Etape III Jelajah Sepeda Flores, Pesepeda Kenyang Tanjakan - Kompas.com

Etape III Jelajah Sepeda Flores, Pesepeda Kenyang Tanjakan

Sandro Gatra
Kompas.com - 15/08/2017, 06:15 WIB
Para pesepeda Jelajah Sepeda Flores ketika etape III dari Riung menuju Bajawa sejauh 72 KM.SANDRO GATRA/KOMPAS.com Para pesepeda Jelajah Sepeda Flores ketika etape III dari Riung menuju Bajawa sejauh 72 KM.

BAJAWA, KOMPAS.com - Etape III Jelajah Sepeda Flores yang digelar Kompas, Senin (14/8/2017), menguras tenaga para peserta.

Lantaran beratnya jalur, sebagian besar pesepeda tidak mampu menyelesaikan hingga finish.

Rute etape III adalah Riung menuju Bajawa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur sepanjang sekitar 72 kilometer.

Pada Minggu (13/8/2017) malam, tim menginap di Pulau Rutong di kawasan Taman Wisata Alam 17 Pulau di Kabupaten Ngada, seusai menyelesaikan etape II.

(BACA: Tim Jelajah Sepeda Flores Bermalam di Pulau Rutong)

Sebelum memulai start, tim diajak panitia ke pulau kelelawar untuk melihat kawanan kelelawar bergelantungan di pohon.

Setelah itu, rombongan kembali ke pelabuhan di kawasan Riung dengan perahu. Start dimulai dari sana.

Pada awal etape, para pesepeda langsung berhadapan dengan tanjakan berkelok-kelok sepanjang sekitar 15 kilometer.

(BACA: Ganasnya Tanjakan Kelimutu Membuat Para Pesepeda Jelajah Sepeda Flores Bertumbangan)

Masalahnya, tak sedikit tanjakan tersebut dengan kemiringan hingga 45 derajat. Butuh waktu sekitar tiga jam hanya untuk menempuh jarak tersebut.

Bagi saya, jalur tersebut sangat menyiksa. Napas tak lagi beraturan. Lantaran beratnya medan, sebagian pesepeda memilih dievakuasi hingga lokasi makan siang.

Tanjakan yang relatif ekstrem itu menjadi bahan kelakar para pesepeda.

"Ada tolak tanjakan, dokter?" jawab peserta ketika ditawarkan minuman tolak angin oleh dokter yang mendampingi.

"Udah kenyang tanjakan," seloroh pesepeda ketika hendak makan siang.

Setelah makan siang, tim menggilas jalanan naik turun dan berkelok-kelok. Masalah saat itu adalah banyaknya jalan rusak.

Jadi, harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh atau ban sepeda rusak.

Sebagian pesepeda memutuskan dievakuasi pada pertengahan etape setelah tidak sanggup lagi gowes.

Dingin dan gelap

Belasan pesepeda tetap melanjutkan jelajah meski matahari sudah terbenam. Mereka gowes dibantu penerangan lampu mobil yang dibawa panitia. Kondisi jalanan gelap.

Seperti awal etape, belasan kilometer menjelang finish, para pesepeda kembali berhadapan dengan tanjakan panjang.

Peserta Jelajah Sepeda Flores memasuki etape II dengan rute Kelimutu-Riung, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/8/2017).KOMPAS.com/SANDRO GATRA Peserta Jelajah Sepeda Flores memasuki etape II dengan rute Kelimutu-Riung, Nusa Tenggara Timur, Minggu (13/8/2017).
Belasan pesepeda yang tersisa juga harus bertahan dari dinginnya udara di sepanjang jalan hingga hotel di Bajawa. Pasalnya, Bajawa berada di dataran tinggi.

Rombongan terakhir tiba di lokasi finish pada pukul 20.30.

Johannes Harwanto (49), salah satu pesepeda yang mencapai finish menilai, etape III ini relatif berat.

"Opening sama closing luar biasa. Opening-nya tanjakan ekstrem, tapi tidak terlalu panjang. Closing-nya tidak terlalu miring, tapi panjang," kata pesepeda asal Bogor itu.

Peserta lain, Endy Anityarsa (42) juga menilai sama. Ia merasa tanjakan pada awal etape lumayan berat.

Masalah lain, jalanan sepanjang rute banyak yang rusak. "Tadi juga dingin banget pas malam," ucapnya.

PenulisSandro Gatra
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM