Saat Menteri LHK dan Menko Perekonomian Melepaskan Satwa di Baluran... - Kompas.com

Saat Menteri LHK dan Menko Perekonomian Melepaskan Satwa di Baluran...

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 11/08/2017, 10:39 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di dalam kandang satwa hasil sitaan dan penyerahan di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017). Pelepasliaran satwa liar di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu bagian acara perayaan Hari Konservasi Nasional 2017.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di dalam kandang satwa hasil sitaan dan penyerahan di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017). Pelepasliaran satwa liar di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu bagian acara perayaan Hari Konservasi Nasional 2017.

SITUBONDO, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya tampak melangkah ke dalam kandang burung merak hijau (pavo mutiacus) di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017) sore.

Langkahnya ditemani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron.

Siti maupun Darmin sempat kesulitan untuk membuat burung merak terbang keluar kandang. Meskipun, sebelumnya Siti telah menarik tali pengait agar pintu kandang burung merak terbuka.

(BACA: Muhammad Nurdin Razak Menduniakan Ekowisata Baluran)

Setelah beberapa saat, satu per satu burung merak terbang keluar kandang. Mereka kemudian hinggap di pepohonan.

Namun, kesulitan untuk melepaskan satwa-satwa lain di dalam kandang juga masih dirasakan Siti maupun Darmin.

(BACA: Kapal Pesiar Mulai Ramai Kunjungi Taman Nasional Komodo)

Ia keluar masuk kandang untuk "mengusik" satwa agar keluar dari kandang. Suasana tampak riuh di sekitar kandang.

Tak jarang, masyarakat dan wartawan di sekitar tempat pelepasan menyemangati Siti maupun Darmin. "Huu haa.. Hu haaa," begitu teriakan yang terdengar.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat melepasliarkan satwa liar di acara Hari Konservasi Alam Nasional di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat melepasliarkan satwa liar di acara Hari Konservasi Alam Nasional di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).
Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari perayaan Hari Konservasi Nasional 2017 yang dilakukan di Taman Nasional Baluran. Burung merak dan beberapa satwa lain tersebut adalah hasil sitaan satwa-satwa dilindungi.

"Satwa dilindungi yang dilepasliarkan ini di antaranya merak hijau (pavo mutiacus), elang brontok (nisaetus cirrhatus) dan elang alap jambul (accipiter trivirgatus)," ujar Siti seusai melepasliarkan satwa di Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2017 di Kawasan Taman Nasional Baluran.

Ia mengatakan, merak hijau yang dilepasliarkan sebanyak lima ekor asal BKSDA Bali. Adapun satwa tersebut berasal dari hasil sitaan, penyerahan masyarakat dan sebelumnya direhabilitasi di Pusat Penyelamat Satwa (PPS) Bali.

Kemudian, elang alap jambul dan elang brontok, lanjutnya, sebanyak empat ekor asal BKSDA Yogyakarta, hasil penyerahan dan sitaan Polda Jawa Timur. Sebelumnya, satwa-satwa tersebut direhabilitasi di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berjalan ke arah kandang satwa hasil sitaan dan penyerahan di Taman Nasional Baliran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017). Pelepasliaran satwa liar di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu bagian acara perayaan Hari Konservasi Nasional 2017.KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution berjalan ke arah kandang satwa hasil sitaan dan penyerahan di Taman Nasional Baliran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017). Pelepasliaran satwa liar di Taman Nasional Baluran merupakan salah satu bagian acara perayaan Hari Konservasi Nasional 2017.
Hari Konservasi Nasional terdiri dari berbagai acara seperti Jambore Nasional Konservasi Alam Tahun 2017 dan berlangsung 8-11 Agustus di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur.

Kegiatan Jambore Nasional Konservasi Alam 2017 diikuti 393 peserta dari Penggerak Konservasi, Masyarakat Peduli Api, Pelaku Jasa Wisata, Masyarakat Desa Penyangga, Kader Konservasi dan pendamping.

Selain kegiatan field trip, workshop dan talkshow, jambore kali ini juga akan diisi dengan safari night di Savana Bekol, nonton bareng film “Bumiku”, bersih pantai Pandean dan sekitar Desa Wonorejo.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM