Garuda Indonesia-Vietnam Airlines Jalin Kerja Sama - Kompas.com

Garuda Indonesia-Vietnam Airlines Jalin Kerja Sama

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 24/08/2017, 11:03 WIB
Garuda Indonesia dan maskapai penerbangan Vietnam, Vietnam Airlines menjalin kerja sama dalam bidang services, MRO (maintenance, repair and overhaul) dan kargo. Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta, Selasa (22/8/2017).ARSIP GARUDA INDONESIA Garuda Indonesia dan maskapai penerbangan Vietnam, Vietnam Airlines menjalin kerja sama dalam bidang services, MRO (maintenance, repair and overhaul) dan kargo. Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Vietnam Airlines, maskapai penerbangan Vietnam dan Garuda Indonesia bekerja sama dalam bidang pelayanan, MRO (maintenance, repair and overhaul) dan kargo.

Hal itu dinyatakan dalam Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat perjanjian kerja sama antara dua maskapai penerbangan di sela-sela kunjungan Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong ke Indonesia atas undangan Presiden Joko Widodo.

(BACA: Menpar: Vietnam Pesaing Baru Indonesia)

Bersamaan dengan penandatanganan MoU, Rabu (23/8/2017), oleh Direktur Utama Vietnam Airlines Duong Tri Thanh dan Direktur Utama Garuda Indonesia Airlines Pahala N Mansury, kedua belah pihak akan memperluas perjanjian kerja sama dengan rute sebagai berikut: Hanoi – Ho Chi Minh, Hanoi/Ho Chi Minh – Singapura, Singapura – Jakarta/Bali dan Jakarta – Bali/ Jawa.

Kedua maskapai penerbangan ini sepakat mencari peluang untuk meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di bidang layanan, MRO dan kargo.

(BACA: Ini 3 Destinasi Paling Populer di Vietnam)

Perluasan kemitraan antara kedua maskapai ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama keduanya dan berkontribusi untuk mengembangkan Aliansi Skyteam.

Aktivitas pramugari maskapai Garuda Indonesia saat  penerbangan bertajuk Kartini Flight di perjalanan menuju Bandara Minangkabau Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/4/2017). Garuda Indonesia gelar Kartini Flight dalam rangka menyambut Hari Kartini, seluruh petugas penerbangan dari pilot, pramugari hingga teknisi adalah perempuan.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Aktivitas pramugari maskapai Garuda Indonesia saat penerbangan bertajuk Kartini Flight di perjalanan menuju Bandara Minangkabau Padang, Sumatera Barat, Jumat (21/4/2017). Garuda Indonesia gelar Kartini Flight dalam rangka menyambut Hari Kartini, seluruh petugas penerbangan dari pilot, pramugari hingga teknisi adalah perempuan.
Duong Tri Thanh selaku Direktur Utama Vietnam Airlines mengatakan, sejak 2006, Vietnam Airlines dan Garuda Indonesia telah bekerja sama secara efektif dengan hasil yang nyata. MoU ini menegaskan bahwa kerja sama ini lebih jauh ke arah kemitraan yang solid dan saling menguntungkan.

"Kami berharap dapat memperkuat kemitraan kami dengan Garuda Indonesia sehingga pelanggan dapat memperoleh keuntungan dari lebih banyak pilihan penerbangan dan kualitas layanan internasional yang sangat baik dari dua maskapai penerbangan terkemuka di Asia," katanya.

(BACA: Garuda Indonesia Masuk 10 Maskapai Terbaik Dunia)

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan, Garuda bangga mengumumkan kerja sama dengan Vietnam Airlines yang akan memperluas jaringan penerbangan kami di Asia Tenggara.

"Vietnam merupakan pasar yang berharga untuk Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami dapat menawarkan lebih banyak lagi pilihan perjalanan antara Indonesia dengan Vietnam. Di saat yang sama, perjanjian ini diharapkan untuk meningkatkan perdagangan dan wisata dengan membuat Indonesia lebih mudah diakses oleh wisatawan Vietnam," katanya.

Mausoleum Ho Chi Minh terletak di tengah Lapangan Ba Dinh, Kota Hanoi, Vietnam.BARRY KUSUMA Mausoleum Ho Chi Minh terletak di tengah Lapangan Ba Dinh, Kota Hanoi, Vietnam.
Menurut Centre for Asia-Pacific Aviation, aviasi Asia Tenggara berkembang lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata global hampir di tiap negaranya, yang disebabkan oleh berkembangnya ekonomi regional dan masyarakat kelas menengah.

Enam dari 10 negara di Asia Tenggara, mengalami pertumbuhan penumpang yang signifikan, dipimpin oleh Vietnam dan Myanmar.

Kecenderungan ini diperkirakan akan berlanjut selama tahun 2017. Kebutuhan akan transportasi udara di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan pada pertumbuhan ekonomi. Jumlah penumpang diproyeksikan untuk meningkat sebesar 1-2,5 kali dari GDP Indonesia.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM