Ini Waktu Low Season untuk Berwisata di 113 Destinasi Dunia - Kompas.com

Ini Waktu Low Season untuk Berwisata di 113 Destinasi Dunia

Silvita Agmasari
Kompas.com - 11/08/2017, 09:22 WIB
Destinasi wisata di Mijas, Provinsi Malaga, Spanyol, ini berada di ketinggian sekitar 430 meter di atas permukaan laut. Mijas menawarkan keindahan rumah-rumah warga yang serba putih. Sempatkan berkeliling dengan tuk tuk atau kereta ditarik keledai. Habis itu jangan lupa berburu oleh-oleh khas Mijas.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Destinasi wisata di Mijas, Provinsi Malaga, Spanyol, ini berada di ketinggian sekitar 430 meter di atas permukaan laut. Mijas menawarkan keindahan rumah-rumah warga yang serba putih. Sempatkan berkeliling dengan tuk tuk atau kereta ditarik keledai. Habis itu jangan lupa berburu oleh-oleh khas Mijas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bujet terbatas bukan penghalang untuk berwisata. Jika pintar mengatur pos pengeluaran dan berkujung pada waktu yang tepat, bujet dapat lebih ditekan.

Situs wisata Booking.com merangkum daftar low season alias musim paling murah di 113 destinasi dunia. Data diukur dari periode Januari 2016 sampai Desember 2016 dengan subjek perbandingan hostel.

Kabar gembiranya, 113 destinasi yang dirilis berada di empat benua yakni Eropa, Amerika, Asia, dan Australia. Sehingga pilihan berwisata semakin beragam. Mari sesuaikan bujet wisata Anda, ambil cuti, dan berkemas untuk menjelajah dunia!

(BACA: Menpar: Harus Lebih Peka Manfaatkan Low Season untuk Famtrip)

Berikut adalah daftar 115 destinasi, dengan persentase bujet wisata lebih terjangkau dibanding waktu termahal (high season).

1. Januari

Dubrovnik, Kroasia 67 persen
Cancun, Meksiko 60 persen
Toronto, Kanada 46 persen
Salvador, Brasil 38 persen
Rio, Brasil 37 persen
Taupo, Selandia Baru 13 persen

Kota Venice atau Venesia di Italia.NOVA DIEN Kota Venice atau Venesia di Italia.
2. Februari

Santiago, Cile 61 persen
Nice, Perancis 57 persen
Venesia, Italia 51 persen
Chicago, Amerika Serikat 51 persen
Patong, Thailand 35 persen
Guangzhou, China 34 persen
Darwin, Australia 17 persen
Dunedin, Selandia Baru 17 persen

3. Maret

Kenting, Taiwan 52 persen
Playa del Carmen, Meksiko 50 persen
Granada, Spanyol 47 persen
Montreal, Kanada 42 persen
Budapest, Hongaria 42 persen
Riga, Latvia 29 persen
Cairns, Australia 15 persen

4. April

Kuala Lumpur, Malaysia 71 persen
Kota Meksiko, Meksiko 62 persen
Reykjavik, Islandia 44 persen
Banff, Colorado, Amerika Serikat 41 persen
Valparaiso, Cile 30 persen
Malmo, Swedia 25 persen
Sapporo, Jepang 23 persen
Melaka, Malaysia 22 persen
Bristol, Inggris 21 persen
Christchurch, Selandia Baru 19 persen

Pemandangan Kota Busan yang diambil dari Lotte Hotel Busan. Icha Rastika/KOMPAS.com Pemandangan Kota Busan yang diambil dari Lotte Hotel Busan.
5. Mei

Naha, Jepang 36 persen
Lyon, Perancis 34 persen
Busan, Korea Selatan 27 persen
Franz Josef, Selandia Baru 27 persen
Nelson, Selandia Baru 24 persen
San Diego, California, Amerika Serikat 18 persen
Torun, Polandia 18 persen
Buenos Aires, Argentina 12 persen

6. Juni

Munich, Jerman 39 persen
Mendoza, Argentina 34 persen
Malaga, Spanyol 34 persen
Hualien City, Taiwan 27 persen
Wanaka, Selandia Baru 25 persen
Byron Bay, Australia 20 persen
Gold Coast, Australia 18 persen
Boston, Amerika Serikat 16 persen
Chiang Mai, Thailand 16 persen
Adelaide, Australia 15 persen

7. Juli

Punta del Este, Uruguay 61 persen
Ao Nang Beach, Thailand 51 persen
Kepulauan Phi Phi, Thailand 47 persen
El Calafate, Argentina 40 persen
Seville, Spanyol 36 persen
Milan, Italia 26 persen
Lijiang, Cina 24 persen
Sydney, Australia 14 persen
New York City, Amerika Serikat 10 persen

Turis sedang menikmati perkebunan bunga lotus di pinggir Kota Siem Reap, Kamboja.KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Turis sedang menikmati perkebunan bunga lotus di pinggir Kota Siem Reap, Kamboja.
8. Agustus

Paihia, Selandia Baru 42 persen
Frankfurt, Jerman 37 persen
New Orleans, Amerika Serikat 35 persen
Manila, Filipina 32 persen
Siem Reap, Kamboja 28 persen
Krabi, Thailand 21 persen
Rotorua, Selandia Baru 19 persen
Sao Paulo, Brasil 17 persen

9. September

Pai, Thailand 55 persen
Puerto Iguazu, Argentina 43 persen
Cardiff, Inggris 32 persen
New Delhi, India 29 persen
Melbourne, Australia 24 persen
Quito, Ekuador 24 persen
Brussel, Belgia 21 persen
Auckland, Selandia Baru 20 persen
Brooklyn, New York, Amerika Serikat 17 persen
Washington, D.C., Amerika Serikat 9 persen

Kedai pizza Z-Lay di pasar malam Chillva, Phuket, Thailand, merupakan salah satu kedai yang memasang tulisan halal agar wisatawan atau warga yang beragama muslim tidak ragu untuk mampir saat berkunjung ke Chillva.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kedai pizza Z-Lay di pasar malam Chillva, Phuket, Thailand, merupakan salah satu kedai yang memasang tulisan halal agar wisatawan atau warga yang beragama muslim tidak ragu untuk mampir saat berkunjung ke Chillva.
10. Oktober

San Sebastian, Spanyol 43 persen
San Carlos de Bariloche, Argentina 43 persen
Helsinki, Finlandia 32 persen
Paraty, Brasil 28 persen
Phnom Penh, Kamboja 21 persen
Phuket, Thailand 21 persen
Vancouver, Kanada 11 persen
Queenstown, Selandia Baru 10 persen

11. November

Kandy, Sri Lanka 37 persen
Florianopolis, Brasil 32 persen
Ubud, Indonesia 25 persen
Berlin, Jerman 24 persen
London, Inggris 24 persen
San Francisco, Amerika Serikat 22 persen
Seattle, Amerika Serikat 12 persen
Byron Bay, Australia 12 persen

Beberapa dinding bangunan dihiasi mural sehingga terasa lebih hidup di Perth, Australia Barat.KOMPAS/ILHAM KHOIRI Beberapa dinding bangunan dihiasi mural sehingga terasa lebih hidup di Perth, Australia Barat.
12. Desember

Yangshuo, China 44 persen
Roma, Italia 42 persen
Dublin, Irlandia 40 persen
Las Vegas, Amerika Serikat 36 persen
Xi’an, China 31 persen
Poro, Portugal 30 persen
Salta, Argentina 27 persen
Los Angeles, Amerika Serikat 23 persen
Cusco, Peru 20 persen
Kanazawa, Jepang 19 persen
Perth, Australia 13 persen

PenulisSilvita Agmasari
EditorI Made Asdhiana
Komentar