Jumlah Wisman ke Bali Naik Signifikan, China Nomor Satu - Kompas.com

Jumlah Wisman ke Bali Naik Signifikan, China Nomor Satu

Kompas.com - 08/09/2017, 10:38 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017). Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juli 2017 mencapai 592.046 orang, meningkat 22,27 persen dibandingkan dengan Juli 2016 dan meningkat 17,44 persen dibanding Juni 2017 dengan mayoritas wisman berasal dari China, Australia dan India.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Wisatawan menikmati pemandangan gunung dan danau di kawasan wisata Geopark Gunung Batur, Kintamani, Bali, Selasa (5/9/2017). Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juli 2017 mencapai 592.046 orang, meningkat 22,27 persen dibandingkan dengan Juli 2016 dan meningkat 17,44 persen dibanding Juni 2017 dengan mayoritas wisman berasal dari China, Australia dan India.

DENPASAR, KOMPAS.com - Kunjungan wisatawan mancanegara ( wisman) ke Pulau Bali sampai Juli 2017 cukup membanggakan.

"Angka-angkanya cukup menggembirakan. Capaian Juli 2017 di Bali juga sangat perform," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Sampai saat ini, Bandara Ngurah Rai di Bali masih bertahan di puncak daftar pintu masuk utama wisman ke Indonesia. Bandara Ngurah Rai bersama Bandara Soekarno-Hatta dan Batam tetap menjadi Three Greater pintu masuk wisman memang masih berada di puncak

(BACA: Penyanyi Shakira Promosikan Bali Lewat Instagram)

Sejak Januari hingga Juli 2017, wisman yang mengunjungi Bali melalui Bandara Ngurah Rai mencapai 3.379.287 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan 24,46 persen dibanding periode Januari-Juli 2016 yang mencapai 2.715.165 kunjungan.

Khusus Juli 2017 saja, jumlah wisman yang mengunjungi Pulau Dewata mencapai 591.234 orang atau naik 17,40 persen dibanding Juni dengan 503.617.

(BACA: Rindik Bali Menuju Europalia Indonesia)

Juli tahun lalu, jumlah wisman yang masuk Bali mencapai 482.201 orang. Dengan demikian ada kenaikan 22,61 persen pada jumlah kunjungan wisman pada Juli tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu.

Obyek wisata Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, masih menjadi salah satu favorit kunjungan wisatawan domestik dan asing, seperti terlihat pada Kamis (22/12/2016). Pada musim liburan, jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per hari.KOMPAS/AYU SULISTYOWATI Obyek wisata Pura Ulun Danu, Danau Beratan, Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali, masih menjadi salah satu favorit kunjungan wisatawan domestik dan asing, seperti terlihat pada Kamis (22/12/2016). Pada musim liburan, jumlah kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per hari.
Lonjakan jumlah wisman di Bali tak terlepas dari turis asal China yang semakin penasaran dengan keindahan budaya dan alamnya. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan, turis China memang cukup besar yang suka dengan Bali.

(BACA: 1 Oktober 2017, AirAsia Layani Rute Kolkata-Bali)

Selama periode Januari-Juli 2017, jumlah wisman asal China yang mengunjungi Bali sudah mencapai 896 ribu orang. Praktis, angka itu membuat China berada di urutan teratas dalam hal jumlah kunjungan wisman yang berpelesir di Bali.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebanyak 559 ribu wisman China maka tahun ini tumbuh 60,2 persen,” ujar Yanus. Jumlah itu akan terus meningkat seiring dengan promosi yang gencar melalui berbagai forum dan media.

(BACA: Turis Eropa Dominasi Pendakian Gunung Batur di Bali)

Lebih lanjut Yanus menjelaskan, wisman China selama dua tahun belakangan ini memang mendominasi jumlah turis asing yang berwisata di Bali. Dominasi China juga menggeser Australia yang sebelumnya selalu menempati posisi teratas.

Untuk periode Januari-Juli 2017, wisman asal Australia yang mengunjungi Bali melalui Ngurah Rai mencapai 632 ribu orang. Tapi, kini ada hal menarik dengan makin banyaknya wisman India yang mengunjungi Bali.

“Selain China dan Australia, India juga mulai mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai 234 ribu,” katanya.

Wisatawan di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan di Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).
India juga menjadi pasar potensial dan bisa melaju cepat. Hal ini juga diyakini Menpar Arief Yahya. "Pasar China dan India mirip, sama-sama berasal dari negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia," katanya.

Untuk tahun ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai ditargetkan mendatangkan 5,58 juta wisman. Melihat jumlah wisman periode Januari-Juli 2017 yang sudah mendekati 3,5 juta kunjungan, Yanus merasa optimistis target itu akan tercapai.

Optimisme Yanus juga didasari makin banyaknya penerbangan dari luar negeri menuju Bali. Bahkan, kini ada penerbangan langsung dari Tehran, Iran ke Bali yang dilayani Mahan Air.

“Bulan lalu kami bahkan yang pertama kali menerima penerbangan Mahan Air  dari Teheran Iran. Bali adalah destinasi pertama di Indonesia yang disasar Mehan Air,” Kata Yanus.

Menurut Yanus, ada tren positif dalam jumlah kunjungan wisman asal Timur Tengah. Pada periode Januari-Juli 2016, jumlah wisman asal Timur Tengah sekitar 17.000 kunjungan.

Namun, jumlah wisman asal Timur Tengah melonjak dua kali lipat selama Januari-Juli 2017 hingga mencapai sekitar 35.000.  “Sepertinya ini dampak positif dari kunjungan Raja Arab Saudi ke Bali akhir awal Maret lalu,” ucapnya.

Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.BARRY KUSUMA Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, Ketut Ardana mengatakan, ada sejumlah faktor pendukung dalam pertumbuhan wisman China ke Bali.

Menurut Ardana, animo warga negara China mengunjungi negara lain memang cukup tinggi. Hal itu juga ditunjang perekonomian China yang makin bagus.

“Informasi yang saya dapat, ada 250 juta warga China yang telah memiliki paspor. Kalau satu persen saja berkunjung ke Bali, jadi sekitar 2,5 juta. Sedangkan saat ini masih 1,5 juta,” katanya. (*)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM