Berkah JFC, Hotel di Jember Penuh Tamu, Banyuwangi Pun Kecipratan - Kompas.com

Berkah JFC, Hotel di Jember Penuh Tamu, Banyuwangi Pun Kecipratan

Kompas.com - 14/08/2017, 09:26 WIB
Jember Fashion Carnaval 2017 bertema Victory berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). Hadir Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.ARSIP KEMENPAR Jember Fashion Carnaval 2017 bertema Victory berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). Hadir Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

JEMBER, KOMPAS.com - Tingkat hunian hotel di Jember, Jawa Timur, meningkat tajam selama pelaksanaan kegiatan Jember Fashion Carnaval ( JFC).

Pada 9-13 Agustus 2017 seluruh hotel di Jember penuh tamu. Tamu yang tak mendapatkan kamar akhirnya menginap di kota tetangga, Banyuwangi.

"Hampir setiap tahun okupansi hotel terutama di kawasan kota Jember meningkat selama pelaksanaan JFC. Ini otomatis mendongkrak perekonomian daerah. Tetangga sebelah seperti Banyuwangi juga kecipratan rezeki karena di Jember tidak sanggup menampung pengunjung yang menginap," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno di sela-sela acara JFC 2017, Sabtu (13/8/2017).

(BACA: Berlangsung Sukses, Menpar Berharap JFC Ditiru Daerah Lain)

Menurutnya, okupansi hotel meningkat sejak hari pertama pergelaran JFC, Rabu (9/8/2017). Puncaknya, tingkat hunian hotel terisi penuh pada Sabtu (12/8/2017) karena banyak wisatawan luar daerah yang datang ke Jember untuk menyaksikan grand carnaval yang digelar Minggu (13/8/2017).

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya menyaksikan kemeriahan Jember Fashion Carnaval 2017 bertema Victory yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).ARSIP KEMENPAR Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya menyaksikan kemeriahan Jember Fashion Carnaval 2017 bertema Victory yang berlangsung di Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).
"Selama sepekan terakhir ini juga ada beberapa agenda kegiatan yang mendatangkan tamu-tamu dari luar daerah. Okupansi hotel jadi meningkat tajam," kata Teguh dalam siaran pers Kemenpar.

(BACA: Anang Hermansyah: JFC Harus Untungkan Masyarakat Jember)

Total kamar hotel di Jember yang berjumlah 2.000 kamar tak lagi bisa menampung wisnus, wisman dan ribuan fotografer dalam dan luar negeri.

Peningkatan 600 kamar dari tahun 2016 tetap tak bisa mengimbangi lonjakan wisatawan yang datang ke Jember.  "Tahun ini banyak hotel baru. Di 2016 baru 1.400 kamar, sekarang 2.000 kamar, tetap saja kurang," katanya.

Sejumlah hotel bintang 4 seperti Aston dan beberapa hotel bintang tiga seperti Hotel Panorama, Hotel Royal, dan Cempaka Hill juga penuh tamu. Tamu yang menginap bahkan sudah memesan kamar jauh-jauh hari untuk menyaksikan JFC.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah mengarisbawahi soal penginapan ini. Jember memang bagus di atraksi tapi lemah di amenitas.

Peserta mengenakan kostum Sriwijaya saat tampil di Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-16 di Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). JFC ke-16 bertema Victory atau Kemenangan menampilkan delapan defile yang kostumnya pernah memenangkan kostum terbaik di sejumlah kontes dunia, seperti kostum Borobudur, Bali, dan Borneo.ANTARA FOTO/SENO Peserta mengenakan kostum Sriwijaya saat tampil di Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-16 di Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017). JFC ke-16 bertema Victory atau Kemenangan menampilkan delapan defile yang kostumnya pernah memenangkan kostum terbaik di sejumlah kontes dunia, seperti kostum Borobudur, Bali, dan Borneo.
"Saya pernah mengusulkan agar masyarakat memanfaatkan momen ini dengan menyewakan kamarnya sebagai homestay. Contohnya kamar kos, disewakan untuk pengunjung JFC selama 4 hari. Itu bisa lebih besar hasilnya dibanding disewakan selama sebulan," ujar Arief Yahya.

Menpar mendorong Jember membuat atraksi lebih banyak lagi. Apalagi, sekarang Jember sudah ditetapkan sebagai destinasi karnaval. Banyaknya atraksi diyakini akan membuat wisatawan tertarik datang dan investor tidak ragu lagi membangun amenitas.

"Banyuwangi itu punya 72 event, Solo punya 53 event. Daerah lain boleh belajar dari JFC, tapi Jember juga harus belajar dari daerah lain. Setahun itu kan tidak hanya 5 hari buat JFC, tapi ada 360 hari. Jadi ada banyak hari untuk bisa dimanfaatkan bikin atraksi," kata Arief Yahya. (*)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM