Strategi AccorHotels dan Kemenpar Promosikan Pariwisata Indonesia - Kompas.com

Strategi AccorHotels dan Kemenpar Promosikan Pariwisata Indonesia

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 15/07/2017, 14:03 WIB
Kamar di Hotel Novotel BukittinggiKOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Kamar di Hotel Novotel Bukittinggi

JAKARTA, KOMPAS.com – Addendum MoU yang ditandatangani AccorHotels dan Kementerian Pariwisata, Jumat (14/8/2017), memperpanjang kembali kerja sama yang telah disepakati sejak 15 Oktober 2015.

Perjanjan-perjanjian kerjasama ini memang berbuah manis bagi kedua belah pihak. Kementerian Pariwisata mengaku terbantu dengan pemberian 1.338 kamar untuk famtrip promosi pariwisata.

“Komitmen kita untuk membantu pariwisata Indonesia berjalan baik. Oleh karena itu dengan pencapaian yang terus naik, kita juga terus melakukan kerja sama ini”, ujar Garth Simmons, Chief Operating Officer AccorHotels untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, saat penandatanganan Addendum MoU di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Menurut Menteri Pariwisata Arif Yahya, kerja sama ini sebenarnya memiliki alasan sederhana yaitu sama-sama untuk memenuhi target pencapaian masing-masing. Namun, setelah besinergi, efek yang dihasilkan memang besar.

“Sedehana saja, kementerian punya target kunjungan wisman dari 10 jadi 20 juta, sedangkan kalau AccorHotels dari 100 jadi 200 hotel hingga 2019. Dari sana kita sama-sama menaikkan presentasi pasar,” terangnya.

Arief menerangkan, pihak Kementerian Pariwisata mendapatkan alokasi kamar AccorHotels hingga 2.500 kamar sejak Oktober 2015 hingga Oktober 2019. Digunakan untuk keperluan famtrip ke berbagai daerah, bahkan hingga kota-kota kecil penyangga.

“Selama ini sangat terbantu, dipakai oleh tiga sektor pemasaran yaitu dua persen pasar Asia Tenggara, 12 persen pasar Asia Pasifik, dan 86 persen Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika,” ulasnya.

Tak hanya itu, destinasi Indonesia juga turut dipromosikan di situs accorhotels.com yang hadir dalam 17 bahasa untuk pelancong dari seluruh dunia.

“Salah satu keuntungan dari investor luar dan menjadi daya tarik untuk wisman masuk ke Indonesia ialah lewat brand-brand internasional, seperti Accor, karena mereka kenal hotel ini,” ujar Arief Yahya.

Sedangkan AccorHotels memiliki target untuk mengembangkan hotel mulai kelas homestay hingga luxury di Indonesia. Jumlahnya hingga 200 hotel di tahun 2019, mulai dari kota besar hingga kota terpencil.

“Kita juga sedang serius mengembangkan homestay, lagi kita adaptasi konsep brand Jo&Joe Accor. Ini akan menjadi brand baru tipe homestay konsep sharing open house, sesuai kebutuhan,” ujar Adi Satria, Vice President Sales Marketing and Distribution Indonesia-Malaysia-Singapore.

Pihak AccorHotel sedang mengadaptasi konsep-konsep penginapan yang cocok bagi kebutuhan wisatawan, terutama di 10 destinasi utama, salah satunya Mandalika.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X