Pertengahan September, Festival Payung Indonesia 2017 Digelar di Solo - Kompas.com

Pertengahan September, Festival Payung Indonesia 2017 Digelar di Solo

Kompas.com - 09/09/2017, 07:38 WIB
Para penari dari Sanggar Kembang Lawu Karanganyar, Jawa Tengah, membawakan tarian Ayunan Payung dalam pembukaan Festival Payung Indonesia II 2015 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2015). Festival yang digelar pada Jumat-Minggu (11-13/9) ini diharapkan turut melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia.KOMPAS/ERWIN EDHI PRASETYA Para penari dari Sanggar Kembang Lawu Karanganyar, Jawa Tengah, membawakan tarian Ayunan Payung dalam pembukaan Festival Payung Indonesia II 2015 di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/9/2015). Festival yang digelar pada Jumat-Minggu (11-13/9) ini diharapkan turut melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia.

SOLO, KOMPAS.com - Festival Payung Indonesia 2017 akan digelar di Solo, Jawa Tengah, tepatnya di Pura Mangkunegaran pada 15-17 September.

Heru Mataya, Ketua Pelaksana Festival Payung Indonesia 2017 menjelaskan, tema festival kali ini adalah Sepayung Indonesia.

"Dimulai karena keberagaman Indonesia yang merupakan anugerah, dan penuh warna. Namun akhir-akhir ini terjadi berbagai ancaman bertoleransi. Jadi, lewat ini kami ingin merajut rasa persatuan bangsa," katanya dalam jumpa pers di Prangwedanan, Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (8/9/2017).

(BACA: Mengintip Proses Pembuatan Payung Warna-warni Khas Thailand)

Ia mengatakan, pada acara tersebut akan ada ratusan payung rajut karya perajut dari berbagai kota di Indonesia.

"Lhokseumawe, Medan, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Madiun, Bali, dan kota lainnya. Total ada 127 payung rajut," kata Heru.

(BACA: Festival Payung Solo, Membangkitkan Perajin Payung Tradisional)

Selain pameran ratusan payung rajut, ia menambahkan, akan ada fashion show kain lurik dan payung dari berbagai daerah di Indonesia, gelar pentas maestro tari di Indonesia, serta tak ketinggalan workshop fotografi oleh Darwis Triadi.

"Untuk maestro tari, terdapat beberapa nama besar semisal Didik Nini Thowok, Ayu Bulantrisna Djelantik, Hj. Munasiah Daeng Jinne, dan yang lainnya. Ada 6 maestro yang akan tampil pada penutupan acara tanggal 17 September," ujarnya.

Suasana jumpa pers Festival Payung Indonesia 2017 di Prangwedanan, Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (8/9/2017).TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MURTI Suasana jumpa pers Festival Payung Indonesia 2017 di Prangwedanan, Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (8/9/2017).
Ia memaparkan, pada acara tersebut, akan ada workshop dan pameran payung khas Thailand. "Karena di negara tersebut, festival payung di sana sudah kuat selama 45 tahun," katanya.

Didik Wahyudiono, perwakilan dari Mangkunegaran berharap, lewat gelaran Festival Payung Indonesia tersebut bisa mengangkat nama Solo di dunia.

"Paling tidak nanti bisa sejajar dengan festival serupa yang ada di Thailand yang sudah kuat, serta bisa menambah jumlah pariwisata untuk datang ke Solo," ujarnya. (Tribun Jateng)

EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM