Menpar: Harus Lebih Peka Manfaatkan "Low Season" untuk "Famtrip" - Kompas.com

Menpar: Harus Lebih Peka Manfaatkan "Low Season" untuk "Famtrip"

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 15/07/2017, 16:05 WIB
Peserta famtrip ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang terdiri dari para jurnalis China berfoto bersama dengan Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu (tengah mengenakan kaus kuning) dan awak kapal pinisi Sea Safari VII, Sabtu (11/6/2016).ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Peserta famtrip ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang terdiri dari para jurnalis China berfoto bersama dengan Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu (tengah mengenakan kaus kuning) dan awak kapal pinisi Sea Safari VII, Sabtu (11/6/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com – Attraction, Amenity, dan Access yang disingkat A3, sebagai komponen pariwisata harus mau bersinergi dan saling mendukung demi pertumbuhan industri pariwisata dan keuntungan jangka panjang.

Itulah pesan yang ditekankan Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya saat acara penandatanganan Addendum MoU antara Kementerian Pariwisata dengan AccorHotels.

Ia mengatakan ada potensi di low season yang belum disadari dan dimaksimalkan oleh para komponen pariwisata.

“Dalam periode low season di mana wisatawan rendah, operasional yang harus ditanggung para komponen pariwisata akan tetap sama,” ujarnya.

Padahal menurutnya pariode tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari cost yang dikeluarkan tentunya. Yaitu untuk promosi pariwisata.

“Contohnya hotel di low season pasti load factor-nya dibawah 70 persen, 30 persennya untuk apa? Sayang kalau tidak dimanfaatkan, coba dipakai untuk famtrip. Jika media yang mengisi dengan output pemberitaannya, tentu value-nya akan jauh lebih besar dari cost yang dikeluarkan hotel, ” jelas Arief Yahya.

Ia mencontohkan kerja sama yang dibangun AccorHotels dengan Kementerian Pariwisata. AccorHotels selaku grup hotel besar di Indonesia menyediakan famroom untuk famtrip, yang bisa digunakan saat low season.

AccorHotels menyediakan hingga total 2.500 kamar dari Oktober 2015 hingga Oktober 2018. Kamar yang tersebar di berbagai daerah hingga “kota penyangga”, digunakan dua per tiga untuk tour agen-tour operator (TATO), satu per tiganya untuk famtrip media.

“Harusnya ini dilakukan oleh ketiga unsur pariwisata. Hotel menyediakan kamar, airline menyediakan penerbangan, dan destinasi menyediakan tiket. Semuanya akan dalam rangka seling oleh TATO dan media,”  tutur Arief Yahya.

Menurutnya famtrip merupakan upaya hard seling, jangka pendek yang bisa langsung menuai hasil. Setelah peserta datang ke suatu daerah dengan penginapan dan akses tertentu, maka peluangnya 50 persen akan kembali melakukan hal yang sama jika tertarik.

Selain itu, jika media mewartakan, pengaruhnya akan besar pula untuk jangka panjang maupun pendek promosi pariwisata di daerah tersebut.

Ke depannya Menpar akan mengumpulkan unsur 3A tersebut untuk lebih bersinergi mengadakan famtrip seperti itu. Dengan cara itu, ia menilai akan ada keuntungan yang berlipat bagi komponen 3A dan promosi Kementerian Pariwisata.

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri

Komentar

Close Ads X