"Nyeker" Saat Mendaki Gunung, Simak Bahayanya... - Kompas.com

"Nyeker" Saat Mendaki Gunung, Simak Bahayanya...

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 17/07/2017, 08:03 WIB
Puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango dapat terlihat dengan jelas dari Gunung Kencana, Jumat (6/5/2016). Di jalur pendakian ke Gunung Kencana banyak sekali ditemukan perkebunan teh nan hijau di sisi kiri dan kanan jalan.KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango dapat terlihat dengan jelas dari Gunung Kencana, Jumat (6/5/2016). Di jalur pendakian ke Gunung Kencana banyak sekali ditemukan perkebunan teh nan hijau di sisi kiri dan kanan jalan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Alas kaki adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan saat mendaki gunung. Namun, banyak pendaki yang menyepelekan perihal alas kaki. Sandal pun tidak seharusnya digunakan untuk pendakian. Apalagi baru-baru ini ada pendaki yang "nyeker" alias mendaki gunung tanpa alas kaki.

Apa bahaya yang timbul bila pendaki tak mengenakan alas kaki?

Seorang pemandu gunung bersetifikat dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Setiyawan mengatakan bahwa menggunakan sandal gunung apalagi bertelanjang kaki sangat berisiko cidera otot engsel kaki. Menurutnya, kegiatan mendaki termasuk aktivitas berat.

"Tak pakai alas bisa berakibat hiangnya suhu normal dalam tubuh, dan bisa hipotermia. Bisa juga terbentur benda keras. Tapi, ini terjadi pada orang yang tidak terlatih," ujarnya.

Pendaki yang nyeker saat mendaki Gunung Pangrango, Jawa Barat.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki yang nyeker saat mendaki Gunung Pangrango, Jawa Barat.

 

Ade Wahyudi, pemandu gunung yang juga bersertifikat APGI mengatakan tak menggunakan alas kaki akan beresiko membuat kaki cidera karena terkena batu, tertusuk benda tajam sepanjang jalur, kaki lecet, dan cidera engkel. Selain itu, juga akan menyulitkan proses evakuasi karena kesulitan berjalan.

"Karena faktor paling krusial dari pendakian gunung kan kaki, karena itu yang nopang kita buat jalan. Hipotermia bisa juga, karena salah satunya bagian kaki yang paling dulu rentan buat kena suhu dingin," kata laki-laki yang juga anggota organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) itu.

Ia mencontohkan kejadian-kejadian yang berawal dari pendakian gunung salju. Menurutnya, ujung-ujung jari tangan dan kaki biasanya rentan terkena pembekuan jaringan sel dan kemudian rusak (frostbite).

KompasTravel sendiri masih melihat perilaku pendaki gunung yang menyepelekan perihal alas kaki saat mendaki. Salah satunya seperti yang terjadi di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango beberapa waktu lalu. Satu pendaki tak memakai alas kaki dan pendaki lainnya menggunakan sandal.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X