Dari Mistik ke Majestic, Kemenpar Promosikan Banyuwangi sampai Eropa - Kompas.com

Dari Mistik ke Majestic, Kemenpar Promosikan Banyuwangi sampai Eropa

Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
Kompas.com - 12/08/2017, 20:48 WIB
Wisatawan berselancar di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014).BARRY KUSUMA Wisatawan berselancar di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (3/5/2014).

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan pariwisata Banyuwangi. Salah satunya dengan mempromosikan Banyuwangi secara gencar ke pasar Eropa.

Hal itu diungkapkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Eropa, Timur Tengah, Amerika, Afrika Kemenpar, Nia Niscaya saat sosialisasi branding " Majestic Banyuwangi" di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (10/8/2017).

Nia menerangkan bahwa Banyuwangi masuk 10 daerah di Indonesia yang di-branding Kemenpar untuk dipromosikan. Branding yang ditetapkan oleh Kemenpar adalah "Majestic Banyuwangi" yang artinya kemegahan.

(BACA: Barong Ider Bumi, Ritual Bersih Kampung di Desa Kemiren Banyuwangi)

Majestic ini, menurut Nia, sangat tepat menggambarkan keindahan kekayaan alam serta budaya Banyuwangi. "Dengan branding ini akan memperkuat positioning Banyuwangi. Selain juga memudahkan bagi Kemenpar untuk menetapkan sasaran kawasan promosi," kata Nia.

Barong Ider Bumi yang digelar di Desa Kemiren Senin (26/6/2017)KOMPAS.COM/Ira Rachmawati Barong Ider Bumi yang digelar di Desa Kemiren Senin (26/6/2017)
Ia menjelaskan salah satu sasaran kawasan promosi untuk Banyuwangi adalah Eropa karena orang Eropa memiliki kecenderungan tertarik pda kawasan yang memiliki keindahan alam dan budaya yang tinggi.

"Orang Eropa itu lebih tertarik berlibur di kawasan yang alamnya bagus dan juga yang memiliki tradisi. Banyuwangi ini bisa menjadi pilihan bagi turis Eropa," kata dia.

(BACA: Mulai 15 Agustus, NAM Air Tambah Penerbangan Jakarta-Banyuwangi)

Untuk itu, lanjut Nia, Kemenpar akan banyak mempromosikan destinasi wisata dan tradisi Banyuwangi di kawasan Eropa. Promosinya dilakukan dalam berbagai sarana. Mulai dari mengajak pelaku industri wisata untuk promosi ke luar negeri, maupun iklan dalam berbagai platform.

"Di bandara Schiphol Belanda telah kita pasang iklan tentang Banyuwangi, di London ada 400 taksi yang kita branding Barong Banyuwangi. Di New York yang penduduknya milenial dan suka adventure kita pasang iklan wisata Plengkung. Terus akan kami promosikan," katanya.

Bangsring Under Water di Pantai Bangsring yang dikelola kelompo nelayan Samudra BhaktiIra Rachmawati / Kompas.com / Banyuwangi Bangsring Under Water di Pantai Bangsring yang dikelola kelompo nelayan Samudra Bhakti
Banyuwangi masuk 10 daerah di Indonesia yang di-branding Kemenpar untuk dipromosikan. Banyuwangi dinilai telah memenuhi konsep pengembangan pariwisata yang disyaratkan Kemenpar yakni amenitas, aksesibilitas, dan atraksi.

"Karena syarat 3A itu telah dipenuhi Banyuwangi, ditunjang pula komitmen kepala daerahnya yang sangat mendukung. Itu sebabnya Banyuwangi masuk 10 branding nasional dari Kemenpar. Semua sudah siap, tinggal dipromosikan saja," kata Nia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap dengan branding ini bisa mengembangkan pariwisata Banyuwangi.

Taman Nasional Alas Puwo.DOK KOMPAS TV Taman Nasional Alas Puwo.
"Semoga pariwisata yang kita kembangkan ini bisa menggambarkan Majestic yang telah dipilih Kemenpar. Tentu berat menjaga image ini, apalagi pilihan kata Majestic diambil dari hasil survei terhadap respoden nasional dan internasional. Saatnya Banyuwangi berubah dari kota mistik ke Majestic," kata Anas.

PenulisKontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati
EditorI Made Asdhiana
Komentar