Darmin: Industri Pariwisata Tumbuh Konsisten - Kompas.com

Darmin: Industri Pariwisata Tumbuh Konsisten

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 11/08/2017, 07:41 WIB
Wisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Wisatawan AS menari Gandrung di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (31/8/2016).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan industri pariwisata tumbuh secara konsisten. Perkembangan tersebut ia amati sejak tiga tahun terakhir.

" Pariwisata itu adalah satu dari penghasil devisa terbaik kita dan pertumbuhannya tinggi walaupun jumlahnya belum tertinggi. Mungkin nomor tiga atau empat barangkali, tapi pertumbuhannya tinggi," kata Darmin seusai acara peresmian Festival Taman Nasional dan Taman Wisata di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).

(BACA: Ini Negara dengan Petumbuhan Pariwisata Tercepat di Dunia)

Ia mengatakan pendapatan negara dari sektor pariwisata naik secara konsisten. Darmin menyebut kenaikan tersebut tak terpengaruh oleh gejolak perekonomian dan perdagangan dunia.

"Oleh karena itu ini adalah bidang yang kita anggap pariwisata itu potensial untuk dikembangkan karena bisa terus menerus berkembang," ujar Darmin.

Warga desa menangkap uang dan sesaji yang dilarung oleh anggota Suku Tengger ke dalam kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, sebagai persembahan dalam peringatan Yadnya Kasada, Senin (10/7/2017). Yadnya Kasada merupakan ritual adat persembahan Suku Tengger kepada Jaya Kusuma, putra sulung Roro Anteng dan Joko Seger yang sesuai penanggalannya jatuh pada hari ke-14 Bulan Kasada.AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO Warga desa menangkap uang dan sesaji yang dilarung oleh anggota Suku Tengger ke dalam kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, sebagai persembahan dalam peringatan Yadnya Kasada, Senin (10/7/2017). Yadnya Kasada merupakan ritual adat persembahan Suku Tengger kepada Jaya Kusuma, putra sulung Roro Anteng dan Joko Seger yang sesuai penanggalannya jatuh pada hari ke-14 Bulan Kasada.
Merujuk data World Travel & Tourism Council (WTTC) tahun 2016, sektor pariwisata Indonesia memberikan kontribusi 10 persen dari total PDB, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Pertumbuhan PDB pariwisata sebesar 4,8 persen dan memiliki potensi untuk mencapai 7 persen.

(BACA: Mimpi Fernando da Silva, Pariwisata Timor Leste seperti Bali)

Tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan industri pertanian, otomotif, manufaktur, dan pertambangan. Targetnya, pada 2019 sektor pariwisata menyumbang 15 persen pendapatan domestik bruto (PDB), setara senilai 20 miliar dollar AS.

"Saya menyinggung tiga tahun belakangan masyarakat Indonesia sudah sangat gandrung untuk wisata. Yang dulu mungkin baju baru sudah kebanggaan tapi sekarang bukan itu yang dibanggakan sudah lumrah. Pokoknya mereka menggunakan, sekarang bukan konsumsi barang tapi konsumsi keindahan alam, ketenangan pikiran, kesenian. Kita melihat pariwisata itu penting," kata Darmin.

Tenda-tenda di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dalam rangka perayaan Hari Konservasi Nasional, Kamis (10/8/2017).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Tenda-tenda di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur dalam rangka perayaan Hari Konservasi Nasional, Kamis (10/8/2017).
Hari Konservasi Nasional terdiri dari berbagai acara seperti Jambore Nasional Konservasi Alam Tahun 2017 dan berlangsung 8-11 Agustus di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Kegiatan Jambore Nasional Konservasi Alam 2017 diikuti 393 peserta dari Penggerak Konservasi, Masyarakat Peduli Api, Pelaku Jasa Wisata, Masyarakat Desa Penyangga, Kader Konservasi dan pendamping.

Selain kegiatan field trip, workshop dan talkshow, jambore kali ini juga akan diisi dengan safari night di Savana Bekol, nonton bareng film “Bumiku”, bersih pantai Pandean dan sekitar desa Wonorejo.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorI Made Asdhiana
Komentar