Sarapan Siang ala Bavarian di Munich, Jerman - Kompas.com

Sarapan Siang ala Bavarian di Munich, Jerman

Kompas.com - 07/09/2017, 10:16 WIB
Sarapan bir ala Bavarian di Munich, Jerman.NOVA DIEN Sarapan bir ala Bavarian di Munich, Jerman.

KOMPAS.com - Munich (atau Munchen dalam bahasa Jerman) adalah kota terbesar ketiga di Jerman setelah Berlin dan Hamburg.

Ibu kota negara bagian tenggara Bavaria ini adalah pusatnya sejarah yang dapat dilihat dari bangunan berarsitektur kuno, museum dan budaya minum bir!

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Munich adalah awal April hingga Juni, tepat sebelum musim liburan dimulai.

Bangunan di Marienplatz Arsitektur Gothic di kota Munich. NOVA DIEN Bangunan di Marienplatz Arsitektur Gothic di kota Munich.
Suhu udara cukup baik dan wisatawan belum membeludak seperti di bulan September sampai November.

Jika ingin datang untuk festival tahunan bir yang dikenal dengan nama ‘ Oktoberfest’ sebaiknya memesan hotel di sekitar Fruhlingsfest setahun di depan atau bayar tarif kamar tiga kali lebih mahal.

Oktoberfest adalah festival tahunan bir terbesar di dunia yang berlangsung selama tiga minggu di bulan September sampai akhir minggu pertama Oktober.

Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.NOVA DIEN Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.
Festival rakyat terbesar di Jerman dirayakan di Munich tahun ini dimulai pada tanggal 16 September hingga 3 Oktober 2017.

(BACA: Terbuai Slogan I Amsterdam, Kami Langsung Jatuh Cinta...)

Dari Belanda saya dan Welah naik kereta ke Munich di awal bulan Juni yang lalu.

Ini adalah hari pertama dari paket tiket lima hari pemakaian ‘Eurail Four Country Select Pass’ di Benelux (Belanda dan Belgia), Jerman, Austria dan Italia.

Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.NOVA DIEN Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.
Kami membelinya dengan harga 431 dollar AS atau Rp 5.818.500 per orang (link: www.eurail.com).

Sedangkan Perancis yang merupakan satu dari enam negara pilihan, kami beli tiket kereta malam Trenitalia. Ini lebih hemat dalam memilih ‘tiket terusan’ Eurail selama liburan kami di Eropa.  

(BACA: 7 Tips Berlibur Keliling Eropa dan Persiapannya)

Kami pilih jadwal kereta jam 10.37 dengan perkiraan tiba di Munich sebelum malam mengingat perjalanan akan memakan waktu delapan jam dari Amsterdam Central ke stasiun München Hauptbahnhof (HBF).

Balai Kota Tua Munich di Jerman. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.NOVA DIEN Balai Kota Tua Munich di Jerman. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.
München Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api utama di Munchen. Pemilihan tujuan stasiun kereta kami sesuaikan dengan lokasi hotel dan agenda selama tiga hari kami di sana.

Munich memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di Eropa. Tersedia jalur transportasi kereta, bus juga sepeda ke seluruh pelosok kota Munich.

Tujuan ke kota-kota di Jerman maupun ke negara-negara Eropa lainnya sangat mudah dicapai dan selalu tepat waktu. Namun, kami memilih untuk berjalan kaki untuk mengeksplor jalanan kecil di kota di mana kantor pusat BMW berlokasi.

Balai Kota Tua Munich di Jerman. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.NOVA DIEN Balai Kota Tua Munich di Jerman. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.
Landmark kota Munich

Selain Kastil Residenz, bangunan sekuler Renaissance Antiquarium terbesar, Cuvilliés Theater, St. Michael's Church, National Theater Munich and the Bavarian State Opera, Nymphenburg Palace, Königsplatz and the Kunstareal District, The Olympic Park, Ludwig Maximilians University of Munich dan Justizpalast, kami sempatkan juga mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi landmark Munich.

Berikut beberapa gedung bersejarah yang berada dekat stasiun München Hauptbahnhof.

Odeonsplatz di Munich, Jerman, lokasi demonstrasi zaman Hitler.NOVA DIEN Odeonsplatz di Munich, Jerman, lokasi demonstrasi zaman Hitler.
Marienplatz: Marienplatz (atau Mary's Square), yaitu sebuah alun-alun utama di pusat kota Munich. Di sini terdapat gedung Neues Rathaus (New Town Hall) bergaya gothic dengan menara Glockenspiel di atasnya.

Di sisi timur Balai Kota Tua Munich (Altes Rathaus) berada. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.

Di samping kiri berdiri Gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai Katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibu kota Bavaria.

Odeonsplatz di Munich, Jerman, lokasi demonstrasi zaman Hitler.NOVA DIEN Odeonsplatz di Munich, Jerman, lokasi demonstrasi zaman Hitler.
Menara setinggi 98 meter di atas Gereja Frauenkirche ini memperlihatkan pemandangan unik kota Munich dan pegunungan Alpen.

Tak jauh dari Marenplatz dan Frauenkirche terlihat gedung Bavarian Library.

Perpustakaan Bavaria di Munich ini adalah salah satu perpustakaan universal terpenting di Eropa. Ada lebih dari 10 juta lebih koleksi buku, termasuk buku penelitian terbaik di seluruh dunia.

Perpustakaan Bavaria Munich di Jerman.NOVA DIEN Perpustakaan Bavaria Munich di Jerman.
Berdekatan dengan Perpustakaan Bavaria terdapat gedung sejarah Odeonsplatz. Ini adalah lokasi di mana Hitler mengadakan demonstrasi. Sebuah pertunjukan kontroversial berjudul ‘Never Too Late to Say Sorry’ diadakan setiap hari.

Sarapan Siang ala Bavarian di Viktualienmarkt

Hari sudah siang saat kami berjalan kaki empat menit dari Marienplatz ke Viktualienmarkt, untuk sarapan. Tak perlu heran, sarapan di sini dimulai jam 11.

Bagi saya tidak masalah, karena saya memang jarang bisa makan pagi.

Viktualienmarkt, pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria, Jerman.NOVA DIEN Viktualienmarkt, pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria, Jerman.
Kami tiba di Viktuallenmarkt, yaitu pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria. Sekarang menjadi pusat kuliner dengan berbagai cita rasa tanpa mengurangi ciri khas warisannya.

Sudah terlihat keramaian pengunjung lokal maupun wisatawan sedang menikmati sarapan mereka di teras restoran dan kafe saat kami tiba.

Saya sangat ingin mencoba spesialisasi sarapan tradisional ala Bavarian. Yang pertama adalah WeiBwurst (sosis putih rebus) yang disajikan dengan mustard manis dan sekeranjang pretzel panggang yang masih hangat, langsung dari oven.

Viktualienmarkt, pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria, Jerman. NOVA DIEN Viktualienmarkt, pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria, Jerman.
Yang kedua, minumannya tentu saja bir, di gelas berukuran satu liter. Kedengaran aneh memang, namun ini adalah sesuatu yang harus dicoba jika ingin menjadi seorang Bavaria sejati.

Welah hanya mencicipi sedikit dari piring saya. Ia lebih suka sosis goreng. Kami juga memesan dua gelas bir dan minum bersama bapak-bapak tua Munich yang masing-masing sudah menghabisi dua gelas besar. Prost!

Beer garden di Munich, Jerman.NOVA DIEN Beer garden di Munich, Jerman.
Prost!

Orang Jerman menganggap prost (atau cheers, bersulang) saat minum bir adalah hal yang sangat serius.

Setiap kali mengatakan prost pastikan untuk melihat mata semua orang, tanpa berkedip untuk menghindari ‘tahayul’ yaitu nasib buruk selama tujuh tahun.

Jika tidak melakukan ini, orang Jerman mengira kita menginginkan hal tidak baik terjadi pada mereka. Berkali-kali, setiap bersulang, saya pastikan mata saya melotot dan teriak, prost!

Hofbrauhaus Beer Hall Munchen. Di dalam bangunan Hofbrauhaus terdapat restoran, ruang pertunjukan musik, toko suvenir dan tentunya aula dan taman bir.NOVA DIEN Hofbrauhaus Beer Hall Munchen. Di dalam bangunan Hofbrauhaus terdapat restoran, ruang pertunjukan musik, toko suvenir dan tentunya aula dan taman bir.
‘Istana’ bir Hofbräuhaus

Di kota FC Bayern Munchen (klub sepak bola terbesar dan terkaya di Jerman) ini terdapat 120 beer halls dan beer gardens. Lucunya, tradisi di Jerman mengamini bir sebagai ‘makanan cair’ mereka.

Beragam jenis bir diproduksi oleh berbagai pabrik bir seperti Salvator, Maximator, Triumphator, Augustiner, Löwenbräu, Paulaner dan masih banyak lagi.

Katanya, kalau belum pernah mencoba bir di sini, wisatawan dianggap belum tahu apa-apa soal Munich. Karenanya, kami wajib ke Hofbrauhaus Beer Hall Munchen.

Sarapan siang ala Bavarian.NOVA DIEN Sarapan siang ala Bavarian.
Di dalam bangunan Hofbrauhaus tingkat tiga abad 16 ini terdapat restoran, ruang pertunjukan musik, toko suvenir dan tentunya aula dan taman bir.

Sejak empat abad yang lalu, 'istana' bir Hofbrauhaus telah menjadi simbol keriaan bangsa Bavaria yang menjadi magnet bagi pengunjung internasional.

Daya tarik utama tempat ini tentu saja adalah bir-nya. Bir klasik Hofbräu yang melambangkan suasana khusus kota Munich, beraroma tajam namun menyegarkan.

Sosis jermanNOVA DIEN Sosis jerman
Dengan tingkat alkohol 5 persen bir ini adalah bir terkenal dan populer di dunia. Saya langsung pesan seliter bir Hofbrau Dark dan Hofbrau Original untuk Welah dengan harga 8,6 Euro atau sekitar Rp 130.000 per gelas. Lezat!

Hofbrauhaus beroperasi setiap hari dan dibuka dari jam 7 pagi hingga tutup pada jam 11.30 malam. Pada hari-hari ramai sedikitnya ada seratus pelayan yang melayani 30.000 pengunjung.

Para pelayan memakai kostum tradisional Jerman yang otentik berbahan kulit yaitu Lederhosen untuk pria atau Drindl untuk wanita.

Toko sosis di Bavaria, Jerman.NOVA DIEN Toko sosis di Bavaria, Jerman.
Bagi pecinta makanan Bavarian, tempat ini adalah surga. Pork Nuckles dengan resep kuno Bavaria yang diturunkan selama bertahun-tahun adalah salah satu makanan yang direkomendasi oleh Hofbrauhaus dan yup, ini adalah favorit kami!
 
Kami pun menghabiskan gelas kedua Munchner Weisse dan Wheat Beer, jenis bir Hofbrau yang lebih ringan. Hmm, bir ini sangat cocok untuk sarapan siang ala Bavarian! ( NOVA DIEN)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM