depan Anda terdapat Istana Bogor dengan rusa-rusanya. Ambillah arah kanan.

Dengan menyebrang jalan, Anda bisa menelusuri trotoar istana sampai ke pintu gerbang KRB terdekat. Sepanjang jalan bisa melihat aktivitas rusa yang tersebar di halaman Istana Bogor.

Setelah berjalan sekitar satu kilometer menyusuri pagar istana dan KRB, sampailah di gebang dua. Gerbang ini terletak tepat disamping Kantor Pos Juanda, Bogor. Jika masuk dari sini, Anda langsung disambut koleksi bambu dari berbagai negara. Namun, gerbang ini hanya buka pada hari libur dan Minggu. Jika datang pada hari-hari selain itu, Anda harus berjalan lagi ke gerbang utama di Jalan Otto Iskandar Dinata.

Jika Anda memilih untuk naik angkot, dari Stasiun Bogor, naiklah angkot 03 strip biru dan 02 strip oranye. Keduanya akan memutari kawasan Istana Bogor dan KRB. Anda bisa turun dan masuk di gerbang tiga atau gerbang empat.

Gerbang tiga berada di sebrang Lippo Plaza Pajajaran, sedangkan gerbang 4 berada di depan Kampus IPB Baranangsiang dan hanya buka di hari Minggu dan hari libur. Tarif angkot ke sana Rp 4.000 untuk orang dewasa.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mengunjungi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/5/2017). Kebun botani yang digagas oleh Prof C.G.C Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman sebagai tempat penelitian ini genap berusia 200 tahun.
2. Dari TOL Jagorawi

Bagi yang membawa kendaraan roda empat pribadi, Anda bisa keluar dari TOL Jagorawi dan ambil arah kanan ke KRB atau Istana Bogor. Sesampainya di Tugu Kujang, posisi Anda telah menghadap lebatnya pepohonan di KRB.

Dikarenakan jalan sekitar KRB dan Istana Bogor sudah menggunakan sistem satu arah, Anda harus membelokan kendaraan ke kiri menuju Jalan Otto Iskandar Dinata alias Otista. Setelah melewati jembatan betuliskan Otista, bersiap-siaplah di sebelah kanan ada pintu utama KRB.

Pintu lainnya yaitu pintu dua dan tiga lebih pas untuk Anda yang membawa kendaraan,  karena dekat lokasi parkir.

3. Parkir kendaraan

Bagi yang membawa kendaraan roda dua, Anda bisa memarkirkan kendaraan di pintu satu/utama. Jika penuh, biasanya dialihkan ke Balai Penelitian yang persis berada di samping pintu tersebut.

Untuk gerbang lainnya tidak diperkenankan parkir motor. Tarifnya adalah Rp 2.000 per motor, Kamis, (18/5/2017).

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, dipersilahkan memasukan kendaraannya. Namun Anda tidak bisa menaiki kendaraan pribadi untuk keliling KRB saat akhir pekan dikarenakan kepadatan wisatawan.

Petugas akan mengarahkan mobil untuk parkir di sisi jalan besar. Salah satunya di sisi Lapangan Astrid yang berlokasi dekat dengan pintu tiga di Jalan Pajajaran.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Terkini Lainnya

Asyiknya Membuat Noken di Pulau Sauwandarek Raja Ampat

Asyiknya Membuat Noken di Pulau Sauwandarek Raja Ampat

Travel Story
Mengunjungi Hutan Purba di Dasar Goa Jomblang

Mengunjungi Hutan Purba di Dasar Goa Jomblang

Travel Story
Sama-Sama Dingin, Apa Beda Daging Sapi Impor Beku dan Sejuk?

Sama-Sama Dingin, Apa Beda Daging Sapi Impor Beku dan Sejuk?

Food Story
Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

News
'Marble' pada Daging Sapi, Apakah Itu?

"Marble" pada Daging Sapi, Apakah Itu?

Food Story
Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

News
Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

News
PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

News
Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

News
Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Travel Story
Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

News
Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Travel Story
Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Travel Story
Prefektur Gunma, dari 'Onsen' sampai Museum Mainan

Prefektur Gunma, dari "Onsen" sampai Museum Mainan

Jepang Terkini
Venesia Belum Tenggelam...

Venesia Belum Tenggelam...

Travel Story

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM