Menjelajah Destinasi "Anti-Mainstream", Apa yang Harus Disiapkan? - Kompas.com

Menjelajah Destinasi "Anti-Mainstream", Apa yang Harus Disiapkan?

Silvita Agmasari
Kompas.com - 18/06/2017, 10:07 WIB
Shutterstock Area Registan di Samarkand, Uzbekistan

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki paspor negara Indonesia rupanya cukup menantang bagi banyak pejalan. Sebab, paspor Indonesia berada di posisi 67 terkuat di dunia. Hanya dapat menikmati bebas visa di 59 negara.

Alhasil banyak tempat yang kian anti-mainstream untuk pejalan Indonesia karena terbentur visa. Namun begitu bukan berarti Anda tak dapat beriwsata ke negara-negara yang tak bebas visa. Dua belas penulis di buku "Born To Travel" terbitan Gramedia Pustaka Utama membuktikannya.

"Karena paspor kita lumayan lemah di dunia, langkah pertama, jalan-jalan yang dekat dekat dulu, seperti ke Asia Tenggara, kemudian ke Eropa dan Amerika Serikat untuk mempercantik paspor kita," kata pejalan Hendra Fu saat peluncuran buku Born To Travel, di Kinokuniya Plaza Senayan, Sabtu (17/6/2017).

BACA: Born To Travel, Kisah Unik Perjalanan ke Berbagai Belahan Dunia

Semakin percaya diri dengan banyaknya visa negara yang dikumpulkan, Hendra mengatakan umumnya visa destinasi anti-mainstream akan lebih mudah didapat. Namun kembali lagi, semua tergantung rezeki atau keberuntungan masing-masing orang.

Setelah mendapat visa, hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah melakukan riset lewat membaca.

"Dibanding zaman dulu, zaman sekarang semuanya sudah jauh lebih dimudahkan. Informasi ada di ujung jari. Tinggal membaca di internet dan buku, semua ada di sana," kata pejalan Immanuel Sembiring pada acara yang sama.

Saran pejalan lainnya, Arif Rahman, jangan lupa untuk menyiapkan mental untuk pergi ke destinasi wisata anti-mainstream. Guna bekal untuk menghadapi hal-hal tak terduga di jalan.

"Intinya banyak survei dan bawa uang lebih, kalau terjadi apa-apa," kata Arif.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar