Edelweis Bakal Dibudidayakan di Kaki Gunung Rinjani - Kompas.com

Edelweis Bakal Dibudidayakan di Kaki Gunung Rinjani

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 23/07/2017, 18:03 WIB
Bunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi.Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo Bunga Edelweis tumbuh di sepanjang perjalanan menuju bibir kaldera Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Bunga Edelweis merupakan tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman edelweis (Anaphalis javanica) akan dibudidayakan di kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Hal itu diungkapkan Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani, Agus Budi Santosa.

"Saya sudah telfon tiga kepala desa (di kaki Gunung Rinjani). Saya minta lahan untuk budidaya edelweis. Mereka sudah siap sediakan," kata Agus saat dihubungi KompasTravel, Sabtu (22/7/2017).

BACA: Kasus Pendaki Memetik Edelweis, Ini Komentar Kepala TN Gunung Rinjani

Ia mengatakan rencana budi daya tanaman edelweis diharapkan bisa berjalan pada 2018. Menurutnya, masyarakat bisa ikut berperan untuk budidaya edelweis.

"Sumber bibit edelweisnya nanti diambil dari sebaran edelweis di area Timbanuh. Bijinya bisa diambil sebagai bibit. Teorinya edelweis bisa tumbuh di atas ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut tapi ada juga yang bisa di 1.000 meter. Tergantung iklim mikronya," ujar Agus.

Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Agus, tanaman edelweis di area Taman Nasional Gunung Rinjani terbilang langka. Edelweis hanya bisa ditemukan di area Timbanuh dan Plawangan Sembalun arah ke Danau Segara Anak.

"Bisa terancam punah kalau dipetik. Ini kan baru awal (kasus pencabutan edelweis), kalau tidak segera tangani, (akan berbahaya). Kami cegah sedini mungkin," jelasnya.

BACA: 5 Terduga Pencabutan Edelweis akan Dijadikan Duta Pelestarian Edelweis

Edelweis merupakan tumbuhan dilindungi yang hanya bisa hidup di kawasan setinggi di atas 2.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Edelweis juga merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan.

Populasi bunga edelweis juga terancam punah. Seperti di hutan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), jumlahnya terus menyusut karena selalu dicari oleh warga.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Terkini Lainnya

Asyiknya Membuat Noken di Pulau Sauwandarek Raja Ampat

Asyiknya Membuat Noken di Pulau Sauwandarek Raja Ampat

Travel Story
Mengunjungi Hutan Purba di Dasar Goa Jomblang

Mengunjungi Hutan Purba di Dasar Goa Jomblang

Travel Story
Sama-Sama Dingin, Apa Beda Daging Sapi Impor Beku dan Sejuk?

Sama-Sama Dingin, Apa Beda Daging Sapi Impor Beku dan Sejuk?

Food Story
Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

Selain Alam, Kini Raja Ampat Kembangkan Wisata Olahraga

News
'Marble' pada Daging Sapi, Apakah Itu?

"Marble" pada Daging Sapi, Apakah Itu?

Food Story
Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

Layanan Antar Jemput Bagasi di Bandara, Seperti Apa?

News
Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

Festival Terbesar di Raja Ampat Kembali Digelar

News
PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

PT Angkasa Pura I Sediakan Layanan Antar Jemput Bagasi

News
Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

Ketika Djarot Ingin Lihat Komodo

News
Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Pelancong, Kyoto, dan Kimono...

Travel Story
Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

Lewat Karnaval, Tasikmalaya Siap Menuju Destinasi Industri Kreatif

News
Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Numpang Sarapan di Atas Jukung Pasar Apung

Travel Story
Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Tuturangiana Andala, Tradisi Sedekah Laut Masyarakat Pulau Makasar

Travel Story
Prefektur Gunma, dari 'Onsen' sampai Museum Mainan

Prefektur Gunma, dari "Onsen" sampai Museum Mainan

Jepang Terkini
Venesia Belum Tenggelam...

Venesia Belum Tenggelam...

Travel Story

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM