Menpar: Vietnam Pesaing Baru Indonesia - Kompas.com

Menpar: Vietnam Pesaing Baru Indonesia

Silvita Agmasari
Kompas.com - 12/07/2017, 20:04 WIB
Mausoleum Ho Chi Minh terletak di tengah Lapangan Ba Dinh, Kota Hanoi, Vietnam.BARRY KUSUMA Mausoleum Ho Chi Minh terletak di tengah Lapangan Ba Dinh, Kota Hanoi, Vietnam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa Vietnam menjadi pesaing baru pariwisata Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan pariwisata yang signifikan di tahun 2016 menempatkan Vietnam sebagai negara ketujuh di dunia dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia versi UNWTO (World Tourism Organization).

"Sekarang pesaing kita bukan lagi Malaysia, Singapura, atau Thailand yang pertumbuhan pariwisatanya di bawah lima persen. Saingan kita sekarang Vietnam yang menjadi investor darling," kata Arief saat jumpa pers Nihi Sumba Island di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Pertumbuhan pariwisata Vietnam yang signifikan di tahun 2016, menurut Arief, terjadi lantaran Vietnam melakukan regulasi ulang sesuai praktik-praktik terbaik. Karenanya banyak investor yang tertarik berinvestasi di Vietnam. Sebaliknya di Indonesia, Arief menuturkan, pariwisata masih tersandung oleh regulasi.

"Regulasi kita yang membuat bangsa ini susah bersaing. Kita jadi sangat lambat. Terlalu banyak regulasi yang mengikat dan menjerat diri kita sendiri," tutur Arief.

Ia mencontohkan perizinan investor seringkali terbentur dengan birokrasi yang panjang hingga dapat memakan waktu hingga tahunan.

"Untuk mengubah seluruh jajaran birkorasi, revolusi mental itu akan susah. Kalau kita ingin membangun suatu daerah kita bisa membuat Kawasan Ekonomi Khusus dengan pelayanan terpadu satu pintu. Harusnya setiap kabupaten punya Kawasan Ekonomi Khusus," kata Arief.

Ia juga manganjurkan untuk menggabungkan bisnis pariwisata dengan bisnis lain seperti properti sehingga memberi pendapatan yang lebih atraktif bagi investor dan menarik calon investor.

Arief mendorong investor lokal untuk mau berinvestasi pariwisata di Indonesia, tak perlu investasi dalam jumlah fantastis, tetapi bisa dimulai dari investasi kecil misal pembangunan homestay. Sehingga dapat memberi kontribusi bagi pertumbuhan pariwisata.

Pertumbuhan pariwisata Indonesia pada tahun 2016 menurut UNWTO naik 15,54 persen dibandingkan pada 2015. Sedangkan pertumbuhan pariwisata Vietnam tahun 2016 naik 24, 6 persen dibanding tahun 2015.

PenulisSilvita Agmasari
EditorSri Anindiati Nursastri

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM