Minangkabau Travel Mart Fokus pada MICE dan Wisata Olahraga - Kompas.com

Minangkabau Travel Mart Fokus pada MICE dan Wisata Olahraga

Lisa Viranda
Kompas.com - 10/08/2017, 21:03 WIB
Pebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 memacu sepedanya melewati Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Etape 5 balap sepeda Tour de Singkarak 2013 Sawahlunto - Muara Labuh menempuh jarak 138,5 km dengan juara 1 Amir Kolahdozhagh dari tim TPT.WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHA Pebalap sepeda Tour de Singkarak 2013 memacu sepedanya melewati Danau Kembar, Solok, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Etape 5 balap sepeda Tour de Singkarak 2013 Sawahlunto - Muara Labuh menempuh jarak 138,5 km dengan juara 1 Amir Kolahdozhagh dari tim TPT.

JAKARTA, KOMPAS.com - Minangkabau Travel Mart (MTM) yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya akan berlangsung pada 3 - 6 Oktober 2017. Setelah tahun lalu fokus terhadap wisata bahari, tahun ini MTM lebih menggarap bidang sport tourism dan MICE.

"Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI)  Sumatera Barat akan mengangkat tema West Sumatera Your MICE and Sport Tourism untuk MTM kali ini. Melalui tema ini kami ingin mengenalkan bahwa Sumatera Barat tidak hanya terkenal dengan kuliner dan tempat wisata yang wajib dikunjungi, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk melaksanakan MICE dan sport tourism," ujar Febby Dt. Bangso, Ketua DPP ASPPI Sumatera Barat saat jumpa pers di Hotel Harris Vertu Harmoni, Jakarta, Rabu (09/05/2017).

Sumatera Barat telah mendeklarasikan diri sebagai wilayah yang siap untuk melaksanakan MICE dan sport tourism. Ada beberapa kota yang dinilai cukup mendukung yaitu Padang sebagai ibu kota dan Bukittinggi sebagai pusat pariwisata yang sangat dekat dengan obyek wisata yang mendukung pelaksanaan sport tourism dan MICE. 

"Saya ambil contoh dua obyek wisata yang memadai untuk pelaksanaan MICE dan sport tourism, yaitu Tanah Datar dan Kawasan Wisata Mandeh atau sering disebut dengan Raja Ampat-nya Sumatera Barat," ujar Febby.

Dalam MTM ini, destinasi wisata lainnya yang merupakan peninggalan sejarah juga akan diangkat. Seperti Jam Gadang yang merupakan ikon kota Bukittinggi dan Benteng Fort de Cock di kota yang sama. Budaya serta adat-istiadat Sumatera Barat yang menggunakan sistem matrilineal juga akan dikenalkan kepada para peserta MTM.

"Mudah-mudahan saja dengan kehadiran MTM III ini bisa lebih mengangkat pariwisata Sumatera Barat. Para travel agent dan operator juga diharapkan mampu menjual Sumatera Barat dengan maksimal," tutup Febby.

PenulisLisa Viranda
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar